Berita DeputiDeputi 4

Perkuat Kerja Sama Bidang Iklim, Deputi Nani Bahas Sejumlah Program dan Isu dengan Menteri Perubahan Iklim dan Lingkungan PEA

Dibaca: 69 Oleh Rabu, 10 November 2021Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 11 10 at 06.46.37 1
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS

No.SP-710/HUM/ROKOM/SET.MARVES/XI/2021

Marves – Glasgow, Deputi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Nani Hendiarti melakukan pertemuan dengan Menteri Perubahan Iklim dan Lingkungan (MOCCAE) Persatuan Emirat Arab (PEA), Mariam Bint Mohammed Saeed Hareb Almheiri di sela – sela rangkaian pertemuan COP26 Glasgow (05-11-2021). Menteri MOCCAE ini baru menjabat sejak bulan Oktober 2021.

Pada awal pertemuan Deputi Nani menyampaikan bahwa Indonesia akan menjadi tuan rumah KTT G20 tahun 2022. “Kami akan mengadakan G20 pada 2022 di Bali. Jadi, Presiden kami ingin membawa semua pemangku kepentingan ke acara tersebut. Beberapa isu penting dapat kita diskusikan lebih lanjut,” kata Deputi Nani dalam keterangannya, Glasgow, Jumat (05-11-2021).

Deputi Nani menambahkan bahwa Indonesia telah memiliki perjanjian kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan PEA. Karena itu, ia berharap upaya telah dibahas dan dituangkan dalam naskah MoU bisa segera ditindaklanjuti dalam bentuk penandatanganan Implementing Arrangement (IA) antar kedua belah pihak. “Kami berharap Direktur Jenderal MOCCAE dapat segera menandatangani MoU, dan tahun depan kita bisa mulai melakukan kegiatan kita bersama tim saya dan tim Anda,” ungkapnya.

Baca juga:  Pemerintah-Perguruan Tinggi Ramu Program Percepatan Pembangunan Danau Toba

Mariam Bint Mohammed Saeed Hareb Almheiri menyampaikan bahwa saat ini pemerintahan di negaranya sedang berencana untuk mempercepat sektor pertanian dan akan menerapkan energi terbarukan yang dinilai akan dapat menyelamatkan begitu banyak nyawa dan populasi di dunia. Selain itu, negaranya juga telah memiliki banyak proyek dan kerja sama, seperti dengan Amerika Serikat dan banyak negara lain di dunia.

“Namun, saya menyadari bahwa setiap negara tidak memiliki kondisi yang sama. Oleh karena itu, menurut saya yang terpenting bagi kita sekarang adalah kita harus menyepakati MoU dan segera melaksanakan program untuk mencapai tujuan kita,” ungkapnya kepada Deputi Nani.

Lebih lanjut Deputi Nani menyampaikan bahwa Indonesia juga memiliki program pertanian seperti di PEA, Food Estate di Sumatera Utara contohnya. Lahan ini khusus digunakan untuk menghasilkan sayuran seperti bawang putih, kentang dan lainnya.

Menurut Deputi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marves ini, adanya penjajakan kerja sama yang telah dilakukan dengan pemerintah PEA melaluinya MOCCAE akan memberikan kabar baik dan respons positif dari para pejabat terkait di kedua belah pihak. “Saya yakin menteri kami akan sangat senang dengan hasil dari pertemuan ini. Kami punya lokasi yang cocok yaitu di Belitung yang juga terkenal dengan keindahan terumbu karangnya untuk program kerja sama mangrove. Mungkin dalam waktu dekat kita bisa meluncurkan mangrove center kita,” ujar Deputi Nani.

Baca juga:  Simposium Ancient Lake Toba Digelar Sukses, Kemenko Bidang Kemaritiman Tinjau Langsung Pulau Samosir

Sementera itu dalam pertemuan tersebut, Menteri MOCCAE Persatuan Emirat Arab (PEA), Mariam Bint Mohammed Saeed Hareb Almheiri, menyambut positif apa yang telah disampaikan Deputi Nani terkait apa yang telah dikerjakan Pemerintah Indonesia selama ini dan rencana pelaksanaan kerja sama pengembangan mangrove.

Terkait ini, Mariam Bint Mohammed Saeed Hareb Almheiri menuturkan pihaknya kini tengah mempertimbangkan beberapa kebijakan atau solusi berdasarkan kondisi yang ada saat ini. “Kawasan mangrove akan bermanfaat bagi masyarakat dan wisatawan, terutama di wilayah pesisir. Mangrove merupakan salah satu tempat wisata bagi wisatawan untuk melihat spesies baru, habitat, dan masih banyak lagi. Kami bekerja untuk keanekaragaman hayati di tahun depan,” katanya.

Turut hadir mendampingi Deputi Nani dalam pertemuan tersebut Asisten Deputi Pengelolaan Perubahan Iklim dan Kebencanaan Kemenko Marves, Asisten Deputi Pengelolaan Sampah dan Limbah, serta pejabat dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel