Berita DeputiDeputi 3

Pemerintah Siapkan Pengembangan Infrastruktur untuk Dukung Akses Ibukota Maluku Utara

Dibaca: 58 Oleh Senin, 21 Juni 2021Juni 30th, 2021Tidak ada komentar
Pemerintah Siapkan Pengembangan Infrastruktur untuk Dukung Akses Ibukota Maluku Utara
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS

No.SP-393/HUM/ROKOM/SET.MARVES/VI/2021

 

Marves — Jakarta, Infrastruktur dasar mutlak harus dipenuhi untuk mendukung akses ke ibu Kota Maluku Utara Sofifi yang sekaligus berfungsi sebagai salah satu kebijakan dalam meningkatkan aksesibilitas antarwilayah. Strategi yang diterapkan adalah  meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan sistem jaringan transportasi regional untuk menjamin aksesibilitas yang tinggi antar wilayah di Provinsi Maluku Utara. Upaya yang dilakukan, diantaranya adalah pengembangan Bandara Kuabang Kao di Kabupaten Halmahera Utara. Hal ini disertai dengan peningkatan akses jalan nasional menuju Bandara. Upaya lainnya adalah Peningkatan kualitas pelayanan Pelabuhan Speed Sofifi, Penataan Kawasan Pelabuhan Speed, serta Pembangunan Kanal Halmahera.

Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi melalui Deputi Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi, yang diwakili Asdep Infrastruktur Dasar, Perkotaan dan Sumber Daya Air (IDPSDA) Rahman Hidayat melakukan kunjungan lapangan untuk meninjau rencana peningkatan akses jalan nasional menuju Bandara Kuabang Kao. Kunjungan ini dilakukan pada Senin (21-6-2021) dalam rangka persiapan Rakor Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah di Provinsi Maluku Utara yang akan digelar di Sofifi Selasa (22-6-2021). “kami ingin memperoleh gambaran kondisi di lapangan, sebagai landasan untuk menentukan langkah kebijakan yang akan diterapkan” kata Asdep Rahman.

Provinsi Maluku Utara memiliki beberapa bandara komersil maupun perusahaan salah satunya adalah Bandar Udara Kuabang yang terletak di Desa Jati, Kecamatan Kao, Kabupaten Halmahera Utara. Bandara ini merupakan kategori Bandara Domestik Kelas III. Bandara ini memiliki panjang runway 2000×30 meter dengan luas Apron 157×72 meter. Adapun frekuensi penerbangan 3 kali dalam seminggu yaitu pada hari Selasa, Kamis dan Minggu. Bandara ini melayani rute Kao-Manado-Kao, dengan mayoritas penumpang dari Tobelo. Bandara ini memiliki pegawai berjumlah 26 PNS dan dibawah pengawasan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VIII (Manado). Bandara ini selesai dibangun Tahun 2016, dengan biaya operasional/ perawatan dari anggaran Kementerian Perhubungan.

Baca juga:  Dukung Pencapaian Kinerja yang Maksimal, Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Lakukan Rapat Pemantauan dan Evaluasi

Asdep Rahman beserta tim dan Perwakilan dari BPJN Maluku Utara menyusuri jalan akses dari dan menuju Bandara Kuabang Kao melalui jalur darat.  Ditempuh dari Koa Sofifi Ibu Kota Provinsi Maluku Utara dengan jarak 109.59 Km dalam waktu 2 jam 7 menit. Adapun akses jalan ini terbagi ke dalam tiga ruas antara lain: ruas Kao-Boso (71.2 Km), Boso-Simpang Dodinga (1.99 Km) dan Simpang Dodinga-Sofifi (36.4 Km). Pada ruas Kao-Sofifi terdapat total 73 jembatan dengan kondisi baik sebanyak 20 jembatan, kondisi sedang 48 jembatan dan kondisi rusak ringan 5 jembatan.

Ruas Kao-Boso memiliki kondisi jalan yang bagus sepanjang 61.5 km dan kondisi sedang 9.7 km. Ruas Boso-Simpang Dodinga, kondisi bagus sepanjang 1.89 km dan kondisi sedang 0.1 km. Ruas Sipang Dodinga-Sofifi, kondisi jalan baik sepanjang 27.7 km, kondisi sedang 8.5 km dan kondisi rusak ringan 0.2 km, kondisi rusak ringan pada ruas ini sudah dilakukan penanganan terutama membuat drainase air agar tidak merusak struktur jalan pada ruas ini.

Baca juga:  Diawali Penanaman Mangrove, Kemenko Bidang Kemaritiman membuka acara ICoMIRE 2019

Berdasarkan informasi dari BPJN Maluku Utara material yang digunakan merupakan produk dalam negeri yakni Aspal Buton (Asbuton). Asbuton tidak sama dengan aspal minyak dari sisi teknologi. Teknologi Asbuton terus dikembangkan oleh Kementerian PUPR, baik dari sisi jaminan kualitas dan teknik penghamparan, diantaranya Cold Paving Hot Mix Asbuton (CPHMA), Lapis Penetrasi Macadam Asbuton (LPMA), campuran beraspal dengan Asbuton, Butur Seal, Cape Buton Seal dan Asbuton campuran aspal emulsi.

Kementerian PUPR diwakili oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara Jufri telah berencana melakukan pelebaran jalan (6 meter) pada akses menuju Bandara yang kondisi eksisting hanya 4 meter; pihaknya sedang mengkaji usulan pembuatan trase baru dari Simpang Dodingan menuju Kota Sofifi secara langsung menembus gunung (trase baru) dengan tidak mengitari gunung (jalur eksisting). ”usulan trase lurus ini diharapkan mengurangi waktu tempuh 1 (satu) jam”Jelas Jufri dengan perhitungannya.

Selain rencana Jalan, dalam dokumen strategi implementasi keterpaduan infrastruktur kota Baru Sofifi, terdapat rencana Kanal Halmahera yang berlokasi di Teluk Dodinga dan termasuk Desa Dodinga Kec. Jailolo Selatan Kab. Halmahera Barat, Desa Bobaneigo dan Desa Tetewang Kec. Kao Teluk Kab. Halmahera Utara. Rencana Kanal Halmahera memiliki lebar 500 meter, panjang 3,77 km, dan akan memotong Jalan Trans Halmahera sepanjang 1,99 km. Keberadaan kanal ini nantinya akan memperpendek jarak: Morotai – Sofifi menjadi 171,47 Km dari 204 km, dan memperpendek jalur logistik dari KEK Morotai dan Pelabuhan di Halmahera Timur menuju Pelabuhan Ekspor Bitung dan Makasar. Kanal tersebut juga diharapkan akan membuat Kota Sofifi menjadi ramai, karena menjadi pelabuhan transit dari Morotai dan Tobelo (Tobelo – Sofifi menjadi 117 km dari 185 km) serta dari Pelabuhan di Halmahera Timur.

Baca juga:  Fortifikasi Garam Tingkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia

Mengenai rencana kanal Halmahera yang akan overlapping dengan trase jalan nasional, Jufri mengatakan pihaknya akan mengoordinasikan dengan pihak BWS maluku utara. ”kami belum detail mengetahui rencana ini, akan kami koordinasikan lebih lanjut,” ungkap Jufri.

Menutup kunjungan, Asdep Rahman menekankan agar rencana jalan diprioritaskan dahulu, sedangkan rencana kanal Halmahera nantinya dapat menyesuaikan. Namun sebaiknya dalam perencanaan sudah ada antisipasi.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

 

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel