BeritaBerita DeputiDeputi 3

Promosikan Kerja Sama Kawasan Industri Strategis, Indonesia dan RRT selenggarakan Two Countries Twin Parks Global Investment Conference

Dibaca: 72 Oleh Kamis, 15 Juli 2021Juli 16th, 2021Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 07 15 at 15.02.28 1
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS
No.SP-437/HUM/ROKOM/SET.MARVES/VII/2022

Marves – Jakarta, Pada Kamis (15-07-2021) telah diselenggarakan Indonesia-China Two Countries Twin Parks Global Investment Promotion Conference 2021 secara serentak di Indonesia dan RRT dengan dihadiri sekitar 200 peserta dan disaksikan oleh ribuan pengusaha Tiongkok, Indonesia dan global live streaming. Peserta terdiri atas perwakilan dari pemerintahan kedua negara, pihak swasta pengelola kawasan industri, pengusaha dan investor, perwakilan lembaga keuangan, serta konsultan hukum yang bertujuan untuk menyampaikan dan mempromosikan peran potensial masing-masing dalam penguatan kerja sama ekonomi di kedua negara.

Acara ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan MoU Two Countries Twin Parks di Danau Toba, Parapat pada 12 Januari 2021 lalu. Kedua pihak sepakat untuk mendorong dan mempromosikan pengembangan kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan dan investasi yang berkelanjutan dan saling menguntungkan dengan melibatkan tiga kawasan industri dari Indonesia, yaitu Batang, Bintan dan Aviarna dan satu kawasan industri dari Tiongkok.

“Tidak dapat dipungkiri bahwa pandemi telah memberikan dampak yang begitu besar bagi sektor perekonomian dan perdagangan. Oleh karena itu, kita harus mampu menciptakan konsep kolaborasi ekonomi baru yang relevan dengan langkah mitigasi terhadap situasi ini,” buka Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang hadir secara virtual dalam acara 2021 Indonesia-China “Two Countries Twin Parks” Global Investment Promotion Conference tersebut.

Baca juga:  Menko Luhut Mendengarkan Paparan Pak Hernando Terkait Analisis Pusat Perbelanjaan di Kantor Marves

Menurut Menko Luhut, pemerintah Indonesia sepenuhnya berkomitmen untuk menyukseskan program Two Countries Twin Parks (TCTP). Diapun menyatakan bahwa pemerintah Indonesia menyambut baik setiap usaha yang dilakukan untuk mempercepat proyek tersebut.

“Untuk memperlancar implementasinya, kami turut mengundang berbagai kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, BUMN dan perwakilan sektor swasta dalam acara ini agar dialog dan diskusi dapat langsung berjalan. Kami percaya bahwa kita semua yang hadir dalam acara ini berkepentingan dalam menghadapi tantangan yang sama,” pungkas Menko Luhut.

Menyambung yang disampaikan Menko Luhut, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa seluruh pihak yang terlibat dalam kerja sama ini dapat memanfaatkan peluang dengan membangun lebih banyak kemitraan dan peluang komersial antara bisnis dan sektor swasta di kedua negara. Adapun, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu langkah baik dalam menjalin hubungan investasi dan perdagangan, mempromosikan dan meningkatkan kepercayaan dalam kerja sama antara kedua negara. Gubernur Jawa Tengah, Gubernur Kepulauan Riau, Walikota Semarang, Bupati Batang, serta Bupati Bintan juga menyatakan dukungannya dalam proyek ini dan mendorong agar Indonesia dapat mengambil manfaat atas kerja sama ini.

Baca juga:  Persiapan Jelang Ekspedisi Nusantara Jaya 2017 bersama KRI Dewa Ruci

Sebagai informasi, bentuk dari program kerja sama kedua negara adalah disepakatinya 3+1 Kawasan Industri untuk masuk dalam lingkup Two Countries Twin Parks. Tiga kawasan industri di Indonesia terdiri atas Kawasan Industri Terpadu Batang, Kawasan Industri Aviarna dan Bintan Inti Industrial Estate, sedangkan satu kawasan industri dari pihak RRT adalah Yuanhong Investment Zone di Fuqing, Kota Fuzhou, Provinsi Fujian. Kerja sama ini akan menjadi model baru kerja sama industri diantara kedua negara yang akan membentuk dasar yang efisien bagi investasi dan perdagangan dua arah sekaligus memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.

Terkait kerja sama kedua negara, Asisten Menteri Perdagangan RRT Ren Hongbin mengatakan, Indonesia dan RRT adalah mitra strategis dan komprehensif bagi satu sama lain. Sejak 2020, RRT dan Indonesia telah menghasilkan pencapaian yang memuaskan di bidang kerja sama ekonomi dan perdagangan, sebagai upaya mengatasi dampak berat dari pandemi. “Kerja sama perekonomian dan perdagangan pada kedua negara terus mempertahankan momentum yang kuat dengan volume perdagangan bilateral mencapai 43,63 miliar dolar AS,” jelasnya.

Duta Besar RI untuk RRT, Djauhari Oratmangun yang hadir langsung di Fujian menekankan bahwa proyek TCTP merupakan salah satu proyek nyata dalam kerangka kerja sama Global Maritime Fulcrum and Belt and Road Initiatives. Kedua negara telah sepakat untuk mempercepat pengembangan koridor ekonomi.

Baca juga:  Menko Luhut Memberikan Ceramah Kepada Peserta PPRA LX dan PPRA LXI Lembaga Ketahanan Nasional

Duta Besar RRT untuk Indonesia Xiao Qian yang turut hadir secara virtual mengungkapkan bahwa bentuk kerja sama TCTP meliputi industri tradisional seperti pengolahan makanan, kelautan dan perikanan serta perdagangan dan logistik. Namun tidak hanya itu, kerja sama tersebut juga berfokus pada bidang yang sedang berkembang seperti ekonomi digital, energi hijau, dan sebagainya.

“Ini akan membuka lapangan kerja, teknologi, dan pendapatan pajak bagi Indonesia, serta di saat yang sama menjadi proyek percontohan bagi transformasi industri,” tambahnya. Menurutnya, setiap kawasan industri memiliki karakteristik dan keunggulan masing-masing dalam hal lokasi, transportasi, basis industri serta sumber daya. “Kerja sama ini dapat menjadi contoh akan bentuk baru kerja sama antara kedua negara,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, telah dilakukan pula penandatanganan beberapa kerja sama yang melibatkan rencana investasi RRT di kawasan industri Batang, Bintan, dan Aviarna dengan total nilai investasi sekitar 18,1 triliun Rupiah atau sekitar 8,1 miliar RMB (setara dengan sekitar 1,2 miliar dolar AS).

Pada masa mendatang, kedua negara sepakat akan dilakukan koordinasi yang lebih erat dalam mengimplementasikan proyek dan membuat model kerja sama kawasan industri.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel