Berita

Rakor Bersama Gubernur Bengkulu dan Kantor Staf Presiden, Kemenko Marves Bahas Percepatan Pembangunan Infrastruktur Major Project dan PSN di Provinsi Bengkulu

Dibaca: 17 Oleh Senin, 21 Desember 2020Tidak ada komentar
Rakor Bersama Gubernur Bengkulu dan Kantor Staf Kepresidenan, Kemenko Marves Bahas Percepatan Pembangunan Infrastruktur Major Project dan PSN di Provinsi Bengkulu
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

 

Marves – Jakarta, Pemerintah sedang membahas percepatan pembangunan infrastruktur Major Project dan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Provinsi Bengkulu. Mewakili Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Asisten Deputi (Asdep) Infrastruktur Dasar, Perkotaan, dan Sumber Daya Air, Rahman Hidayat mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur Major Project kewilayahan bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, memenuhi pelayanan dasar, dan mengurangi kesenjangan serta menjamin pemeratan antarwilayah.

Major Project lintas sektoral diharapkan bisa menjadi langkah konkrit dalam mengatasi permasalahan di berbagai lini pembangunan,” ujarnya di Jakarta pada Senin (21-12-2020). Selain itu Major Project juga diharapkan dapat menjadi acuan pembahasan dalam berbagai forum koordinasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah. “Hal ini untuk memastikan kesiapan pelaksanaan Major Project serta dukungan yang dibutuhkan dari berbagai instansi yang terlibat, baik itu pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan badan usaha masyarakat,” tambah Asdep Rahman.

Diapun menjelaskan Major Project merupakan salah satu bentuk penekanan kebijakan dan pendanaan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 – 2024 yang telah disusun berupa proyek prioritas terpilih atau pengintegrasian beberapa proyek prioritas yang dapat bersifat lintas program prioritas, kegiatan prioritas, dan/atau prioritas nasional.

Baca juga:  Sektor Perikanan Budidaya Bisa Gerakkan Ekonomi Nasional

“Saya baru pulang dari Pulau Enggano, bila dibandingkan dengan kedatangan saya beberapa tahun lalu, memang kondisinya sekarang jauh lebih baik. Dalam Major Project di pulau-pulau kecil terluar, pulau Enggano menjadi salah satu lokasi pengerjaan jalan trans Sumatera 2020-2024 yang pelaksanaannya dari PUPR dan Pemda,” ujarnya.

Pada Rakor percepatan pembangunan infrastruktur Major Project dan PSN di Bengkulu pada Kamis (17-12-2020) ini, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyatakan bahwa pada prinsipnya pelaksanaan pembangunan Jalan Tol Lubuklinggau-Curup-Bengkulu pada tahap I (Bengkulu-Taba Penanjung) sepanjang 17,6 Km tidak terdapat persoalan yang signifikan. Jika ada persoalan yang muncul maka akan diselesaikan secara komprehensif.

“Harapan Pemprov Bengkulu adanya pembangunan jalan tol yang terhubung langsung dengan pelabuhan Pulau Bay ini akan mewujudkan mimpi masyarakat Bengkulu untuk menjadikan Pelabuhan Pulau Bay sebagai Port Intergrated pertama di Tengah Wilayah Sumatera,” kata Rohidin dalam Rakor tersebut.

Menurut Rohidin dengan adanya kesepahaman antara PT. Pelindo II sebagai perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang pengelola pelabuhan akan menjadikan Pelabuhan Pulau Bay pintu utama distrubusi logistik, barang, dan jasa, sehingga volumenya dapat meningkat ke depannya.

Baca juga:  Deputi III dan Deputi VI Kemenko Marves Sepakat Memperkuat Koordinasi Program Strategis (2)

Sementara itu, perwakilan Kantor Staf Presiden, Helson Siagian mengatakan bahwa perlu adanya percepatan pelaksanaan konsinyasi terhadap 13 bidang di wilayah Desa Jumat dan diindikasikan adanya potensi konsinyasi di Desa Sukarami, Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah. Helson pun meminta agar Gubernur dan Kepala daerah setempat membantu melakukan percepatan pembebasan lahan sampai clean and clear tersebut sehingga proses pembangunan Major Project dan PSN dapat berjalan baik.

Disamping itu, Project Director Ruas Lubuklinggau-Curup-Bengkulu tahap I dari PT. Hutama Karya (Persero), Sri Hastuti Hardiningsih menjelaskan bahwa pembangunan tahap I yang kini berlangsung memiliki panjang 17,6 KM dan progres pengerjaannya sudah mencapai 46,811 persen. Sedangkan Tahap II dan III sedang dalam proses perencanaan.

”Kendala yang sedang dialami sekarang adalah dari segi pendanaan, Penyertaan Modal Negara (PMN) pada tahun 2020 belum direalisasikan oleh Pemerintah,” ungkap Sri menambahkan.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel