Maritim - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI

Pemerintah RI Hadiri Konferensi Sampah Laut PBB

Copy of 2LOS_arif_2396-tn

Maritim—Pemerintah Indonesia serius ingin tangani masalah sampah laut, plastik dan mikroplastik. Diwakili oleh Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Kemenko Maritim dan Sumber Daya Arif Havas Oegroseno, pada tanggal 11-14 Juni 2016, pemerintah mengikuti proses konsultatif informal terbuka PBB ke-17 (ICP 17) tentang laut dan hukum laut.

Dalam pertemuan yang bertajuk “Sampah Laut, Plastik dan Mikro plastik”, Havas menyampaikan kebijakan nasional Indonesia dalam menangani sampah plastik di laut serta berbagai kemungkinan pembentukan instrumen hukum regional dalam menangani masalah tersebut.

Lebih jauh, dalam sesi diskusi, Indonesia juga mendapatkan pertanyaan tentang kaitan antara upaya penanganan sampah plastik di laut dengan strategi Indonesia agar bisa menjadi salah satu poros Maritim Dunia. Strategi tersebut ternyata sudah diketahui oleh sejumlah negara dalam hadir dalam konferensi tersebut.

Konferensi yang dipimpin secara bersama-sama oleh Dubes Peru Gustavo Meza-Cuadra dan Dubes Cyprus Nicholas Emiliou itu diikuti oleh 163 negara anggota UNCLOS 1982 dan juga negara lain anggota PBB serta berbagai LSM internasional.

“Tujuannya membahas tentang situasi sampah plastik di dunia, dampaknya bagi manusia, hewan dan tumbuhan, dampak sosial dan ekonomi di kawasan pesisir serta kawasan wisata,” jelas Havas usai menghadiri konferensi tersebut.

Lebih jauh, konferensi Sampah Laut, Plastik dan Mikroplastik diselenggarakan oleh PBB atas Resolusi Sidang Majelis Umum PBB 69/245 dan  Resolusi Sidang Majelis Umum PBB 70/235.

Terkait mengenai sampah, salah satu program yang telah dijalankan oleh Kemenko Maritim adalah Gerakan Budaya Bersih dan Senyum (GBBS). Gerakan ini telah dideklarasikan oleh Menko Maritim Rizal Ramli dan Menko PMK Puan Maharani di sela-sela event Sail Tomini Bulan November tahun lalu.

Tujuan program itu adalah untuk mengubah persepsi publik yang belum terbiasa hidup bersih menjadi cinta pada kebersihan dan menjadi lebih ramah. Fokusnya adalah pada masyarakat pesisir yang tinggal di kawasan destinasi wisata prioritas. Harapannya, masyarakat yang cinta kebersihan dan mampu bersikap ramah dapat mendongkrak pengembangan sektor pariwisata Indonesia sebagai negara maritim.

(Nns)

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Foto Berita Deputi Berita Siaran Pers Artikel
Sort by

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Pemerintah RI Hadiri Konferensi Sampah Laut PBB