FotoBerita

Reformasi Industri Farmasi Nasional, Menko Luhut : Industri Farmasi Akan Bangkit dan Lebih Maju Lagi

Dibaca: 103 Oleh Kamis, 13 Agustus 2020Tidak ada komentar
Reformasi Industri Farmasi Nasional, Menko Luhut : Industri Farmasi Akan Bangkit dan Lebih Maju Lagi
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves-Jakarta, Di hadapan para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Menko Marves Luhut B. Pandjaitan menyatakan, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, ditargetkan industri farmasi Indonesia akan reformasi dan bangkit.

“Fokus penanganan covid-19 dinilai sudah berjalan dengan baik. Sekarang kita juga sudah bisa ekspor APD, kita juga sedang membuat vaksin hasil kerja sama dari RSPAD dan juga Bio Farma. Diharapkan para pengusaha sektor industri farmasi kita bisa lebih maju lagi, produksi saja dan pemerintah akan memberikan proteksi dan dukungan penuh, yang penting kita kerjakan dengan team work yang solid,” ujar Menko Luhut saat menjadi narasumber di forum virtual Raker dan Konsultasi Nasional (Rakerkornas) APINDO, Kamis (13-08-2020).

Menko Luhut kemudian menjelaskan, mengenai perkembangan uji coba vaksin, saat ini telah mencapai tahap 3. Ia pun mengungkapkan, Indonesia juga akan segera membuka RS Internasional, yang para dokternya akan terdiri dari para dokter dengan kompetensi terbaik dunia yang akan bekerja bersama dengan para dokter Indonesia.

Baca juga:  Festival Pinisi Menjadi Sarana Edukasi Mitigasi Resiko Bencana

“Jadi para dokter kelas 1 bisa praktek, sekaligus juga transfer teknologi dengan dokter-dokter kita. Diharapkan masyarakat juga tidak menghabiskan banyak biaya untuk pengobatan ke luar negeri,” jelasnya.

Perihal pembukaan pariwisata bagi turis asing, Menko Luhut menyatakan, “Saat ini fokus pemerintah untuk mengoptimalkan wisatawan domestik terlebih dahulu, karena pemerintah ingin peningkatan wisatawan domestik ini sampai dengan 70 persen.

Isu Resesi

Lebih lanjut, mengenai perkembangan terkini ekonomi nasional, Menko Luhut menjelaskan, bahwa kemungkinan resesi akan tetap ada, tetapi hal tersebut jangan lantas membuat semua pihak pesimis.

“Kemungkinan resesi tetap ada dan dapat menerpa negara manapun, tapi kita wajib tetap optimis dan kerja keras. Kemudian jangan ragu untuk berinvestasi di Indonesia, nanti apabila ada masalah akan kami bantu,” ujarnya.

Kemudian, perihal program prioritas untuk UMKM dan Masyarakat Produktif pun sedang disusun oleh pemerintah. Di antaranya ; Bansos Produktif dengan bantuan Rp 2.4 juta per pelaku usaha mikro dengan total anggaran Rp 28,8 triliun; dan Penyaluran Kredit UMKM untuk membantu usaha rumah tangga dan masyarakat yang terkena PHK dengan pemberian kredit modal kerja yang produktif, pemberian pinjaman sebesar Rp. 2 juta, tenor 12 bulan, total anggaran Rp 20 triliun ; dan Subsidi Bunga UMKM untuk 15 juta nasabah UMKM, dengan total anggaran Rp 35,28 triliun.

Baca juga:  Wawancara Deputi Bidang Infrastruktur Ridwan Djamaluddin dengan Xinhua News Agency

“Yang paling penting, bagaimana bantuan pemerintah bisa sampai kepada pihak yang benar dan tepat waktu. Program prioritas akan berbentuk dana langsung supaya masyarakat bisa berbelanja. Pemerintah akan terus mengevaluasi situasi perekonomian akibat dampak covid ini dari waktu ke waktu dan melakukan penyesuaian jika diperlukan, untuk memastikan bahwa ekonomi Indonesia tidak jatuh terpuruk akibat pandemi,” pungkas Menko Luhut.

Biro Komunikasi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel