Berita DeputiFotoDeputi 4

Percepat Upaya Pengelolaan Limbah B3 dari Kegiatan di Pelabuhan, Kemenko Marves Lakukan Kunjungan ke Batam

Dibaca: 12 Oleh Sabtu, 6 Februari 2021Februari 23rd, 2021Tidak ada komentar
Percepat Upaya Pengelolaan Limbah B3 dari Kegiatan di Pelabuhan, Kemenko Marves Lakukan Kunjungan ke Batam
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS

No.SP-74/HUM/ROKOM/SET.MARVES/II/2021

Marves – Jakarta, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Nani Hendiarti bersama Penasehat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Bidang Pertahanan dan Keamanan, Marsetyo melakukan kunjungan kerja ke Batam pada Jumat dan Sabtu (05-02-2021 s/d 06-02-2021). Kunjungan dilaksanakan dalam rangka percepatan upaya pengelolaan limbah B3 dari kegiatan kapal di pelabuhan dan lokasi labuh jangkar di sekitar perairan Batam.

Agenda kunjungan ke Pelabuhan Batu Ampar dan Pelabuhan Kabil dilakukan untuk melihat kesiapan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam) dalam membangun fasilitas penerima limbah cair dan padat di dalam kawasan reception facility (RF) dari kapal-kapal yang bersandar atau labuh jangkar di sekitar pelabuhan. Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan, Nani Hendiarti, menyampaikan bahwa keberadaan pembangunan RF di Pelabuhan Batu Ampar dan Pelabuhan Kabil diharapkan dapat menjadi solusi atas permasalahan pencemaran limbah B3 di Perairan Laut Batam yang selama ini terjadi. Dengan pembangunan fasilitas penanganan limbah, diharapkan kapal-kapal yang masuk ke perairan Batam tidak lagi membuang limbah cair B3 ke laut, melainkan dapat memanfaatkan fasilitas RF.

Baca juga:  Pejabat dan Staf PNS di Kedeputian Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marves Tanda Tangani Perjanjian Kinerja

Karena tidak adanya RF di pelabuhan menjadikan kendala bagi kapal-kapal tersebut untuk melakukan penanganan limbahnya sehingga tidak terkontrol dan bahkan disinyalir kapal-kapal tersebut membuang limbahnya di laut sebelum bersandar di pelabuhan. “Ketersediaan RF di pelabuhan menjadi sangat penting untuk menampung limbah dari kapal, termasuk dari kegiatan tank cleaning (pembersihan tangki) untuk selanjutnya diangkut ke lokasi pengolahan limbah,” kata Nani Hendiarti dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (09-02-2021).

Selain mengunjungi Pelabuhan Batu Ampar dan Kabil yang dikelola oleh BP Batam, Tim Kemenko Marves juga mengunjungi lokasi pengolahan limbah B3 milik PT. Mega Green Technology di kawasan Pengolahan Limbah B3 yang lokasinya tidak jauh dari Pelabuhan Kabil, serta pabrik pengolahan limbah PT. Batam Slop & Sludge Treatment Centre (PT. BSSTEC) yang terletak di Jembatan II Barelang.

PT. BSSTEC merupakan investasi PMA yang bergerak dalam usaha pengolahan limbah B3 dari kegiatan perkapalan secara terintegrasi dengan teknologi terkini, termasuk kegiatan tank cleaning. Dalam kawasan seluas 1,7 hektare ini, PT. BSSTEC telah membangun berbagai fasilitas pengolahan limbah cair dan padar berupa Sludge Storage, Processing Pit, Power Generation System, Emergency Generator, Oil Storage, dengan kapasitas untuk mengolah limbah minyak sebesar 40 MT/hari. Pengolahan limbah cair dan padat B3 menggunakan proses pyrolisis dengan produk sampingan berupa light oil (minyak ringan), heavy oil (minyak berat), residual wax (campuran minyak dan wax), produce water (air hasil produksi yang bisa diguna ulang) dan biochar (arang).

Baca juga:  Indonesia Menerima Bantuan Alat Medis dari Yayasan Amal Taiwan

Saat ini PT. BSSTEC telah mendapat persetujuan (ijin) untuk melakukan percobaan opersional selama 60 hari sebelum ijin secara permanen diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Pimpinan PT. BSSTEC, Agus R. menyampaikan bahwa realisasi investasi perusahaan saat ini telah mencapai sekitar Rp1,8 triliun dari rencana total investasi kedepan sebesar Rp7,2 triliun. Agus menambahkan bahwa Perusahaan berkomitmen untuk mendukung upaya pemerintah dalam pengelolaan limbah secara terpadu dengan teknologi tinggi dan tenaga kerja yang profesional serta memiliki tanggung jawab untuk turut menjaga kebersihan laut di sekitar Pulau Batam dan sekitarnya dari pencemaran yang diakibatkan oleh penanganan limbah minyak yang tidak terkelola dengan baik.

Kunjungan Tim Kemenko Marves ke Batam ini merupakan lanjutan dari rapat-rapat koordinasi yang dilaksanakan sebelumnya dalam rangka penanganan pencemaran perairan Batam akibat tumpahan minyak yang terjadi hampir setiap tahun. Sumber pencemar diindikasikan berasal dari kapal yang membuang limbah secara ilegal di tengah laut. Untuk itu pemerintah telah mengatur dan menetapkan beberapa lokasi labuh jangkar, menyiapkan reception facility, penertiban perusahaan tank cleaning dan mendorong investasi bagi industri pengolahan limbah dari industri perkapalan dan tank cleaning.

Baca juga:  Jamin Keamanan Stok Garam, Kemenko Maritim Dorong Revitalisasi Gudang

Penasehat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Bidang Pertahanan dan Keamanan, Marsetyo, menekankan pentingnya perbaikan mekanisme dan penegakan hukum dalam pengelolaan limbah di pelabuhan. Otoritas pelabuhan harus lebih ketat dalam pengawasan dan pemberian ijin atau Surat Persetujuan Berlayar (SPB).

Kapal yang akan masuk seharusnya melaporkan secara online jumlah limbah yang dibawanya dalam sistem pelaporan yang terintegrasi dalam INAPORT, dan SPB semestinya tidak dikeluarkan sampai kapal tersebut melaporkan secara benar pengelolaan limbahnya.

“Melalui kerja sama dan pengawasan yang ketat, diharapkan pencemaran lingkungan di perairan Batam dapat di tekan dan dapat terkontrol dan dikendalikan dengan baik,” ujar Marsetyo.

Pada Kunjungan kerja ke Batam ini juga diikuti oleh Deputi III BP Batam Sudirman Saad, perwakilan dari KLHK, Kemenhub, KSOP Batam, dan Dinas LH Kota Batam.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel