Maritim - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI

Rayakan Idul Adha Tanpa Sampah Plastik

WhatsApp_Image_2018-08-23_at_05.27.39

Maritim – Banyuwangi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Maritim) terus mengajak masyarakat untuk mengurangi sampah plastik, termasuk saat merayakan hari raya qurban Idul Adha 1439H yang jatuh pada tanggal 22 Agustus 2018.

Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Maritim Agung Kuswandono membawa komitmen mengurangi penggunaan plastik saat merayakan Idul Adha di kampung halamannya, Banyuwangi, Jawa Timur. Deputi Agung menggunakan besek anyaman bambu, yang dialasi daun jati sebagai tempat untuk menaruh daging hewan qurban yang dibagikan kepada warga yang membutuhkan.

Saat sebagian besar masyarakat masih memilih menggunakan plastik kresek sebagai tampat menaruh daging qurban. Deputi Agung menegaskan kalau plastik kresek dapat diganti dengan besek bambu.

“Plastik bisa diganti besek dan daun jati. Bentuknya lebih manis dan berkelas, yang paling penting, tentunya lebih ramah lingkungan” kata Deputi Agung melalui pesan singkat.

Plastik yang digunakan sebagai kemasan makanan harus memenuhi standar food grade jadi tidak boleh sembarangan, sementara plastik dengan standar food grade harganya umumnya tidak semurah kantong kresek biasa.

Deputi Agung menegaskan penggunaan besek dengan daun jati lebih aman karena menggunakan bahan alami, “Tentu terjamin (kualitasnya). Bahan yang dipakai alami, langsung dari alam. Ada yang bilang kalau daging dibungkus daun jati rasanya akan lebih enak”

Deputi Agung menambahkan bahwa penggunaan besek dan daun jati banyak manfaatnya bahkan jauh lebih baik daripada plastik.

“Ini memberdayakan perajin besek, memberdayakan ekonomi masyarakat kecil. Kemasannya lebih manis, lebih ramah lingkungan. Setelah dipakai, kemasan ini bisa dipergunakan untuk tempat bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih,” ujarnya.

Kesempatan merayakan Idul Adha di kampung halaman menjadi momen tidak hanya sebagai momen ibadah tapi juga mengajak masyarakat terus mengurangi sampah plastik. Indonesia sudah darurat sampah plastik. Plastik sekali pakai seperti kantong kresek hanya akan menjadi sampah yang susah diurai secara alamiah. Komitmen pengurangan pemakaian plastik harus terus dilakukan, tidak hanya untuk mencapai target Indonesia bebas sampah plastik tahun 2020, melainkan harus menjadi prilaku sehari-hari .

“Mari kita bersama-sama mengurangi penggunaan plastik. Mari kita mulai dari diri sendiri”, pungkas Deputi Agung. *

 

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Berita Siaran Pers Foto Berita Deputi
Sort by

Kirim Komentar/Pertanyaan

Rayakan Idul Adha Tanpa Sampah Plastik