Deputi 5Berita Deputi

Perkuat Kolaborasi, Kemenko Marves Koordinasikan Creative Hub di Kabupaten Samosir

Dibaca: 106 Oleh Jumat, 9 Oktober 2020Oktober 19th, 2020Tidak ada komentar
Perkuat Kolaborasi, Kemenko Marves Koordinasikan Creative Hub di Kabupaten Samosir
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves – Samosir, Pemerintah melalui Kedeputian Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) berkunjung ke salah satu kabupaten di Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba, yakni Kabupaten Samosir pada  Kamis (08-10-2020). Kunjungan ini bertujuan untuk bertemu dengan pihak pemda setempat untuk membahas tentang pengembangan ekonomi kreatif melalui creative hub.

Kepala Bidang (Kabid) Inovasi Pengembangan Produk Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  Kemenko Marves Trukan Sri Bahukeling yang memimpin kunjungan menyatakan bahwa pembahasan ini terkait erat dengan proses pengembangan pusat ekonomi kreatif (Creative Hub). “Nantinya Creative Hub ini dikelola secara kolaboratif oleh Pemerintah Daerah, pelaku usaha ekonomi kreatif, UMKM, komunitas ekonomi kreatif lokal, dan pelaku usaha penunjang lainnya untuk menjadi wadah bagi ekosistem ekonomi kreatif melakukan aktifitas inkubasi bisnis, mentoring, pelatihan, business matching, pameran dan berpotensi menjadi destinasi pariwisata atraksi,” ujar Kabid Trukan

Menurut Trukan, sesuai dengan Janji Presiden Kode J_102, Creative Hub yang dibangun akan diisi dengan berbagai pelatihan kelas terampil dan juga sponsorship untuk kegiatan anak muda dan komunitas. Janji Presiden yang diimplementasikan sebagai program prioritas Kemenparekraf melalui pembangunan dan pengembangan creative hub Creative Hub di kawasan DPSP Danau Toba, tepatnya di Kabupaten Samosir.

Baca juga:  Indonesia, Papua Nugini, Solomon Island dan Timor Leste Kerja Sama Nominasikan Sunda Kecil dan Bismarck Solomon Sebagai Bentang Laut Prioritas

Kemenparekraf berharap Creative Hub dapat mendukung pelaku kreatif berjejaring, berorganisasi, mengembangkan bisnis, dan mempererat ikatan komunitas. Aktivitas yang terjadi di Creative Hub diharapkan mampu menumbuhkan ruang kreatif, menciptakan co-working space yang menyenangkan, dan makerspace yang dapat mempertemukan inovator-inovator muda. Lebih mendasar, Creative Hub digunakan sebagai sarana kolaborasi antara berbagai macam stakeholder mulai dari pemerintah daerah, swasta, komunitas lokal, dan ekonomi kreatif di daerah DPSP Danau Toba, Kabupaten Samosir.

Kabid Trukan menyatakan bahwa kolaborasi memang sangat diperlukan dalam menciptakan sebuah ekosistem yang baik dalam pengelolaan DPSP Danau Toba ini, terutama dalam proses pengembangan Creative Hub.

“Kita bersemangat dengan proses pembangunan kawasan DPSP Danau Toba ini terutama dalam kolaborasi dengan berbagai pihak seperti UMKM dan teman-teman komunitas di sini. Proses kolaborasi ini harus didukung antara satu pihak dengan pihak yang lainnya agar program DPSP dan juga Creative Hub dapat berhasil,” katanya.

Kabid Trukan juga menambahkan mengenai proses digitalisasi ekonomi di kawasan DPSP Danau Toba, khususnya di Kabupaten Samosir. “Dalam proses pembangunan DPSP Danau Toba kami bisa membantu memperkuat koordinasi  program digitalisasi untuk UMKM. Harapannya adalah dengan masuknya proses digitalisasi perekonomian, semua UMKM akan lebih mudah dalam menjangkau target pasarnya dan membantu perekonomian masyarakat secara lebih efektif dan efisien,” kata Kabid Trukan.

Baca juga:  Beri Pelatihan di NTB, Kemenko Maritim Bahas Blue Economy di Indonesia

Proses digitalisasi dalam ekosistem perekonomian di kawasan DPSP Danau Toba dan secara khusus di Kabupaten Samosir dilatarbelakangi juga oleh Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI). Gerakan ini ingin mendorong seluruh UMKM untuk mempercepat perputaran siklus ekonomi lokal, memperkuat kelangsungan usaha dan pemasaran, menumbuhkan rasa bangga dan pro bagi produk lokal, dan mendorong national branding produk lokal. Dengan adanya tujuan dari Gernas BBI ini, ekosistem digital bagi ekonomi di dalam suatu masyarakat, khususnya masyarakat di daerah DPSP Danau Toba menjadi penting.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Samosir Saul Situmorang menyatakan dukungannya terkait proses digitalisasi bagi UMKM ini dan juga mendukung program ini agar dapat cepat terlaksana.

“Saya ingin program digitalisasi di Samosir ini bisa cepat terlaksana. Karena ini akan sangat membantu kegiatan perekonomian di kawasan Samosir,” ujar Kabupaten Samosir, Saul Situmorang.

Di kesempatan yang sama, Ketua Komunitas Samosir Coffee Synergy yang  juga hadir mewakili UMKM di Kabupaten di juga menyambut baik proses digitalisasi di kawasan DPSP Danau Toba.

Baca juga:  Menko Luhut Berharap Jepang Bisa Mengerjakan Kereta Cepat Semi Cepat

“Kita siap sekali untuk proses digitalisasi di Samosir karena di sini sudah ada banyak UMKM dan komunitas kopi yang aktif. Strategi digitalisasi akan sangat membantu teman-teman UMKM kopi di Samosir,” ujar Ketua Komunitas Coffee Synergy.

Diharapkan dengan adanya kunjungan dan monitoring ke DPSP Danau Toba, Kabupaten Samosir pembangunan dari Creative Hub dapat dengan cepat selesai terlaksana dan pelaku UMKM, komunitas lokal, dan pelaku ekonomi kreatif dapat dengan cepat terbantu perekonomiannya, khususnya dalam bidang pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah setempat.

Kunjungan ini diikuti pula oleh Kepala Divisi Amenitas dan Daya Tarik Pariwisata Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba Ristiyanto, Koordinator Ekonomi Digital Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Doni Setiawan, serta Direktur Komunikasi DANA Agustina.

Biro Komunikasi
Kementerian Bidang Koordinator Kemaritiman dan Investasi RI

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel