FotoBerita DeputiDeputi 2Siaran Pers

Pemerintah Perkuat Data Potensi Perikanan untuk Kembangkan Maluku Sebagai Lumbung Ikan Nasional

Dibaca: 5 Oleh Sabtu, 20 Februari 2021Februari 21st, 2021Tidak ada komentar
Pemerintah Perkuat Data Potensi Perikanan untuk Kembangkan Maluku Sebagai Lumbung Ikan Nasional
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

No.SP-110/HUM/ROKOM/SET.MARVES/II/2021

Marves – Bogor, Untuk memperkuat data mengenai potensi dan informasi mengenai pengelolaan perikanan tangkap dan budidaya di Provinsi Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional (LIN), Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) melalui Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim mengadakan konsinyering data dan informasi bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dari unit Eselon I. Melalui konsinyering ini, dibahas juga mengenai adanya sistem rantai dingin untuk perikanan budidaya dan peluang pasar ekspor dan domestik untuk mendukung LIN.

“Konsinyering ini kita lakukan sebagai upaya percepatan kita untuk menyiapkan single data dan single map terkait potensi dan informasi pengelolaan perikanan tangkap dan budidaya untuk program LIN yang sudah kita rencanakan. Kita juga akan merumuskan beberapa prioritas lainnya terkait program LIN ini, “ ungkap Asisten Deputi (Asdep) Pengelolaan Perikanan Tangkap Ikram Malan Sangadji memimpin konsinyering tersebut pada Sabtu (20-02-2021).

Prioritas lain yang dibahas adalah terkait dukungan bagi pemberdayaan nelayan perikanan tangkap dan pembudidaya perikanan budidaya di Provinsi Maluku, di mana lokasi LIN akan dikembangkan. Selain itu dibahas juga mengenai adanya peluang investasi untuk Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) titik 714 di Laut Banda, 715 di Laut Halmahera, dan 718 di Laut Arafuru. Ketiga titik tersebut menjadi WPP paling produktif dengan jenis perikanan tangkap seperti Cakalang, Tongkol, dan Tuna. Melalui pembahasan ini, maka dibahas pula mengenai adanya konsistensi estimasi target produksi dari perikanan tangkap dan budidaya yang bisa mencapai 750.000 ton per tahun di lokasi LIN tersebut, hingga nantinya bisa dipasarkan menggunakan sistem rantai dingin ke berbagai jalur distribusi ekspor dan domestik.

Baca juga:  Indonesia Membuka Peluang Investasi Bagi Para Investor Dunia

Secara bersamaan, dalam konsinyering ini dibahas pula mengenai adanya usaha pemerintah untuk mengembangkan potensi shrimp estate di Pulau Seram dan Pulau Buru mengingat adanya potensi udang yang melimpah di sana. “Usaha peningkatan perikanan budidaya nasional juga bisa kita tingkatkan melalui rencana shrimp estate sebagai bagian dari program LIN di Maluku. Sekaligus kita bisa juga bisa melanjutkan rencana pengembangakan untuk Kerapu dan Bobara,” pungkas Asdep Ikram.

Perlu diketahui, bahwa lokasi LIN yang berada Provinsi Maluku bukanlah tanpa alasan, karena provinsi ini memiliki potensi perikanan tangkap dan budidaya yang besar. Pekerjaan besar ini dikerjakan bekerja sama dengan Kemenko Marves sebagai koordinator utama, kemudian KKP selaku pelaksana teknis di lapangan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Diharapkan pada tahun 2022, pembangunan infrastruktur sudah mulai berjalan.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel