Maritim - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI

Peran Strategis Kemaritiman Indonesia dalam IORA

By 07 Mar 2017 09:35Artikel
iora_logo_500x375

Jakarta — IORA  (Indian Ocean Rim Association) adalah sebuah organisasi regional tingkat menteri yang terdiri atas negara-negara pesisir yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia. Indonesia  adalah Ketua IORA 2015-2017. Dalam masa kepemimpinan tersebut, Indonesia mengusung tema “Strengthening Maritime Cooperation in a Peaceful and Stable Indian Ocean”. Berbagai prakarsa diinisiasi Indonesia pada masa keketuaannya, antara lain pembentukan IORA Concord, penyelenggaraan KTT IORA dan juga the 2nd IORA Blue Economy Ministerial Conference (BEMC).

Indonesia mengambil peran aktif dalam IORA karena Indonesia memiliki berbagai kepentingan, diantaranya adalah untuk mencegah Samudera Hindia dijadikan arena perebutan pengaruh negara-negara besar seperti AS, UK, India dan Tiongkok. Perebutan pengaruh tersebut tentunya dilatar belakangi kepentingan ekonomi, politik dan strategi geopolitik. Dalam konteks mencegah dijadikannya arena perebutan kekuasaan tersebut, maka inilah saatnya indonesia menunjukan kepemimpinannya yang berkelanjutan. Indonesia harus terus memimpin sebelum, pada saat, dan setelah menjadi ketua IORA.

Deputi Bidang Kedaulatan Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman Arif Havas Oegroseno mengungkapkan beberapa inisiatif kepemimpinan yang akan dilakukan oleh Indonesia dalam IORA. “Kita akan membangun networking (jejaring) antar lembaga maritime law enforcement (penegak hukum kemaritiman) antar negara-negara IORA,” ujarnya di Jakarta, Jumat (3/2/2017). Dengan adanya jejaring tersebut, lanjut Havas, upaya untuk mengatasi berbagai ancaman keamanan laut di Samudera Hindia akan semakin mudah.

Lebih jauh, di bidang manajemen perikanan, mantan Dubes RI untuk Belgia itu menyebutkan bahwa Indonesia siap memberikan beragam bantuan penguatan kapasitas untuk negara-negara IORA di berbagai bidang kemaritiman. “Kita siap untuk memberikan bantuan pelatihan dalam bidang aquaculture, pemetaan hidrografi, tsunami early warning system, mitigasi perubahan iklim kawasan pesisir, dan konservasi lingkungan laut,” jelasnya.

Dalam konteks Blue Economy, Indonesia juga siap memberikan bantuan dalam berbagai bidang, diantaranya penguatan kapasitas dalam budidaya perairan, pariwisata laut, dan investasi di bidang kemaritiman. Dalam konteks Blue Economy, Indonesia juga akan menunjukan perannya dengan menjadi tuan rumah dari the 2nd Blue Economy Ministerial Conference yang akan diadakan di Jakarta pada 9-10 Mei 2017. Delegasi Indonesia pada acara tersebut akan dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang kemaritiman.

Dengan berbagai inisitatif tersebut, dibarengi dengan sumbangan trust fund IORA yang signifikan, Indonesia diharapkan dapat terus menunjukan kepemimpinannya di IORA dan negara-negara anggotanya. “Kita ingin Indonesia menunjukkan peran besar dan membuat IORA tidak hanya sekadar forum gathering saja namun harus ada efek berkelanjutan,” pungkasnya. ***

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Foto Siaran Pers Berita Deputi Artikel Berita
Sort by
Menko Luhut Hadiri FGD TNI AL di Wisma Elang Laut
2017-12-18 12:15
Biro Informasi dan Hukum

1

25 Hari di KRI Dewa Ruci, Peserta: Kita Bangga, Kita Istimewa!
2017-12-16 10:00
Biro Informasi dan Hukum

1

Bali Masih Aman Jadi Destinasi Liburan
2017-12-15 14:19
Biro Informasi dan Hukum

1

Rakor Gunung Agung, Menko Luhut Pastikan Keadaan Bali Aman
2017-12-15 13:58
Biro Informasi dan Hukum

1

Kerja Sama Indonesia-Jepang, Kelola Sampah Menjadi Energi
2017-12-13 18:58
Biro Informasi dan Hukum

1

Semangat Deklarasi Djuanda untuk Kesejahteraan Rakyat
2017-12-13 14:29
Biro Informasi dan Hukum

1

Hari Nusantara 2017
2017-12-12 19:54
Biro Informasi dan Hukum

1

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Peran Strategis Kemaritiman Indonesia dalam IORA