PPKM DaruratBerita

Pemerintah Siapkan Tenaga Kesehatan dan Suplai Oksigen Untuk Kendalikan Pandemi Covid 19

Dibaca: 104 Oleh Kamis, 15 Juli 2021Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 07 07 at 14.47.55
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS
No.SP-431/HUM/ROKOM/SET.MARVES/VII/2021

Marves, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan menyebutkan bahwa pemerintah sedang berupaya keras untuk mengendalikan pandemi Covid 19 yang kini sedang melanda. Dalam konferensi pers virtual yang digelar di Jakarta pada Hari Kamis (15-7-2021), dia menyebutkan bahwa tenaga kesehatan dari mahasiswa kedokteran dan keperawatan  akan dialokasikan menjadi tenaga bantuan, setelah sebelumnya diberikan pelatihan, vaksinasi lengkap serta tes kesehatan.

“Ini (mahasiswa kedokteran dan keperawatan) akan diperbantukan untuk memenuhi gap tenaga kesehatan yang ada, kami rekrut lebih dari 2000 yang baru lulus,” tambah Menko Luhut.

Kemudian, lanjut dia, Presiden Joko Widodo akan meluncurkan 300 ribu paket obat pada hari ini. Secara detil, Menko Luhut menyebutkan bahwa paket obat tersebut dialokasikan 10 persen untuk OTG (Orang Tanpa Gejala), 60 persen gejala demam dan anosmia, 30 persen gejala ringan demam dan batuk. “Target penerima paket obat ini adalah masyarakat yang kurang mampu dan sulit mengakses obat-obatan,” tutur Menko Luhut. Untuk memperkuat upaya di dalam negeri, dia menyatakan bahwa pemerintah juga memperoleh tawaran dukungan kerjasama internasional dalam bentuk barang, baik dari segi obat-obatan maupun peralatan kesehatan.

Baca juga:  Menko Luhut : Pemerintah Berkomitmen Perkuat Pelatihan Vokasi

Lebih jauh, untuk mengatasi kekurangan pasokan oksigen, pemerintah telah memaksimalkan cadangan oksigen untuk didistribusikan secara merata ke seluruh Indonesia. Untuk ini, telah ada 90 hingga 100 persen realokasi oksigen industri guna memenuhi kebutuhan yang ada. Iso tank juga telah dimobilisasikan dari industri untuk menampung kebutuhan oksigen cair.

Tak hanya itu, Menko Luhut menyampaikan bahwa pemerintah telah membeli oksigen konsentrator dan generator untuk memenuhi kebutuhan oksigen yang ada. “Sumbangan medis dari perusahaan swasta juga turut membantu kebutuhan medis kita,” imbuhnya.

Dalam memenuhi kesejahteraan masyarakat, di samping bantuan sosial, Presiden juga akan memberikan bantuan beras bagi masyarakat. Tenaga TNI dan POLRI akan dikerahkan untuk membantu mendistribusikan sampai ke kantong-kantong terkecil masyarakat, “Jangan sampai ada rakyat yang tidak makan, ini perintah langsung dari Presiden,” ungkapnya.

Lebih jauh, Menko Luhut menyampaikan bahwa peningkatan kasus harian didominasi oleh varian delta, yang tidak hanya dialami oleh masyarakat Indonesia tetapi juga di seluruh dunia. “Kita harus meningkatkan pengawasan lebih terkait ini, edukasi terkait gejala ini juga harus ditingkatkan, kita bisa hadapi ini bersama,” ungkap Menko Luhut dengan nada serius.

Baca juga:  Revaluasi Aset Sudah Capai Rp800 Triliun, Bisa Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 6 Persen

Menurutnya, masa inkubasi 14-21 hari begitu kritikal sehingga perlu pemantauan  bersama.  “Kita semua harus prihatin dan jangan sampai lengah, kurangi perkumpulan yang tidak perlu akan menciptakan efektivitas juga. Mari kita bergotong royong demi pulihnya negeri ini dari pandemi yang tengah melanda,” tegasnya.

Di sisi lain, selain dilaksanakan oleh aparat TNI dan Polri, evaluasi mobilitas penduduk juga dilakukan dengan memanfaatkan platform media sosial.  Pengawasan penurunan mobilitas dilakukan melalui tiga indikator yaitu Facebook Mobility, Google Traffic dan Intensitas Cahaya di malam hari dari NASA/NOAA. Ketiga indikator tersebut menunjukan adanya penurunan mobilitas yang tajam dan hal ini menjadi baik karena menciptakan efektivitas bagi keberlangsungan PPKM.

Vaksinasi sedang dilakukan dengan gencar dan diharapkan mencapai target satu juta per hari bahkan lebih. “Cakupan vaksinasi per provinsi juga terus naik, DKI Jakarta contohnya sudah mencapai 60 persen keatas,” imbuhnya.

Dalam memenuhi tempat tidur dan rumah sakit darurat, semua K/L diharapkan mampu memiliki tempat isolasi sendiri melalui tempat diklat dan wisma yang dimiliki.” Banyak tempat yang dijadikan rumah sakit darurat contohnya asrama haji yang kemarin sudah saya pantau,” pungkas Menko Luhut.

Baca juga:  Majalah Kemaritiman dan Investasi Edisi Juli - September 2020

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel