Berita DeputiFotoDeputi 3

Pengembangan Ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) Terus Dikawal Kemenko Marves

Dibaca: 64 Oleh Rabu, 4 November 2020Tidak ada komentar
Pengembangan Ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) Terus Dikawal Kemenko Marves
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves-Jakarta, Merespon undangan dari PT LEN Industri (Persero), Kemenko Marves melalui Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi melaksanakan Audiensi dan Kunjungan Lapangan ke Fasilitas Produksi SPKLU dan Komponen Utama KBL BB di PT Len Industri (Persero) dan Balai Besar Bahan dan Barang Teknik Kementerian Perindustrian. Pada tanggal 10 – 12 September 2020 di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat.

Berdasarkan hasil kunjungan dimaksud telah diperoleh informasi bahwa: “LEN saat ini telah melakukan pengembangan untuk berbagai produk industri diantaranya: energi, railway, TIKNAV, traksi, dan produk defense. Dan karya LEN tersebut sudah diakui secara internasional,” ujar Asisten Deputi Industri Maritim dan Transportasi, M. Firdausi Manti

Kemudian, beliau mengingatkan bahwa dalam pengembangan produk-produk dimaksud wajib mempertimbangkan unsur TKDN.“Oleh karena itu, usulan LEN terkait pentingnya “treatment” khusus pada formula TKDN untuk produk berbasis Elektronika, Mekanik dan Software, wajib diperkuat dengan perhitungan yang kongkret dan dikomunikasikan secara intens dengan stakeholder terkait , sehingga usulan lebih mudah diterima oleh Kementerian Perindustrian

Baca juga:  Antisipasi Dampak Sosial Ekonomi Melelehnya Kutub Utara, Kemenko Kemaritiman Gali Masukan PakarAntisipasi Dampak Sosial Ekonomi Melelehnya Kutub Utara, Kemenko Kemaritiman Gali Masukan Pakar

Selanjutnya, terkait SPKLU, perwakilan PT Len mengharapkan; Pemerintah dapat membantu mengkoordinasikan PT PLN (Persero) untuk dapat mengoptimalkan penggunaan produk-produk dalam negeri dalam pengadaannya, agar sesuai dengan memorandum of understanding yang dilaksanakan pada tahun 2019. Len menyampaikan kesiapannya dalam mendukung percepatan program KBL-BB melalui pengembangan SPKLU dalam negeri.

Kunjungan Lapangan ke Balai Besar Bahan dan Barang Teknik, Kementerian Perindustrian

Dalam rangka mendukung industrialisasi perlu dilaksanakan implementasi IKD yang lebih cepat dari peta jalan yang telah ditentukan. Diharapkan pada awal tahun 2022, Implementasi IKD sudah dapat diterapkan pada seluruh jenis industri KBL BB. Sehingga diharapkan akan memacu/merangsang banyak industri komponen dalam negeri yang tumbuh.

Asdep Firdausi memaparkan, Target yang diharapkan dari industrialisasi KBL BB khususnya dalam IKD, sebagian besar dari komponen utama dan komponen pendukung pada tahun 2024 sudah dapat diproduksi di dalam negeri. Ia melanjutkan dalam Road Map Trans Jakarta sudah memuat rencana penggunaan KBL BB (Bus Listrik) dengan total jumlah kendaraan mencapai 14.136 Unit pada tahun 2030. Peluang pasar ini sudah seharusnya dapat dimanfaatkan untuk pengembangan industrialisasi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai di dalam negeri. Kemudian. Tim Riset dan Akademisi yang telah berkolaborasi dengan stakeholder terkait seperti: BUMN/Swasta memiliki peran strategis dalam pelaksanaan percepatan Industrialisasi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBL BB) di dalam negeri.

Baca juga:  Bersama Walikota Bontang, Kemenko Maritim Bahas Pembangunan Jargas SR

“Belajar dari program sebelumnya, maka program KBL BB harus dilakukan secara matang dan didukung penuh oleh berbagai kebijakan, baik pada tingkat Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Disamping itu produk-produk pendukung untuk program KBL BB harus dilwujudkan secara kongkret di lapangan dan tidak hanya sebatas prototyping, namun wajib diwujudkan dalam level produksi massal,” pungkasnya

Biro Komunikasi

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel