BeritaFoto

Pengembangan Pariwisata, Kabiro Andreas: Kita Banyak Melihat Hal Luar Biasa dan Harus Belajar dari Banyuwangi

Dibaca: 29 Oleh Kamis, 11 Februari 2021Februari 23rd, 2021Tidak ada komentar
Pengembangan Pariwisata, Kabiro Andreas: Kita Banyak Melihat Hal Luar Biasa dan Harus Belajar dari Banyuwangi
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS 

No.SP-82/HUM/ROKOM/ SET.MARVES/II/2021

Marves – Banyuwangi, Wisata yang di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur kini sudah dikenal luas dan punya daya tarik tersendiri bagi wisata lokal maupun mancanegara. Banyuwangi kini sudah berubah menjadi daerah yang punya beragam destinasi-destinasi wisata dan menjadi lebih baik dari beberapa tahun sebelumnya.

Terkait ini, Kepala Biro Komunikasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Andreas Dipi Patria mengungkapkan bahwa banyak upaya dan terobosan yang telah dilakukan pemerintah setempat dan didukung oleh masyarakat untuk mengubah citra Banyuwangi agar semakin maju dan berkembang. Salah satunya tentang pengembangan pariwisata yang juga memperhatikan keseimbangan lingkungan dari sampah.

“Banyak hal yang sudah diterapkan di Banyuwangi, semakin lama kita di sini, kita makin banyak melihat hal-hal luar biasa dan mendapatkan pelajaran,” kata Kabiro Andreas dalam sambutan kegiatan Forum Komunikasi Marves di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST)
Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Kamis (11-02-2021).

Kabiro Andreas dalam kesempatan ini mengajak semua pihak termasuk para pegiat sosial media yang terlibat dalam kegiatan Forum Komunikasi Marves agar menjadikan ini sebagai momentum untuk menyebarluaskan informasi maupun energi positif ini kepada publik di Tanah Air. Ia memandang banyak cara dan upaya yang tidak biasa diterapkan di Banyuwangi untuk mengembangkan potensi pariwisatanya, tak terkecuali dalam mengelola sampah di tempat-tempat wisata yang selama ini menjadi sorotan.

Baca juga:  Kunjungan Kerja Kemenko Maritim Ke PT Industri Kapal Indonesia (Persero)

“Menurut kami ini perlu kita sebarkan kepada masyarakat Indonesia, bahwa dengan kolaborasi, kekompakan, saya kira Banyuwangi akan mencapai cita-citanya. Buktinya teman-teman DPRD dan eksekutif selalu bahu-membahu membangun wilayahnya,” ujarnya.

Dia juga berterima kasih kepada pemerintah Banyuwangi yang telah menyambut baik dan ramah rombongan Kemenko Marves atas pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan. Selain mendapatkan pelajaran, katanya, rombongan Kemenko Marves juga merasa sudah dekat dengan lingkungan maupun masyarakat Banyuwangi yang kini serius mengembangkan potensi wisata yang dimilikinya.

“Artinya temen-teman di Banyuwangi siap sebagai suatu kawasan yang akan dikunjungi oleh banyak orang karena wisata. Masyarakatnya ternyata terbuka, sangat egaliter, dan bisa menerima. Meskipun demikian adat, istiadat, dan budaya lokal tidak hilang walau terjadi banyak interaksi dengan banyaknya orang datang ke Banyuwangi,” sebutnya.

Menurutnya dengan kemajuan dan perkembangan Banyuwangi, terutama pariwisatanya, maka Banyuwangi pemerintah daerah atau kota lain akan datang belajar bagaimana transformasi yang terjadi di Banyuwangi. Banyuwangi yang berada di ujung timur pulau Jawa dulunya tidak dikenal banyak orang kini sudah berubah menjadi sentral ekonomi baru yang terus tumbuh dan berkembang.

“Bahkan Banyuwangi berbatasan langsung dengan Bali, sebagai kawasan wisata yang sudah terkenal namun Banyuwangi mampu mengimbanginya dengan entitasnya tanpa harus mengubah bentuknya dan ini capaian bagi Banyuwangi.

Sementara itu, di tempat yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur, Mohamad Yanuarto Bramuda menyampaikan bahwa pihaknya sangat berterima kasih kepada Kemenko Marves yang telah percaya dan memilih Banyuwangi sebagai tempat kegiatan
Forum Komunikasi Marves kali ini.

Baca juga:  Inisiator Perpustakaan Terapung: Sulit Mengubah Pola Pikir Masyarakat Pesisir

“Kami mengucapkan terima kepada Kemenko Marves telah memilih Banyuwangi,” kata Yanuarto dalam kesempatan yang sama.

Yanuarto mengatakan maju dan berkembangnya pariwisata di Banyuwangi tentu saja membutuhkan berbagai upaya yang keras dan panjang. Upaya ini tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga dukungan masyarakat dan pihak-pihak lainnya.

Selain soal wisata, Pemkab Banyuwangi juga fokus dan memperhatikan terkait pengelolaan sampah yang baik terutama samaph di tempat wisata. “Kita mendengar ada GO- PASS (Go Sampah Sistem), masyarakat yang mengelola sampah dari awal sampai akhir,” ungkapnya.

Dia mengatakan saat ini sudah banyak kelompok masyarakat yang sadar akan potensi wisata di Banyuwangi dan peduli soal kebersihan lingkungan dari sampah terutama, timbunan plastik. Selain GO- PASS, juga ada lembaga kajian/riset swadaya bernama Amanah Adibakti yang fokus mengolah sampah dari hulu hingga hilir agar bermanfaat.

“Sehingga apa yang telah dilakukan GO- PASS dan Amanah Adibakiti bisa berperan untuk mengatasi sampah,” tuturnya.

Ia menilai dalam mengembangkan pariwisata yang juga patut dipikirkan pemerintah dan pihak terkait ialah bagaimana pengelolaan sampah yang baik dan bijak dari hasil kegiatan pariwisata itu sendiri. Apalagi, seiring perjalanan zaman dan teknologi kini sampah tak lagi dipandang negatif saja karena sudah memiliki nilai ekonomi jika diolah atau dikelola dengan baik.

Baca juga:  Selain Tambang, Kalsel Juga Kaya Akan Ikan Arwana

“Edukasi yang perlu ditingkat. Saya yakin jika ada teknologi yang akan mampu mengatasi sampah tadi,” pungkasnya.

Dalam kesempatan sama hadir juga penggerak GO- PASS Engga Dwi Marta dan Ketua lembaga kajian/riset swadaya Amanah Adibakti, Adi. Mereka bercerita bagaimana upaya yang telah dan akan dilakukan untuk mengatasi persoalan sampah di Banyuwangi, khususnya di wilayah Kecamatan Muncar.

Keduanya mengatakan banyak upaya dan terobosan yang telah dilahirkan untuk mengatasi sampah di daerahnya, mengelola sampah dari hulu hingga hilir yang ujungnya bisa bermanfaat dan punya nilai ekonomi. Karena itu mereka pun berharap mendapat dukungan pemerintah terutama Kemenko Marves agar terus bisa berupaya mengatasi persoalan sampah di Banyuwangi.

Setelah mengunjungi Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Tim Kemenko Marves lalu bertolak ke Pantai Mustika yang terletak di Dusun Pancer Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran dan Pantai Pulau Merah di kecamatan yang sama.

Di Pantai Mustika Kabiro Andreas Dipi Patria, Kepala Bagian Humas Kemenko Marves Khairul Hidayati bersama perwakilan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi melepasliarkan beberapa ekor lobster ke pantai.

Sekedar informasi, kunjungan lapangan hari ini merupakan rangkaian kegiatan Forum Komunikasi Marves di hari kedua setelah pada Rabu (10-02-2021) kemarin dibuka secara resmi oleh Sekretaris Kemenko (Sesmenko) Marves Agung Kuswandono.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel