BeritaFoto

Restorasi Terumbu Karang, Pemerintah Undang Pakar Amerika Untuk Berbagi Pengalaman

Dibaca: 77 Oleh Kamis, 24 September 2020Tidak ada komentar
Restorasi Terumbu Karang, Pemerintah Undang Pakar Amerika Untuk Berbagi Pengalaman
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves – Jakarta, “LIPI menyebutkan bahwa Indonesia memiliki 18 persen dari total terumbu karang di dunia, tapi sayangnya lebih dari 36 persen terumbu karang di Indonesia mengalami kerusakan,” beber Menko Marves Luhut B. Pandjaitan diawal paparannya dalam Webinar Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada hari Kamis (24-9-2020).

Menurutnya, secara khusus tujuan dari pertemuan virtual bertajuk ‘Restorasi Ekosistem Terumbu Karang-Indonesia Coral Reef Garden (ICRG)’ itu adalah untuk bersama-sama mencari solusi bagaimana merehabilitasi terumbu karang secara cepat dan tepat sehingga ekosistem ini bisa pulih kembali. Oleh karena itu, pemerintah melalui Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) mengundang expert dibidang restorasi terumbu karang dari NOAA (National Ocean and Atmospheric Agency)  USA.

“Harapan saya, kita dapat menduplikasi kegiatan serupa untuk program restorasi terumbu karang di Indonesia dari berbagai pengalaman dalam kegiatan restorasi terumbu karang para ahli,” ujar Menko Luhut.

Berada di jantung segitiga terumbu karang ‘Coral Triangle Region’, Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati laut dunia termasuk 569 jenis terumbu karang. Namun, lebih dari 36 % mengalami kerusakan. Kerusakan itu, lanjut Menko Luhut disebabkan karena beberapa hal yakni pencemaran laut, aktifitas perikanan yang tidak bersahabat atau pemanasan global yang mengakibatkan Coral Bleaching.

Baca juga:  Menko RR: 'Bandung Intra Urban Tol Road' Segera Terealisasi

Lebih jauh, memang rusaknya terumbu karang tidak selalu disebabkan oleh aktivitas manusia tetapi menurut Menko Luhut diperlukan pengelolaan sumber daya alam secara lestari yang melibatkan seluruh pihak, baik pemerintah maupun nonpemerintah. “Apalagi dengan perawatan terumbu karang, Indonesia dapat menghasikan 16 juta ton ikan per tahun mengingat terumbu karang merupakan tempat tinggal bagi ikan dan biota laut lainnya,” sebutnya.

Restorasi terumbu karang selain untuk mengembalikan keseimbangan ekosistem laut, tambah Menko Luhut, juga dijadikan salah satu solusi oleh pemerintah untuk membantu perekonomian masyarakat yang terimbas pandemi Covid 19.

Kepada peserta webinar, dia menceritakan bahwa pemerintah telah menyusun program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) padat karya restorasi terumbu karang yang di pusatkan di Nusa Dua dan beberapa daerah kawasan lainnya seperti Sanur, Serangan, Pantai Pandawa dan Buleleng. “Kegiatan ini akan melibatkan sampai 11.000 orang dengan restorasi terumbu karang seluas 50 hektar dan membutuhkan biaya sekitar Rp 115 miliar” tutur Menko Luhut.

Menurutnya, ini  merupakan kegiatan restorasi terbesar yang pernah ada di tanah air. Pemerintah, tambah Menko Luhut, berharap kegiatan padat karya restorasi ini dapat mengatasi kerusakan terumbu karang sekaligus memperbaiki wisata bahari di Bali yang menurun akibat Covid-19.

Baca juga:  Menko Luhut Meeting Bersama Prof Hikmahanto Juwana

“Saya mengingatkan kembali agar dana PEN dapat disalurkan secara non tunai/cash-less, transparan, accountable dan sesuai dengan protocol Covid-19,” kata dia.

Dengan kondisi kerusakan terumbu karang yang telah terjadi di Indonesia, Menko Luhut meminta agar semua metode atau cara restorasi terumbu karang yang ada, harus diterapkan dan dicoba di perairan Nusa Dua-Bali sehingga Nusa Dua menjadi pusat restorasi terumbu karang di Indonesia.

” Secara khusus, saya mengundang pemerintah Amerika dan NOAA untuk bekerja sama mewujudkan ICRG Nusa Dua, menjadi pusat restorasi terumbu karang dunia,” sebutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim

Safri Burhanuddin mengatakan  bahwa ICRG adalah inisiatif pemerintah untuk menjaga dan memperbaiki ekosistem laut. ICRG berperan sebagai pusat restorasi ekosistem terumbu karang.  “Sejak tahun 2018 ada pertemuan rutin setahun dua kali untuk pakar restorasi terumbu karang untuk saling berbagi pengalaman dan mendiskusikan metode restorasi terumbu karang,” bebernya.

Terakhir, Webinar ini turut dihadiri oleh  Chargé d’Affaires US Embassy di Jakarta Heather Variavap, Direktur NOAA Coral Restoration Jenefer Koss,  perwakilan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, perwakilan dari perguruan tinggi, perwakilan dari mitra pembangunan, praktisi restorasi ekosistem terumbu karang, serta para narasumber pertemuan webinar.

Baca juga:  Menko Luhut B. Pandjaitan Meeting bersama Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar di Gedung Manggala Wanabakti Jakarta

Biro Komunikasi

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel