HeadlineArtikelBerita

Penanganan Kasus Covid di Wilayah Bodetabek, Menko Luhut Minta Perketat Protokol Kesehatan

Dibaca: 40 Oleh Kamis, 24 September 2020Tidak ada komentar
Penanganan Kasus Covid di Wilayah Bodetabek, Menko Luhut Minta Perketat Protokol Kesehatan
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves – Jakarta, Jumlah kasus positif Covid 19 di DKI Jakarta pada periode 12-23 September 2020 menunjukkan tren pelambatan. Namun demikian, pada wilayah Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi yang merupakan wilayah penyangga DKI Jakarta masih ada kenaikan selama seminggu terakhir. Hal ini menurut Jubir Menko Marves Jodi Mahardi terungkap saat Rapat Koordinasi (Rakor) untuk Antisipasi Perkembangan Kasus Covid-19 di Jabodetabek secara virtual yang dipimpin oleh Menko Marves Luhut Pandjaitan pada Kamis (24-9-2020).

Menanggapi hal ini, lanjutnya, Menko Luhut sebagai Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional minta agar faktor kedisiplinan untuk menangani angka pertumbuhan Covid-19 terus ditegakkan. “Aktifitas warga DKI Jakarta yang karena PSBB pergi ke restoran atau ke kafe di wilayah Bodetabek, artinya perlu pengetatan protokol kesehatan disana untuk pengendalian Covid,” beber Jodi.

Setelah 10 hari mengawal perkembangan penularan virus Covid-19, dia mengatakan bahwa Menko Luhut ingin agar ada sinkronisasi kebijakan di seluruh Jabodetabek untuk mengendalikan penyebaran virus.

Baca juga:  Indonesia dan Korea Selatan Kerja Sama Mendirikan Pusat Penelitian Kerja Sama Teknologi Kelautan

“Pertama Pak Menko meminta ada pembatasan orang dalam suatu tempat. Ia mengimbau TNI, Polri, dan Satpol PP untuk senantiasa mengawasi kegiatan masyarakat terutama bila ada kerumunan,” ujar Jodi. Sejauh ini, pemerintah telah mengawasi aktivitas masyarakat di banyak tempat, terutama di pasar tradisional. Namun, menurutnya, Menko Luhut mengarahkan TNI, Polri, dan Pol PP untuk memperhatikan pula kluster di perkantoran (K/L), perusahaan swasta, dan pemerintah daerah. “Jangan sampai ada yang membuat kluster baru,” beber Menko Luhut seperti dikutip oleh Jodi.

Saat ini, DKI Jakarta tengah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Data dari Dinas Kesehatan pun menunjukkan tingkat kasus harian dengan tren yang cenderung stabil. Dari tanggal 30 Agustus s/d 11 September, peningkatan kasus aktif di Jakarta adalah 49%, namun dari tanggal 12 September hingga tanggal 23 September peningkatan kasus aktif turun menjadi 12%. “Penularan masih meningkat, tapi melambat,” ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang hadir dalam rakor virtual hari ini.

Baca juga:  Pejabat dan Staf PNS di Kedeputian Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marves Tanda Tangani Perjanjian Kinerja

Yang tidak kalah penting, Jodi mengungkapkan bahwa Menko Luhut meminta Kemenkes untuk menyediakan fasilitas tes bagi anggota Satpol PP yang menjalankan operasi penegakan disiplin kesehatan. Selain itu, menurutnya, Menko juga meminta Satgas Covid 19 untuk segera menyediakan fasilitas isolasi bagi anggota Satpol PP, TNI dan Polri yang bergejala ringan dan OTG.

Di dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan bahwa secara umum penanganan kasus COVID-19 di daerahnya semakin membaik. Tren positif itu berdasarkan penanganan sejak 14 September sampai dengan 20 September 2020. “Dari 27 kabupaten/kota, hanya ada tiga daerah masuk dalam zona merah yaitu Kota Bekasi, Kabupaten Karawang dan Kota Cirebon.

“Sebelum ada koordinasi dari Pak Menko itu, di Jabar (tingkat kematian) 2,4 persen, sekarang di angka 1,88 persen. Recovery rate sebelumnya di angka 53 persen, sekarang sudah membaik menjadi 59 persen dan ini sudah membaik secara umum,” ujar Ridwan Kamil melaporkan.

Biro Komunikasi

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

Baca juga:  Menko Luhut Berikan Kuliah Umum di Kampus Unpad Bandung

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel