BeritaBerita DeputiDeputi 4

Pemerintah Tingkatkan Pengolahan Sampah di Bali dari Hulu Ke Hilir

Dibaca: 409 Oleh Rabu, 11 Agustus 2021Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 08 11 at 9.17.16 AM 3
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

No.SP-500/HUM/ROKOM/SET.MARVES/VIII/2021

Marves- Denpasar, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan, Nani Hendiarti melakukan kunjungan lapangan pada (07-08-2021) ke Denpasar, Bali untuk melihat langsung penanganan sampah di TPS-3R dan TPA Suwung.

Didampingi Pj Sekda Kota Denpasar, kunjungan ke TPS-3R sebagai lokasi pertama ini terletak di desa Sidakarya. Sarana pengolahan sampah TPS-3R yang dikelola oleh masyarakat Adat ini melayani sekitar 4.000 KK dengan jumlah timbulan sampah sebanyak 10 ton/hari, dengan kegiatan penanganan sampah berupa pemilahan sampah dan pencacahan sampah organik. Untuk sampah plastik dipilah dan dikumpulkan untuk selanjutnya diteruskan ke pengepul, sementara residu dikirim ke TPA Suwung.

“Pemerintah akan membantu penyaluran DAK Fisik Sanitasi melalui kegiatan pembangunan dan revitalisasi TPS-3R di tahun 2021 untuk mendorong percepatan penanganan sampah di kabupaten/kota Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan,” ungkap Deputi Nani.

Deputi Nani juga mengunjungi TPA Regional Sarbagita Suwung yang dalam beberapa diskusi dengan pemerintah daerah disebut akan segera tutup karena sudah over capacity. Mempertimbangkan kapasitas TPA Suwung, saat ini yang masih diperbolehkan untuk mengirim sampah residu hanya dari Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Melihat kondisi tersebut, Deputi Nani memberikan instruksi kepada jajarannya untuk memastikan kegiatan pembangunan dan revitalisasi TPS-3R benar-benar tepat guna dalam pengolahan sampah di hulu (dekat dengan sumber) dan menekan jumlah residu yang dikirim ke TPA (hilir).

Baca juga:  Maklumat Pelayanan Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves

“Kita harus benar-benar teliti melihat usulan pembangunan dan revitalisasi TPS-3R yang sudah diajukan oleh Pemda. Harus bisa memberikan dampak signifikan untuk mengolah sampah di hulu, supaya beban di TPA tidak besar (hilir),” tutupnya. Ia juga berpesan agar kajian kelayakan pengelolaan sampah wilayah Sarbagita menggunakan teknologi RDF (Refuse Derived Fuel) untuk dipercepat. Kedepannya diharapkan seluruh penanganan sampah di Bali dapat terkendali dengan lebih baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

 

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel