InformasiNarasi Tunggal

Poin-poin Kebijakan Penurunan Tarif Angkutan Udara

Oleh 10 Jul 2019 Agustus 2nd, 2019 Tidak ada komentar
Poin-poin Kebijakan Penurunan Tarif Angkutan Udara
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Sebagai wujud komitmen Pemerintah dalam rangka menyediakan penerbangan murah bagi masyarakat dan wujud keberpihakan seluruh pelaku industri terkait, untuk bersama-sama menanggung beban dalam penyediaan penerbangan murah yang terjangkau masyarakat. Maka, Pemerintah bersama seluruh badan usaha terkait, yaitu Maskapai Garuda Indonesia Grup, Maskapai Lion Air Grup, Angkasa Pura I (API), Angkasa Pura II (APII), Pertamina,Perum LPPNP/ AirNav Indonesia, berkomitmen untuk menyediakan penerbangan murah bagi masyarakat, melalui rangkaian kebijakan sebagai berikut:

  1. Penerbangan murah disediakan untuk jadwal tertentu (keberangkatan pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu pukul 10.00–14.00), untuk penerbangan nofrills atau Low Cost Carrier (LCC) Domestik tipe pesawat jet, dengan penurunan tarif sebesar5 0% dari TBA LCC, untuk 30% dari total kapasitas pesawat.
  2. Penerbangan murah disediakan oleh Maskapai Citilink (62 flight atau 3.348 seat per hari), dan Maskapai Lion Air (146 flight atau 8.278 seat perhari).
  3. Kebijakan penerbangan murah ini mulai disediakan dan berlaku efektif sejak 11 Juli 2019.
  4. Penerbangan murah tersebut akan mengikuti mekanisme izin rute dari Kementerian Perhubungan.

Untuk memberikan kejelasan mengenai kebijakan ditingkat teknis dan memberikan pedoman dalam pelaksanaan dilapangan, maka kesimpulan dan tindak lanjut yang harus dilakukan di tingkat teknis sebagai berikut:

  1. Pemberian penurunan tarif sebesar 50% dari TBALCC untuk sebanyak 30% dari total kapasitas pesawat, dilakukan melalui pembagian beban bersama (sharing the pain) yang melibatkan pihak Maskapai (Garuda Indonesia dan Lion Air Group), Pengelola Bandara (Kementerian Perhubungan, AP1 dan AP2), Pertamina, dan AirNav Indonesia.
  2. Pembagian beban dilakukan atas Total-Loss akibat penurunan harga, yang dibagi secara proporsional kepada semua pihak terkait, dengan mendasarkan pada proporsi peran setiap pihak pada struktur biaya penerbangan (persentase Beban Loss-Sharing).
  3. Total-Loss adalah besaran biaya yang menggambarkan selisih antara Harga Tiket Aktual rata-rata di jadwal tertentu, dengan besaran Harga 50% dari TBALCC dijadwal tertentu.
  4. Komponen biaya Total-Loss adalah:

a)Actual fuel burnt untuk flight penerbangan dijadwal tertentu(Pertamina)
b)Enroute-Charge dan Terminal Navigation Charge untuk flight penerbangan dijadwal tertentu(AirNavIndonesia)
c)Parking-fee pada saat Departure dan Landing-fee pada saat Arrival, untuk flight penerbangan dijadwal tertentu (Kementerian Perhubungan, AP1 dan AP2).
d)Selisih dari Total-Loss dikurangi komponen biaya 1), 2) dan 3) diatas (Maskapai:Garuda IndonesiaGroupdanLionAirGroup).

Jakarta,10Juli2019

KepalaBiroHukumPersidangandanHubunganMasyarakat
KementerianKoordinatorBidangPerekonomian

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel