FotoBerita DeputiDeputi 2Siaran Pers

Rakor dengan Jajaran Ditjen KKP, Bahas Sinkronisasi Program, Jadwal Kerja 2021, dan Program Kerja 2022

Dibaca: 22 Oleh Selasa, 16 Februari 2021Februari 18th, 2021Tidak ada komentar
Rakor dengan Jajaran Ditjen KKP, Bahas Sinkronisasi Program, Jadwal Kerja 2021, dan Program Kerja 2022
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS
No.SP-98/HUM/ROKOM/SET.MARVES/II/2021

Marves – Bogor, Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) Sinkronisasi Program dan Jadwal Kerja tahun 2021 dan Perencanaan Program Kerja tahun 2022. Tujuan diadakannya rakor ini adalah untuk melakukan sinkronisasi program dan jadwal kerja tahun 2021, serta merencanakan program kerja tahun 2022 bersama setiap Direktorat Jenderal (Ditjen) terkait dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yaitu Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, kemudian Ditjen Perikanan Tangkap, Ditjen Perikanan Budidaya, serta Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM). Rakor dipimpin oleh Asisten Deputi (Asdep) Peningkatan Daya Saing Dedy Miharja, dengan fokus pada strategi peningkatan dan pencapaian indikator utama serta target dari Perpres No. 18 Tahun 2020 tentang RPJMN 2020-2024 terkait peningkatan daya saing produk kelautan dan perikanan.

“Melalui rakor yang kita adakan bersama ini, kita bisa saling mengetahui setiap rencana kerja aksi masing-masing lembaga. Dari situ juga kita bisa saling melihat, mana saja yang nantinya bisa kita kolaborasikan bersama. Akan ada banyak hal yang bisa kita kolaborasikan dalam rangka meningkatkan daya saing produk kelautan dan perikanan di Indonesia untuk mencapai target yang telah ditetapkan seperti yang tertuang dalam Perpres 18 Tahun 2020 tersebut, yaitu devisa negara sebesar US dollar 8,2 milliar dan konsumsi ikan perkapita sebesar 60,9 kilogram perkapita pada tahun 2024. Ungkap Asdep Dedy membuka rakor tersebut (16-02-2021).

Baca juga:  Menko Luhut Menghadiri Working Luncheon on Indonesia Financing Scheme

Terdapat lima sasaran strategis 2021 yang dipaparkan oleh Asdep Dedy. Kelimanya fokus untuk meningkatkan daya saing produk kelautan dan perikanan. Pertama adalah terwujudnya pengembangan daya saing produk kelautan dan perikanan yang berkelanjutan, kemudian terwujudnya pengelolaan logistik produk kelautan dan perikanan yang efektif dan efisien, ketiga adalah terwujudnya pengelolaan mutu produk kelautan dan perikanan yang berdaya saing, keempat adalah terwujudnya pemasaran produk kelautan dan perikanan yang berdaya saing, dan terakhir yaitu efektifitas perumusan kebijakan di bidang peningkatan daya saing. Sasaran strategis tersebut kemudian diturunkan menjadi rencana kerja di bidang logistik, pengelolaan dan bina mutu, dan pemasaran produk kelautan dan perikanan.

“Setiap rencana kerja merupakan turunan dari rencana aksi kerja Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing, adapun rencana kerja kami di bidang logistik misalnya seperti penyusunan roadmap dan penyiapan teknologi tepat guna untuk rantai pasok dingin, penyiapan infrastruktur dan sarpras pada simpul logistik produk kelautan dan perikanan. Kemudian di bidang pengelolaan dan bina mutu, kita mulai dengan penguatan sistem jaminan mutu produk kelautan perikanan dari hulu hingga hilir, pengoptimalan TPI dan pasar ikan hygienis serta pemanfaatkan produk kelautan dan perikanan untuk penurunan angka stunting dan gizi buruk. Kemudian di bidang pemasaran produk, kita memiliki rencana kerja seperti konsolidasi pemasaran di wilayah barat dan timur, serta kerjasama dengan Perum Perindo. Hal lainnya juga terkait monitoring dan evaluasi major project, misalnya seperti Lumbung Ikan Nasional di Maluku yang sedang kita fokuskan di tahun 2021,” papar Asdep Dedy.

Baca juga:  Menjadi Lokasi Persemaian Mangrove Skala Besar dan Mangrove Center of Excellence, Brebes Digadang Jadi Pusat Mangrove Dunia

Melanjutkan mengenai laporannya terkait rencana kerja tersebut Asdep Dedy menyampaikan agar peningkatan daya saing di produk kelautan dan perikanan mampu terus ditingkatkan bukan hanya di perikanan tangkap, tetapi juga pada perikanan budidaya. Bila program budidaya ini dilakukan secara optimal dan suskes, maka akan menambah kuota eksport kita dan bermuara meningkatkan Devisa negara. Sehingga pencapaian target devisa negara dari sektor kelautan dan perikanan akan tercapai sesuai target dan bahkan mudah-mudahan bisa melebihi target yang ditetapkan, katanya.

Menanggapi pernyataan Asdep Dedy, perwakilan dari Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan yang menyampaikan bahwa ada beberapa kegiatan prioritas dari ditjennya yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk perikanan dan kelautan. Beberapa contohnya, yaitu peningkatan kapasitas sarana cold storage dan pelatihan SDM untuk keberlanjutan pengelolaan sarana tersebut, kemudian adanya pemberian sertifikat kelayakan pengolahan hasil tangkap ikan, melaksanakan promosi Gemarikan, dan membangun Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT). Khusus untuk SKPT, sedang ada fokus pembangunan di Maluku yang akan dijadikan Lumbung Ikan Nasional (LIN). Akan ada berbagai sarana dan prasarana yang dibangun untuk mendukung perikanan budidaya dan perikanan tangkap.

Menambahkan, perwakilan dari Ditjen Perikanan Tangkap dan Ditjen Perikanan Budidaya juga memaparkan beberapa kegiatan prioritasnya. Keduanya sepakat untuk saling berkoordinasi dan berkolaborasi, untuk mengembangkan perikanan tangkap dan budidaya secara tersinkronisasi. Dalam setiap pembangunan kedepan dalam rangka meningkatkan daya saing produk kelautan dan perikanan, perikanan tangkap dan perikanan budidaya harus dilaksanakan secara komprehensif, terintegrasi dan kolaborasi dari berbagai stake holder yang terkait. Hal ini dilakukan demi terciptanya alur peningkatan daya saing produk kelautan dan perikanan yang lebih baik dari hulu ke hilir di tahun 2021 dan 2022.

Baca juga:  Rakor Pengembangan Mina Padi

Rakor ini juga dihadiri oleh perwakilan dari masing-masing Ditjen, yaitu dari Direktorat Logistik, Direktorat Pengelolaan dan Bina Mutu, Direktorat Pemasaran, Direktorat Usaha dan Investasi, Sesditjen Penguatan Daya Saing, Sesditjen Perikanan Tangkap dan Sesditjen Perikanan Budidaya serta Kepala Pusat Pengendalian Mutu, BKIPM. Semuanya memaparkan terkait masing-masing kegiatannya sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Dengan adanya paparan ini, pemerintah melalui Kemenko Marves khususnya pada Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim dan Ditjen terkait mampu merancang strategi berikutnya terkait penanganan logistik, pasok rantai dingin, peningkatan mutu produk kelautan dan perikanan sampai dengan pemasaran produk kelautan dan perikanan, baik di tingkat ekspor dan domestik.

“Melalui rakor ini, kita pada akhirnya memiliki data yang lengkap untuk menyusun formulasi strategi dalam peningkatan daya saing pemasaran produk kelautan dan perikanan. Melihat sangat strategisnya kegiatan ini, maka perlu pertemuan ini dilaksanakan per triwulan untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap implementasi, hasil dan perkembangannya apakah sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat,” papar Asdep Dedy mengakhiri rakor tersebut.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel