Siaran PersDeputi 3

Pemerintah Terus Mengawal Proses Pemulangan Ribuan ABK Kapal PesiarYang Direpatriasi

Dibaca: 96 Oleh Jumat, 29 Mei 2020September 21st, 2020Tidak ada komentar
Pemerintah Terus Mengawal Proses Pemulangan Ribuan ABK Kapal PesiarYang Direpatriasi
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS

No.SP-67/HUM/ROKOM/SET-MARVES/VI/2020

Marves-Jakarta, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, bersama dengan Satgas Bersama lintas Kementerian/Lembaga terkait, sejak pertengahan bulan April 2020 telah mengawal dan menangani proses pemulangan 2137 Anak Buah Kapal (ABK) WNI, dari 11 Kapal Pesiar yang terpaksa direpatriasi (pemulangan kembali ke negara asal).

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves, Ridwan Djamaludin mengungkapkan, pemulangan para ABK tersebut adalah dampak dari pandemi global covid-19, yang menyebabkan hampir semua cruise line memutuskan untuk menghentikan sementara pelayaran wisata pada masa pandemi, diikuti dengan merepatriasi para pegawainya.

“Pemulangan dilakukan dengan Kapal Pesiar, mengingat banyak negara melakukan travel ban dan penutupan Bandara, dan jumlah yang akan dipulangkan sangat banyak. Pemulangan kemudian akan melalui Pelabuhan Benoa dan Tanjung Priok, asal daerah ABK terbanyak dari Bali sekitar 50 persen, dan sisanya dari Jatim, Jateng, Jabar, Jakarta, Sulsel, NTB dan lainnya,” ujar Deputi Ridwan melalui keterangan tertulis, Jumat (22/5/2020).

Baca juga:  Menko Luhut Pimpin Rapat Koordinasi Sail Sabang 2017

Penerimaan para ABK yang datang tersebut, kemudian dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang berlaku guna pencegahan wabah covid-19, dan pemeriksaan kesehatan akan mencakup Rapid Test, PCR test dan proses karantina.

“Secara umum kondisi ABK dinyatakan sehat, namun hasil Rapid Test diketahui 13 orang reaktif, setelah dilakukan PCR/Swab Test, 21 orang terkonfirmasi positif corona. ABK dengan hasil tes positif dilakukan perawatan di RS Darurat COVID (Wisma Atlit) Jakarta dan RS Universitas Udayana untuk yang turun di Bali. Bila hasil tesnya negatif dilakukan karantina/transit di hotel yang telah ditentukan oleh Gugus Tugas” jelas Deputi Ridwan.

Lebih lanjut, para ABK tersebut dapat dipulangkan ke daerah asal masing-masing bila hasil Rapid Test/PCR negatif, dengan dilengkapi klirens kesehatan dan surat jalan dari Polres atau dari Satgas Bersama. Kemudian, pengaturan transportasi ke daerah masing-masing dikoordinasikan dengan Pemerintah Daerah atau instansi terkait.

Seluruh proses pemulangan ABK WNI ini melibatkan K/L yang tergabung dalam Satgas Bersama, terdiri dari Kemenhub, Kemenlu, Kemenkes, BNPB, TNI-Polri dan BP2MI, serta Kemenko Marves sebagai koordinator.

Baca juga:  Hari Guru Nasional

 

Biro Komunikasi

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel