Siaran PersDeputi 5

Peran Aktif Pemerintah Dalam Perkembangan Geopark di Indonesia

Dibaca: 76 Oleh Kamis, 28 Mei 2020Mei 29th, 2020Tidak ada komentar
Peran Aktif Pemerintah Dalam Perkembangan Geopark di Indonesia
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves – Jakarta, Kemajuan Geopark (Taman Bumi) di Indonesia terpantau telah memiliki perkembangan, yaitu 5 Global Geopark, 14 Geopark Nasional, dan 110 Potensi. Guna mendukung kemajuan perkembangan tersebut, pemerintah telah melakukan berbagai kebijakan, salah satunya diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres) tentang Pengembangan Geopark ini.

“Jadi sejumlah kebijakan telah dilakukan pemerintah dalam mendukung perkembangan Geopark di Indonesia, seperti telah diterbitkan Peraturan Presiden dan peraturan turunannya, yaitu Peraturan Presiden (Perpres) RI No 9 Tahun 2019 tentang Pengembangan Taman Bumi (Geopark),” kata Plt. Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves Kosmas Harefa.

Sedangkan peraturan turunannya, Plt. Sesdep Kosmas menyebutkan yakni Peraturan Menteri ESDM Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pedoman Penetapan Warisan Geologi (geoheritage) serta Peraturan Menteri Parekraf/Baparekraf Nomor 2 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengembangan Geopark Sebagai Destinasi Pariwisata.

“Selain itu, saat ini juga sedang disusun beberapa peraturan untuk mendukung pengembangan geopark Indonesia bersama K/L terkait antara lain Peraturan Bappenas tentang Rencana Aksi Nasional pengembangan geopark Indonesia 2020-2024, Peraturan ESDM tentang pedoman penetapan Geopark Nasional, Peraturan Menko Marves tentang struktur organisasi, keanggotaan, dan tugas Komite Nasional Geopark Indonesia dan Geopark berkontribusi terhadap 10 goal SDG’s,” jelasnya.

Baca juga:  Pemerintah Beberkan Akses Permodalan Yang Bisa Dijangkau UMKM Sektor Parekraf

Perlu diketahui, seperti yang tercantum dalam RPJMN 2020-2024 (Peraturan Presiden No. 18 Tahun 2020) bahwa salah satu indikator pencapaian sasaran agenda pembangunan adalah 12 Destinasi wisata global geopark dan arah kebijakan pemerintah dalam peningkatan nilai tambah ekonomi, salah satunya melalui pengembangan destinasi pariwisata berbasis taman bumi (geopark) sebanyak 16 buah.

Menambahkan Plt. Sesdep Kosmas, Kabid Inovasi Produk Pariwisata Berkelanjutan Kemenko Marves, Gunardi, mengatakan bahwa dalam pengembangan Geopark ini, Kemenko Marves dalam hal ini Menko Marves Luhut B. Pandjaitan telah dipilih diamanahkan sebagai Ketua Dewan Pengarah Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI).

“Jadi dalam rangka koordinasi, sinergi, dan sinkronisasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan untuk pengembangan geopark ini, sebelumnya telah sesuai amanah Perpres akan dibentuk Komite Nasional Geopark Indonesia. Nah Menko Marves sendiri ditunjuk sebagai Ketua Dewan Pengarah Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI),” pungkasnya.

Geopark adalah sebuah wilayah geografis tunggal atau gabungan, yang memiliki situs warisan geologi (geosite) dan bentang alam yang bernilai, terkait aspek Warisan Geologi (geoheritage), keragaman geologi (geodiversity), keanekaragaman hayati (biodiversity), dan keragaman budaya (cultural diversity), serta dikelola untuk keperluan konservasi, edukasi, dan pembangunan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan dengan keterlibatan aktif dari masyarakat dan Pemerintah Daerah, sehingga dapat digunakan untuk menumbuhkan pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap bumi dan lingkungan sekitarnya (Peraturan Presiden No. 9 Tahun 2019).

Baca juga:  Menko Maritim Luncurkan Data Rujukan Wilayah Kelautan Indonesia

Pengembangan geopark melalui 3 pilar meliputi konservasi, edukasi, dan pembangunan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan utamanya melalui pengembangan sektor pariwisata.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

 

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel