BeritaFoto

Program Prioritas Pemerintah Dalam Pengembangan Sentra Ekonomi Garam Rakyat (Segar) Dengan Kemitraan Multi Pihak

Dibaca: 5 Oleh Kamis, 8 April 2021April 14th, 2021Tidak ada komentar
Program Prioritas Pemerintah Dalam Pengembangan Sentra Ekonomi Garam Rakyat (Segar) Dengan Kemitraan Multi Pihak
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS
No.SP-240/HUM/ROKOM/SET.MARVES/IV/2021

Marves – Cirebon, Sampai dengan tahun 2024, pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memiliki program prioritas pengembangan Sentra Ekonomi Garam Rakyat (SEGAR). Program yang bertujuan untuk membangun kemandirian dan meningkatkan daya ekonomi dan daya saing daerah, serta mengangkat kesejahteraan petambak garam.

Tenaga Ahli Menko Tukul Rameyo Adi dalam kunjungan kerja ke Cirebon – Indramayu dilanjut dengan survey lapangan ke Krangkeng dan Bungkolor pada Kamis–Jum’at (8-9 April 2021). Kawasan garam yang berpotensi untuk di kembangkan sebagai SEGAR berada pada 44 kabupaten yang tersebar dalam 9 provinsi.

“Sebaiknya pengembangan SEGAR tidak dilakukan secara serentak, tetapi bertahap menerapkan model kurva pembelajaran, Di awali dengan pengembangan skala kecil atau kawasan percontohan, untuk mendapatkan pengalaman dan pembelajaran serta model bisnis yang tepat. Kawasan percontohan sebaiknya dibuat lebih dari satu, hasil pengalaman dan pembelajaran dari kawasan kawasan percontohan itu akan dijadikan basis untuk pembangunan SEGAR dengan skala yang lebih luas,” tuturnya.

Baca juga:  Sosialisasi Pengelolaan Surat dan Arsip di Lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman

Kawasan garam rakyat Cirebon–Indramayu diusulkan sebagai salah satu kawasan percontohan (Showcase) berbasis klaster. Klaster percontohan Bungkolor-Krangkeng yang terletak pada perbatasan Cirebon dan Indramayu ini digulirkan pada Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon yang bermitra dengan PT. Anta Tirta Karisma, dengan menerapkan teknologi dan inovasi penggaraman terkini seperti sistem tunel dan prisma.

Lahan percontohan SEGAR di Cirebon yang merupakan usulan Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon dengan PT. Anta Tirta Karisma dengan target produksi 500.000 ton/tahun yang terbagi ke dalam 10 unit pengelolaan, masing-masing pengelolaan seluas 100 ha.

Kawasan percontohan Bungkolor-Krangkeng dimulai dengan luas 100 ha pada tahun 2021, dan pada tahun berikutnya akan ditingkatkan sampai 1.000 ha. Dengan luas 1.000 ha diharapkan tidak hanya dapat memproduksi sekitar 500.000 ton/tahun dengan kualitas premium (97%), tetapi juga air minum dan mineral laut lainnya yang memiliki nilai jual tinggi.

Demikian juga diharapkan dapat mendorong tumbuhnya industri hilir yang memiliki produk bernilai tambah, seperti garam kesehatan, garam aromatik, aneka garam bumbu, serta munculnya usaha-usaha jasa berbasis garam rakyat.

Baca juga:  Kemenko Marves Turut Serta Membangun Strategi Kuliner Indonesia Lebih Mendunia

Dalam kunjungan kerja ke Cirebon untuk persiapan pembangunan klaster percontohan 100 ha, Tukul Rameyo menambahkan upaya pengembangan ekonomi kawasan seperti SEGAR perlu dukungan inovasi yang terus menerus. Oleh karena itu kawasan percontohan Bungkolor-krangkeng juga akan diperkuat dengan Pusat Inovasi-Bisnis Garam.

Tuk Ram menambahkan Pusat ini akan menjadi motor penggerak pembangunan ekonmi kawasan yang berkelanjutan, memiliki fungsi R&D, inkubator (Pengembangan Startup) serta kawasan industri.

“Pengembangan pusat inovasi bisnis berbasis pada model kemitraan multi pihak mencangkup Universitas, Pemerintah, swasta, masyarakat dan juga media. Pusat Inovasi-Bisnis Garam diharapkan akan mendapat dukungan dari pemangku kunci Kemenko Marves, Kementerian Kelautan dan perikanan, ITB, dan MTCRC, ” Pungkas Tuk Ram.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel