Maritim - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI

Ribuan Sarjana Kelautan Akselerasi Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia

WhatsApp_Image_2018-01-29_at_19.57.16

Maritim – Jakarta, Para alumni dan pakar kelautan yang tergabung dalam Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO), menyatukan tekad untuk turut serta mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai poros maritim dunia. Hal tersebut terungkap dalam Kongres dan Seminar ISKINDO II bertemakan, “Peran dan Dukungan ISKINDO untuk Akselerasi Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia” digelar pada tanggal 26 -27 Januari 2018.
Ketua Iskindo Dewan Pengurus Wilayah DKI Jakarta dan Banten, Ahmad Najid menjelaskan, agenda ini sebagai pertemuan forum “pergerakan politis” untuk meluruskan kembali dan mengakselerasi kerja nyata, dalam mewujudkan kejayaan kelautan dan kemaritiman Indonesia sebagai Negara Poros Maritim dunia.

“Dengan ISKINDO saya membayangkan kita akan semakin melesat jauh di lautan dengan Jet Foil 5G. Ini filosofi, bahwa kita alumni dan sarjana kelautan ditakdirkan sebagai ‘Pengawal Laut Nusantara’, dapat terbang di lautan dan melesat jauh melalui motto JET Foil 5G,” ujarnya di Jakarta, Senin (29/1).

Motto JET Foil 5G sendiri adalah akronim dari Jelas, Efektif, dan Terukur, Forum Ilmiah Kelautan yang Gesit Berpikir, Gesit Berkarya, Gesit Bergerak, Gesit Bergaul dan Gesit Beramal serta Berdoa.

Ahmad Najid yang juga menjabat sebagai Kepala Bagian Tata Usaha dan Protokol Kemenko Bidang Kemaritiman ini lalu memaparkan ihwal terbentuknya ISKINDO. Menurut Najid, itu berawal dari Deklarasi Juanda pada tahun 1957, yang menyebutkan bahwa Indonesia adalah negara kepulauan yang mempunyai kedaulatan penuh atas daratan dan lautannya, kemudian pidato Presiden Pertama RI Soekarno, pada tahun 1966 yang mengobarkan semangat jiwa patriotik bahari. Disusul dengan era orde baru di masa pemerintahan Presiden Soeharto, dimana pada tahun 1985 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan mulai merintis pengembangan SDM kelautan di Indonesia, dengan digulirkannya proyek Marine Science Education Project (MSEP) di 6 Perguruan Tinggi Negeri; UNRI, IPB, UNDIP, UNHAS, UNSRAT, UMPATI. Upaya tersebut berlanjut di era Menristek dijabat oleh BJ Habibie dengan Deklarasi Pare-pare, yaitu saat perwakilan mahasiswa ilmu kelautan mendeklarasikan Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan Indonesia (Himitekido), yang dinilai merupakan cikal bakal terbentuknya ISKINDO.

“Apa yang diceritakan sebelumnya merupakan peta jalan perjuangan kelautan mahasiswa dan alumni. Pada tanggal 13 Maret 2014, alumni yang umumnya diwakili oleh mantan aktivis Himitekindo lantas mendeklarasikan ISKINDO,” imbuhnya.
Lebih jauh Najid menceritakan hal-hal apa saja yang dilakukan ISKINDO setelah terbentuk. Ia berkilas balik ke tanggal 12 September 2014, dimana sebagian besar dari anggota ISKINDO dan Himitekindo se-Indonesia melontarkan pernyataan ‘politis’ yang memberikan masukan dan dukungan bagi Presiden dan Wakil Presiden terpilih hasil Pemilihan Presiden 9 Juli 2014.

“Kami mengusulkan dibentuknya Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, tujuannya untuk memudahkan dan melancarkan tugas dan fungsi koordinasi dan sinkronisasi program antar-kementerian atau lembaga, yang menyelenggarakan urusan kelautan dan kemaritiman,” terangnya.
Setelah Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla terpilih, pada tanggal 13 Oktober 2014, ISKINDO merekomendasikan sekurangnya ada lima kriteria pemilihan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, dan pilihan itu jatuh kepada Indroyono Soesilo, yang seorang pakar dan profesional di Badan Pangan Dunia (FAO).

“Berlanjut ke era Rizal Ramli dan Menko Maritim saat ini Luhut Pandjaitan, harapannya adalah menjadikan Indonesia sebagai negara maritim yang maju, kuat, sejahtera, dan berdaulat. Sebuah upaya sekaligus semangat untuk menciptakan kesejahteraan, keadilan, dan kedamaian secara berkelanjutan bagi bangsa Indonesia, juga bagi seluruh bangsa di dunia,” pungkas pemegang gelar Doktor Kelautan IPB tersebut.

Meskipun masih belia, namun keberadaan ISKINDO dianggap menjadi salah satu unsur penting dalam agenda Poros Maritim, sebagaimana dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo sejak tahun 2014. ISKINDO adalah wadah representasi alumni Ilmu dan Teknologi Kelautan yang selama ini dikenal intensif dalam memperjuangkan isu kelautan sebagai arus utama pembangunan nasional. Jumlah anggotanya, atau alumni yang diwadahinya tidak kurang mencapai 15 ribu orang dan tersebar dari ujung Sumatera hingga Papua, dari Kupang hingga Sulawesi Utara.

 

WhatsApp_Image_2018-01-29_at_19.57.16           WhatsApp_Image_2018-01-29_at_20.08.14

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Berita Siaran Pers Berita Deputi Foto
Sort by

Kirim Komentar/Pertanyaan

Ribuan Sarjana Kelautan Akselerasi Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia