Deputi 2

Pencegahan Stunting dengan Protein Ikan, Kemenko Maritim Koordinasikan Kementerian/Lembaga, Inovator Produk dan Organisasi Perempuan.

Oleh 01 Okt 2019 Oktober 4th, 2019 Tidak ada komentar
Pencegahan Stunting dengan Protein Ikan, Kemenko Maritim Koordinasikan Kementerian/Lembaga, Inovator Produk dan Organisasi Perempuan.
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Maritim – Jakarta, Berdasarkan data World Health Organization (WHO) pada tahun 2016, Indonesia merupakan salah satu negara dengan triple ganda permasalahan gizi yang mencakup under-nutrisi (stunting dan wasting), defisiensi zat gizi mikro dan obesitas.  Prevalensi stunting anak Indonesia adalah 37,2 % dan saat ini sekitar 8 juta anak Indonesia mengalami pertumbuhan tidak maksimal berdasarkan data yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan pada 2018. Pada 1 Oktober 2019, Deputi Bidang Sumber Daya Alam dan Jasa (SDA), Agung Kuswandono membuka dan memberi arahan pada Rapat Koordinasi Perencanaan Program Nasional Pemanfaatan Protein Ikan dalam Rangka Pencegahan Stunting di kantor Kementerian Koordiantor Bidang Kemaritiman.

Kemenko Bidang Kemaritiman melalui Deputi Agung menginisiasi masuknya protein ikan dalam nomenklatur program nasional pencegahan stunting, khususnya program bahan tambahan pangan yang dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi serta Kementerian Pertanian. Selain itu, Deputi Agung juga mendorong hilirisasi produk pangan dan functional food hasil innovator produk yang berperan dalam pencegahan stunting.

Program makanan tambahan bagi ibu hamil, 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), balita dan anak sekolah perlu mengoptimalkan sumber protein ikan, di mana selama ini program bahan tambahan makanan masih banyak berasal dari protein kacang hijau, kedelai, susu dan telur. Protein ikan 100 % merupakan local content yang berasal dari olahan kuliner ikan baik segar maupun olahan high end berupa ekstraksi protein seperti Hidrolisat Protein Ikan (HPI) yang dapat difortifikasi ke berbagai macam bahan pangan dan hasil olahan seperti biskuit, kudapan, mie, dan sebagainya. Inovator produk kelautan dan perikanan telah menghasilkan ragam produk yang dapat dijadikan sebagai salah satu dukungan program nasional terkait pencegahan stunting.

Deputi Agung menyampaikan bahwa potensi laut kita sangat besar, sehingga seharusnya stunting itu tidak ada jika bisa optimalkan potensi yang ada, melalui penguatan koordinasi antar Kementerian/Lembaga, inovator produk kelautan perikanan, organisasi swasta (Unicef, WFP, Cargill dsb) serta pemberdayaan organisasi wanita seperti Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional (Forikan) Indonesia, Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE KK), Ikatan Kesehjahteraan Keluarga TNI (IKKT), Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Dharma Pertiwi, Dharma Wanita Persatuan Pusat (DWPP), Bhayangkari, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesehjahteraan Keluarga (TP PKK) Pusat dan Dharma Wanita Kementerian/Lembaga.

Dokumen pemerintah berupa Instruksi  Presiden Nomor 1  Tahun 2017 Tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat  dan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun Tahun 2017 Tentang Kebijakan Strategis Pangan dan Gizi serta Sustainable Development Goals 2 menekankan pada upaya pemerintah dan secara global terhadap Prevalence of Undernourishment (POU) dan prevalensi stunting. Pada dokumen RPJMN-RKP 2020 Program Prioritas 2, adalah Peningkatan Akses dan Pelayanan Kesehatan Masyarakat dengan Kegiatan Prioritas antara lain a) Percepatan Perbaikan Gizi Masyarakat (salahsatunya Penurunan Stunting), b) Penguatan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) dan c) Peningkatan kesehatan Ibu, Anak,Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi. Searah dengan hal tersebut, Presiden RI juga menyampaikan tentang pencetakan manusia Indonesia yang unggul diantaranya dengan pencegahan stunting.

Rapat koordinasi ini merupakan rangkaian kegiatan rapat dalam mendorong Bappenas mengintegrasikan program pencegahan stunting yang dilakukan melalui Gerakan Masyarakat Sehat/Germas (Kemenkes) dengan Gemar Memasyarakatkan Makan Ikan/Gemarikan (KKP) serta Kementerian lainnnya dalam Program Prioritas Nasional Pembangunan Manusia melalui pemenuhan kebutuhan protein dari ikan. Selanjutnya, akan dilaksanakan Simposium Nasional Pencegahan Stunting melalui Pemanfaatan Protein Ikan yang mengundang seluruh pemangku kepentingan pencegahan stunting dari seluruh Indonesia dalam rangka memperkuat legitimasi pemanfaatan protein ikan dalam dokumen perencanaan nasional.

 

Biro Perencanaan dan Informasi

Kemenko Bidang Kemaritiman

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel