FotoBerita DeputiDeputi 5

Perkuat Dukungan Gernas BBI Bagi Pelaku UMKM di Tengah Pandemi, Kemenko Marves Gelar Rapat Koordinasi

Dibaca: 56 Oleh Jumat, 26 November 2021Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 11 26 at 23.44.48
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS
No.SP-766/HUM/ROKOM/SET.MARVES/XI/2021

Marves – Bali, Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menginisiasi Rapat Koordinasi Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang melibatkan berbagai Kementerian/Lembaga (K/L), ecommerce, PJSP, dan Top Brand sebagai bagian dari Tim Gernas BBI bertempat di Bali, Jumat (26-11-2021).

Rapat ini bertujuan untuk memperkuat dukungan pemerintah bagi peningkatan kemampuan daya saing para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terutama di platform digital.

Pada pembukaannya Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves Odo RM. Manuhutu menyebutkan ada beberapa permasalahan yang dihadapi pelaku UMKM, akan tetapi permasalahan yang ada harus dianggap sebagai fondasi yang memperkuat Gernas BBI.

“Kita selalu berupaya untuk mendefisinikan permasalahan mulai dari pengembangan produk, kualitas, sampai dengan kuantitas sehingga kita dapat merangkum permasalahan yang ada, dan dari rangkuman itu akan kita bentuk sebagai fondasi untuk memperkuat kegiatan Gernas BBI ini,” ujar Deputi Odo.

Berdasarkan Keputusan Presiden  15/2021 pada pasal 3 Tim Gernas BBI 2022 berfokus pada Peningkatan UMKM/IKM/Artisan ke ekosistem digital; Peningkatan transaksi penjualan; dan Pendampingan dalam memulai dan mengembangkan jiwa kewirausahaan.

Baca juga:  Menko Luhut: Rencana Induk Pelabuhan Benoa dimulai Bulan September

Selain itu, tim juga akan meningkatkan monitoring dan evaluasi pelaksanaan target BBI 2022 dengan memberikan apresiasi bagi UMKM unggul dengan konsep panen setelah pendampingan selama 3 bulan. Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi yang diselenggarakan oleh K/L serta evaluasi capaian penjualan sehingga menjadi pembelajaran serta motivasi bagi UMKM/IKM/Artisan lainnya.

“Diharapkan dengan fokus yang sudah kita sepakati nantinya akan membuat Gernas BBI lebih komprehensif pada tahun depan,” lanjut Deputi Odo.

Kepada para peserta Rakor, dia menyampaikan bahwa pada kesempatan kali ini sudah nampak saling kerja sama antar K/L. “Tapi kita harus bertekad bersama-sama untuk mempertajam lagi tujuan BBI ini sehingga tahun depan dapat memperoleh hasil lebih baik dari yang sekarang,” Jelas Deputi Odo.

Kemudian, pembahasan berlanjut pada pusat-pusat pelatihan. Deputi Odo mengharapkan dari K/L ataupun platform-platform e-commerce dapat menyediakan pusat pelatihan di kota-kota besar dengan tetap memperhatikan pendampingan pada UMKM dan pelatihan tersebut harus terbuka untuk UMKM daerah tersebut.

“Pada intinya, Gernas BBI dibentuk bukan hanya memperhatikan dari sisi kuantitas penjualan sampai dengan pembelian saja, tetapi kita juga harus tetap mendampingi para pelaku UMKM, dan harus memudahkan UMKM untuk mendapatkan pelatihan tersebut,” tutup Deputi Odo.

Baca juga:  Kemenko Marves Koordinasikan Rencana Pembangunan WLP Muara Sungai Cisadane

Terjadinya Pandemi Covid-19 sejak 2020 lalu telah mengubah perilaku masyarakat, khususnya pada pelaku bisnis, usaha pariwisata, dan pelaku UMKM/IKM/Artisan yang berjualan secara offline (luring).
Untuk membantu UMKM/IKM/Artisan bangkit di tengah pandemi, pemerintah meluncurkan Gernas BBI pada 14 Mei 2020. Gerakan ini didukung oleh berbagai pemangku kepentingan baik pemerintah pusat/daerah, perbankan, pelaku usaha, media, top brand, asosiasi dan e-commerce.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel