Berita DeputiDeputi 3

Perlu Dukungan Bahan Timbunan Infrastruktur Tol-Tanggul Laut Semarang-Demak dan Pengamanan Pesisir Pantai Utara Jawa Tengah, Kemenko Marves Adakan FGD

Dibaca: 42 Oleh Rabu, 1 September 2021Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 09 01 at 09.54.15
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS
No.SP-542/HUM/ROKOM/SET.MARVES/VIII/2021

Marves-Jakarta, Menindaklanjuti rapat koordinasi (rakor) teknis yang sebelumnya diadakan secara daring pada Kamis (12-08-2021), Asisten Deputi Infrastruktur Dasar, Perkotaan, dan SDA, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Asdep IDPSDA Kemenko Marves) mengadakan focus group discussion (FGD) untuk membahas dukungan penyediaan bahan timbunan infrastruktur Tol-Tanggul Laut Semarang-Demak dan Pesisir Pantai Utara Jawa. Kegiatan tersebut diadakan pada Kamis (26-08-2021).

FGD ini menjadi bentuk dukungan Kemenko Marves dalam mengoordinasikan bidang sumber daya air dan rekayasa pantai, sekaligus menjalankan fungsi Delivery Assurance Unit pelaksanaan Proyek Strategis Nasional_ sesuai amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2020 dan Major Project Pengamanan Pesisir 5 Perkotaan Pantura Jawa, termasuk wilayah Semarang-Demak. Selain itu, dengan diadakannya FGD diharapkan mampu diperoleh masukan, kritik, saran, maupun solusi dari para peserta.

Pertama-tama, acara dibuka oleh Sekretaris Deputi (Sesdep) Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Lukijanto. Dalam sambutannya, beliau menyebutkan bahwa sebagai pelaksanaan implementasi kebijakan pengamanan Pantai Utara Jawa Tengah serta upaya pengendalian banjir rob, khususnya terkait pembangunan Jalan Tol-Tanggul Laut Semarang-Demak diperlukan upaya mitigasi dan pembahasan untuk memastikan pelaksanaannya berjalan lancar.

Baca juga:  Penandatanganan PK Tahun 2021 Lingkup Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif , Deputi Odo: Komitmen Menyatukan Visi Misi untuk Mencapai Target Nasional

Diketahui pada seksi I yang dibangun di atas perairan laut membutuhkan material timbunan sebagai penopang konstruksi. Jumlah kebutuhan material timbunan pembangunannya adalah antara 9-10 juta m3. “Kebutuhan material timbunan yang tidak sedikit ini diperkirakan menimbulkan dampak lingkungan, baik pada lokasi kegiatan maupun pada sumber material timbunan, sehingga perlu direncanakan dengan baik serta dilakukan pemantauan dan evaluasi pada pelaksanaannya,” beber Sesdep Lukijanto.

Walaupun begitu, Guru Besar Ekonomi Lingkungan dan Sumber Daya Institut Pertanian Bogor Akhmad Fauzi menegaskan tentang pentingnya menerapkan model multifungsi sumber daya melalui konsep blue infrastructure. Melalui paparannya, ia menjelaskan bahwa kita harus memanfaatkan sumber daya laut dan pesisir untuk penguatan kepentingan infrastruktur agar mampu memperkaya sumber daya alam dan memberikan manfaat bagi manusia. Model ini juga menawarkan biaya rendah biaya yang bersifat non-struktural terhadap pengamanan bencana, khususnya di Pantai Utara Jawa.

Terkait jumlah timbunan, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah Peni Rahayu menyebutkan bahwa berdasarkan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), kebutuhan tanah urugan untuk penimbunan tanggul, badan jalan, dan bahu jalan mencapai 4.161.688 m3.

Baca juga:  Kemenko Maritim Lakukan Uji Konsekuensi terkait Klasifikasi Informasi yang Dikecualikan

Dalam FGD, perwakilan Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan yang diwakili oleh Koordinator Kawasan Strategis Syofyan Hasan, memaparkan tentang rencana pola ruang laut Kawasan Strategis Nasional Kedungsepur di Zona U16 (Zona Fasilitas Umum) yang memerlukan penyediaan fasilitas umum yang dapat mendukung aktivitas masyarakat. Beberapa hal yang dimaksud, mencakup sarana dan prasarana jalan, tanggul laut, dan/atau jembatan yang menghubungkan sebagian perairan Kota Semarang dengan sebagian perairan Kabupaten Demak, juga Sebagian perairan Kota Semarang dengan sebagian perairan Kabupaten Kendal.

Sementara itu, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Tengah Sujarwanto Dwiatmoko menyebutkan bahwa disana terdapat dua potensi bahan galian, yaitu mineral logam (pasir besi) dan batuan. Guna mendukung PSN Tol-Tanggul Laut, pihaknya pun telah menyediakan data terkait potensi tersebut.

Selanjutnya, hasil yang diperoleh dari FGD ini akan digunakan sebagai bahan rumusan model pemanfaatan sumber daya kelautan untuk pembangunan infrastruktur berkelanjutan dan pengamanan Pantai Utara Jawa Tengah.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Baca juga:  Kemenko Marves Dorong Peningkatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan di Sukabumi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel