ArtikelBeritaFotoBerita DeputiDeputi 3

Perkuat Kerja Sama Internasional, Kemenko Marves Selenggarakan Pembekalan Penyusunan Naskah Kerja Sama dan Teknik Negosiasi Perjanjian Internasional

Dibaca: 145 Oleh Rabu, 22 Desember 2021Tidak ada komentar
C5105B8F 81EA 4EBC 8FD2 2BE2DFA087DD
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves – Bogor, Untuk memberikan bekal kepada para pegawainya, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi melalui Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi menyelenggarakan kegiatan pembekalan tentang Penyusunan Naskah Kerja Sama dan Teknik Negosiasi Perjanjian Internasional Bidang Kemaritiman dan Investasi pada Senin (20 – 12 – 2021) yang diselenggarakan secara hybrid.

Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi, Lukijanto. Menurutnya, Kemenko Marves merupakan salah satu kementerian/lembaga yang berperan dalam melakukan kerja sama antarpemerintah RI dengan negara lain”, ujarnya dalam sambutan pembukaan.

Untuk itu, perlu dilakukan pembekalan tentang penyusunan naskah kerja sama dan teknik negosiasi perjanjian internasional, khususnya bagi pegawai baru di Deputi bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi.

“Saya harap kita semua dapat memahami secara utuh bagaimana proses Perjanjian Internasional itu dibuat, dan bagaimana perkembangannya saat ini, mengingat situasi saat ini yang berbeda karena adannya Pandemi Covid-19,” tambahnya.

Narasumber pada kegiatan ini adalah Sekretaris Direktorat Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional Kementerian Luar Negeri Sahadatun Donatirin dan perwakilan Departemen Hukum Bisnis Transnasional Fakultas Hukum UNPAD Prita Amalia.

Baca juga:  Deputi Safri Menghadiri Workshop Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GN-KPA 2018)

Kepala Bagian Administrasi Umum Romi Firman sebagai moderator sesi diskusi menyampaikan bahwa sebagian besar pegawai Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi adalah para generasi muda milenial. “Bekal tentang teknis negosiasi dalam perjanjian kerjasama internasional dan penyusunan dokumennya sangat diperlukan dalam menjalankan tugas dan fungsi Kemenko Marves untuk mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi Poros Maritim Dunia,” tegasnya.

Sekretaris Ditjen HPI Donatirin menekankan terkait lima hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan Perjanjian Internasional. “Lima Kriteria Aman dalam pembuatan Perjanjian Internasional adalah Politis, Yuridis, Teknis, Keamanan dan Keuangan”, terangnya.

Dalam situasi Pandemi Covid-19 saat ini, diplomasi di Indonesia dituntut untuk antisipatif, adaptif, dan tangkas. Termasuk diplomasi yang dilaksanakan di bidang maritim dan investasi. Upaya pada masa mendatang yang dapat dilakukan adalah menjadi fleksibel, menentukan prioritas kerja, serta optimal dalam menjalankan diplomasi.

Hal ini juga ditambahkan oleh Prita terkait bagaimana melakukan negosiasi atau perundingan awal, sehingga tercapai suatu kesepakatan yang strategis dan mewakili kepentingan nasional.

Baca juga:  Susun Haluan Maritim 2025-2045, Kemenko Marves Gandeng Unhas

Kemudian, dalam kegiatan tersebut juga disampaikan bagaimana membuat Minutes of Meeting (MoM) yang baik sehingga seluruh poin-poin pembahasan rapat hasil koordinasi atau negosiasi/perundingan dapat terdokumentasi dengan baik. Lalu, bagaimana menuangkan poin-poin yang menjadi kesepakatan bersama antara para pihak ke dalam sebuah naskah perjanjian.

“Tujuan perancangan kontrak bisnis internasional ini adalah untuk memformalkan secara hukum kesepakatan-kesapakatan yang telah disetujui kedua pihak, menyusun klausul-klausul yang dapat dipahami, memuat hak dan kewajiban para pihak, dan klausul-klausul antisipatif”, ulasnya.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel