Maritim - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI

Rencana Aksi Penataan Sungai Citarum Akan Dimulai Pada Pertengahan Januari Tahun Ini

IMG_9780

Maritim – Bandung, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Pandjaitan memimpin Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Penataan Sungai Citarum, dengan didampingi oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto, Wakil Gubernur Jawa Barat, Dedy Mizwar serta Panglima Kodam Siliwangi, Mayjen TNI Doni Monardo.
Menko Luhut mengatakan, permasalahan sampah dan limbah di Sungai Citarum sudah sangat serius untuk ditangani secara cepat, tepat, terpadu dan terintegrasi antar seluruh pemangku kepentingan.

Ia juga menyatakan, Presiden Joko Widodo sangat menaruh perhatian besar dengan isu kerusakan lingkungan di Sungai Citarum, dan memerintahkan kepada jajarannya untuk merespon masalah itu sesegera mungkin.

“Anda sekalian bisa melihat bagaimana seriusnya kita untuk mengatasi ini, ini ditandai dengan hadirnya Bapak Wiranto disini, jadi jarang-jarang juga kita rapat sampai berdua hadir disini, Presiden sangat memberikan perhatian besar karena setelah beliau tahu bagaimana seriusnya permasalahan di Sungai Citarum ini akibat dampaknya kepada generasi mendatang,” ujarnya di Aula Gedung Sate, Bandung, Selasa (16/1).

Diketahui, menurut penelitian yang telah banyak dilakukan, sungai sepanjang 297 km, yang membentang di wilayah Jawa Barat bagian selatan hingga utara ini telah rusak ekosistemnya dari hulu hingga ke hilir, dikarenakan kondisinya yang telah terkontaminasi logam berat dan bakteri berbahaya akibat timbunan sampah dan berbagai limbah buangan. Peran Sungai Citarum yang teramat vital buat masyarakat di daerah yang dilaluinya, akan sangat berbahaya apabila didiamkan dan tidak ditangani dengan cepat.

“Masyarakat yang memanfaatkan hampir 27,5 juta, dan untuk listrik sebesar 1800 Megawatt, sebagai sumber air minum sebesar 80%, dan juga untuk kebutuhan Jakarta, mengairi lahan pewrsawahan hampir 420 ribu hektar. Ini yang berbahaya apabila airnya sudah kena logam berat dan bakteri maka sayur-mayur, ternak dan ikan yang ada di sungai itu pasti akan terkontaminasi, dan orang yang memakan itu juga akan kena terutama ibu-ibu yang sedang hamil, ini masalah sangat serius,” tegas Menko Luhut.

Selain itu Menko Luhut menegaskan, agar kalangan pengusaha atau industry-industri yang ada di sekitar Sungai Citarum, agar patuh dan tidak lagi membuang lansung limbahnya ke sungai tanpa terlebih dahulu diolah di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), Ia pun tidak akan mentolerir tindakan pengusaha yang masih membandel dengan akan menerapkan tindakan tegas sesuai regulasi yang berlaku.

“Pengusaha-pengusaha juga harus patuh, industry-industri inilah yang membuang limbahnya ke Sungai Citarum. Industri-industri ini, Costnya itu kan bisa ditaruh untuk IPAL. Kita akan terapkan berbagai peraturan dengan tegas, jadi pengusaha pun tidak ada alasan IPAL nya tidak masuk, mohon nanti kepada para pemimpin daerah agar tegas, saya hanya titip kepada Bapak dan ibu peminpin-pemimpin di Jabar ini agar jangan takut bertindak sebab akan kita dukung dari pusat,” tegasnya.

Lebih lanjut Menko Luhut menuturkan, setelah Rakor dan Sosialisasi, Pemerintah melalui Kemenko Maritim akan langsung bertindak dengan menyusun rencana aksi dan akan dimulai pada pertengahan Januari tahun ini. Eksekusi awal akan dimulai di hulu dengan merehabilitasi hutan dengan mengajak para pemimpin-pemimpin baik sipil dan militer di daerah masing-masing untuk menyerukan warganya agar beramai-ramai mengatasi hal ini.

Kemudian, Sungai Citarum akan dibagi menjadi 22 sektor dan akan dikordinasikan oleh perwira tinggi TNI setingkat Kolonel untuk mulai bergerak dengan melibatkan para pakar lingkungan, ahli hukum, budayawan, mahasiswa dan seluruh masyarakat yang cinta pada sungainya.

“Saya ingin kita semua bekerja dengan hati dan sungguh-sungguh, struktur pengorganisasian kita serahkan kepada Pemda sebagai Dansatgas yaitu Bapak Gubernur dan Wagub, kemudian Badan Satgas nanti dari Kodam Siliwangi yakni Pangdam dan Badan Satgas kedua dari Kapolda Jabar. Sektor akan dibagi kepada setiap sub sektor dengan Kolonel yang bertanggung jawab di wilayahnya. Saya himbau kepada Pemda setempat juga terlibat aktif,” jelasnya.
Respon Cepat Pemerintah Merehabilitasi Sungai Citarum Diapresiasi Penggiat Lingkungan

Dalam sesi dialog, respon cepat pemerintah melalui Kemenko Maritim untuk merehabilitasi Sungai Citarum, tak pelak langsung mendapatkan apresiasi positif dari kalangan generasi muda pecinta lingkungan, diantaranya dari Muhammad Bijaksana, anggota dari Yayasan Greeneration Indonesia, sebuah organisasi sosial yang aktif memberikan edukasi, advokasi, kajian sosial dan juga yang telah membuat video tentang kerusakan ekosistem Sungai Citarum yang akhirnya viral dan sempat ditayangkan oleh stasiun televisi internasional CNN.

“Saya dan kawan-kawan luar biasa terharu dan bangga melihat respon pemerintah pusat melalui Kemenko Maritim yang telah bersungguh-sungguh untuk menguirus Sungai Citarum. Sebelumnya kami para anak muda generasi millennial telah berjuang sejak lama untuk Sungai Citarum, namun baru saat ini respon pemerintah sangat massif, sekali lagi kami salut dan berterima kasih dari hati kami yang paling dalam, kami akan siap sedia membantu,” katanya bersemangat.

Sementara, Dimas, perwakilan dari Badan Pengelola Waduk Cirata Pembangkitan Jawa Bali, kembali mengapresiasi sekaligus meminta dukungan penuh dari Kemenko Maritim, guna membantu pihaknya untuk mensosialisasikan tentang masalah jaring apung milik masyarakat di Waduk Cirata yang overload, dimana ketentuan hanya membolehkan sebanyak 12 ribu namun saat ini sudah mencapai 77 ribu jaring apung, dengan berbagai ikan, udang dan kerang-kerangan yang telah terkontaminasi dan dikonsumsi oleh warga.

“Kami sering adakan sosialisasi kepada masyarakat, namun gaungnya kurang karena kami berhadapan dengan masyarakat dan juga instansi-instansi, oleh karenanya kita ingin dukungan pemerintah pusat khususnya dari Kemenko Maritim, apakah saya perlu membuat MOU?,” tanya Dimas.

Apresiasi dan pertanyaan tersebut lantas ditanggapi oleh Menko Luhut dengan kembali meminta dukungan dari semua pihak untuk bergerak bersama merehabiltasi Sungai Citarum, mengenai video tentang kerusakan ekosistem di Sungai Citarum yang ditayangakan oleh CNN juga mendapat respon positif dari Menko Luhut, oleh karena dirinya sangat menghargai kritik generasi muda yang berdasarkan data dan fakta yang terjadi.

“Saya ucapkan terima kasih kembali, sekarang kami juga banyak bergerak dengan bantuan generasi muda millennial, ini yang akan kita dorong. Saya juga apresiasi hasil video kalian, kritik dengan data itu sangat saya hargai. Untuk MOU, Tidak perlu MOU itu, kita kerjakan itu tanpa birokrasi yang berbelit-belit, kantor saya selalu terbuka untuk hal itu,” jawab Menko Luhut.

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Video Foto Berita Siaran Pers Berita Deputi
Sort by

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Rencana Aksi Penataan Sungai Citarum Akan Dimulai Pada Pertengahan Januari Tahun Ini