Berita DeputiFotoDeputi 3

Percepatan Pembentukan Ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai, Kemenko Marves Tinjau Kesiapan Produsen Kendaraan Listrik Gesits

Dibaca: 28 Oleh Rabu, 23 Desember 2020Tidak ada komentar
Percepatan Pembentukan Ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai, Kemenko Marves Tinjau Kesiapan Produsen Kendaraan Listrik Gesits
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves – Jakarta, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) terus berupaya mendorong percepatan pembentukan ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBL BB) di dalam negeri sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019. Kemenko Marves telah mendorong dan mengoordinasikan penyusunan kebijakan turunan terkait KBL BB.

Terkait hal ini, Asisten Deputi (Asdep) Industri Maritim dan Transportasi, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves, M. Firdausi Manti meninjau langsung produsen KBL BB yakni PT. Wika Industri Manufaktur atau pabrikan kendaraan listrik Gesits di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. KBL BB merupakan tipe atau jenis
kendaraan bebas polusi dan kendaraan bebas dari penggunaan BBM.

“Kemenko Marves telah melaksanakan diskusi dan kunjungan kepada produsen KBL BB roda dua dalam negeri, serta industri komponen untuk dapat memberikan dukungan langsung, mempercepat pembentukan ekosistem, serta menyerap permasalahan-permasalahan yang terjadi di lapangan,“ kata Asdep M. Firdausi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (22-12-2020).

Asdep M. Firdausi menjelaskan untuk mendorong sekaligus menpercepat pembentukan ekosistem KBL BB tersebut pemerintah melalui Kemenko Marves bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah bekerja sama dengan seluruh kementerian/lembaga (K/L), pemerintah daerah di 34 Provinsi, BUMN, dan swasta. Bahkan telah menyelenggarakan public launching KLB BB pada 17 Desember 2020.

Baca juga:  Menko Luhut Pimpin Rapat Geo Politik

“Sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat luas dan juga mendorong komitmen penggunaan KBL BB sebagai kendaraan dinas dan kendaraan operasional pemerintah untuk menciptakan pasar inisial,“ ujarnya.

Dalam diskusi dan kunjungan pada Senin kemarin (21-12-2020), Asdep M. Firdausi juga meminta produsen KBL BB yakni PT. Wika Industri Manufaktur agar dapat mempersiapkan diri untuk memenuhi permintaan pasar setelah sosialisasi dilakukan. Selain itu, Kemenko Marves juga mendorong Perusahaan Listrik Negara (PLN) bersama mitranya agar mendukung KBL BB melalui peningkatan pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU).

“Industri KBLBB dalam negeri melalui Asosiasi Sepeda Motor Listrik Indonesia (ASLI) harus bekerja sama proses sosialisasi kepada masyarakat terkait sepeda motor listrik termasuk kualitasnya. Selain penjulan secara konvensional, agar PT. Wika Industri Manufaktur juga dapat menjajaki peluang kerja sama penyewaan KBL BB dengan Grab agar pangsa pasar semakin luas. Kemenko Marves mendorong agar Gesits dapat memperbanyak varian sepeda motor listriknya,“ imbuhnya.

Dia melanjutkan bahwa Kemenko Marves juga mengajak Pusat Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN) Kementerian Perindustrian untuk mendukung produk KBL BB milik PT. Wika Industri Manufaktur ini agar terus meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Jika TKDN telah mencapai lebih dari 40 persen, maka Gesits akan menjadi kategori barang wajib dibeli ketika pengadaan yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Baca juga:  Menko Luhut Vidcon Dengan CEO Softbank Masayoshi Di Pendopo Kabupaten Banyuwangi

Diketahui pada 2020 dan 2021 pemerintah juga telah memiliki program subsidi sertifikat TKDN untuk 10.000 produk yang dapat dimanfaatkan oleh produsen KBL BB roda dua di Tanah Air. Peningkatan TKDN ini diharapkan dapat mendorong industri komponen KBL BB dalam negeri terus berkembang.

“Pemerintah melalui Kemenristek/BRIN dan LKPP juga telah mendukung Gesits dengan memasukkan Gesits ke dalam katalog inovasi pada e-catalogue. Kemenko Marves akan mendorong agar katalog tersebut dapat digunakan secara nasional dengan proses perizinan yang lebih sederhana dan mudah,“ tutup Asdep M. Firdausi.

Sementara itu, Direktur Utama PT Wika Industri Manufaktur, Muhammad Samyarto menyampaikan bahwa saat ini pihaknya sedang mengembangkan jaringan distribusi ke 17 provinsi terutama di Indonesia pada bagian tengah dan timur yang berpusat di Kota Surabaya. Pengembangan main dealer terus dilakukan dengan membangun jaringan sendiri dengan fokus bagaimana memasok Gesits ke dealer untuk memenuhi permintaan pasar.

“Jumlah Gesits yang ready stock saat ini mencapai 500 unit dan terus mengejar untuk memenuhi pesanan sebanyak 1.300 unit. Wika Industri Manufaktur juga telah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bali untuk membangun pabrik perakitan di Kabupaten Jembrana dengan berbasis industri hijau atau Green Industry,“ kata Samyarto.

Baca juga:  Kunjungan Menko Luhut ke Pondok Pesantren Salafitah Syafiyah Sukorejo

Samyarto menerangkan kini nilai TKDN pada sertifikat di Kementerian Perindustrian untuk sepeda motor Gesits telah mencapai 38,43 persen dan optimistis bisa meningkat mencapai 46 persen persen karena semakin banyaknya pasokan komponen dalam negeri yang digunakan. Sedangkan terkait kredit kepemilikan sepeda motor Gesits, Wika Industri Manufaktur telah bekerja sama dengan beberapa perusahaan jasa financial di antaranya BCA Multi Finance, Mega Finance, Adira Finance, dan CIMB Niaga Syariah.

“Kerja sama terus dijajaki dengan pihak lain untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam pembelian kendaraan Gesits. Wika Industri Manufaktur menjadikan Gesits sebagai sepeda motor listrik yang memiliki spesifikasi dan kualitas baik, sehingga diterima oleh masyarakat dan masyarakat dapat menilai bahwa sepeda motor listrik buatan dalam negeri secara kualitas mampu mengalahkan sepeda motor konvensional (Internal Combustion Engine). Ke depan Wika Industri Manufaktur akan mengembangkan varian lain untuk memenuhi permintaan pasar seperti jenis sepeda motor sport,“ ungkapnya.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel