Siaran PersArtikel

SAM Rameyo: Kita Perlu Memperkuat Literasi Budaya Nusantara

Dibaca: 80 Oleh Jumat, 17 Juli 2020September 22nd, 2020Tidak ada komentar
SAM Rameyo: Kita Perlu Memperkuat Literasi Budaya Nusantara
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS 

No.SP-103/HUM/ROKOM/SET-MARVES/VI/2020

Marves-Jakarta, Jalur Rempah merupakan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang bertujuan merevitalisasi kebudayaan bahari dan mengembangkan diplomasi budaya.

“Sebelumnya saya ingin mengingatkan kembali kepada kita semua bahwa tanggal 23 September nanti akan kita rayakan sebagai Hari Maritim. Yuk kita rayakan seperti merayakan hari kemerdekaan kita. Kita rayakan dengan cara kita masing-masing, mudah-mudahan ini dapat mengingatkan kita semua bahwa kita punya warisan-warisan kemaritiman bahari yang mungkin jika kita kelola akan dapat menyejahterakan masyarakat Indonesia nantinya,” sambut Staf Ahli Menteri Bidang Sosio-Antropologi Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Tukul Rameyo Adi yang menjadi salah satu narasumber dalam Seri Webinar Jalur Rempah Napas Kebudayaan Bahari pada Jumat (17-07-2020).

Lebih lanjut, SAM Rameyo menjelaskan terkait Kebijakan Kelautan Indonesia yang selain sebagai produk turunan UU No. 32 tahun 2014 tentang Kelautan, juga yang didedikasikan sebagai peta jalan menuju Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia (PMD).

“Dari tujuh pilar peta jalan tersebut, salah satunya adalah tentang kebijakan pembangunan budaya bahari. Saya yakin budaya ini dapat memberikan manfaat-manfaat bagi perikehidupan bangsa Indonesia selanjutnya,” tegasnya.

Baca juga:  Menko Luhut kepada Perwira TNI-POLRI : Ayo Bekerja Dengan Baik!

SAM Rameyo juga memaparkan bahwa terdapat 6 pilar dalam pembangunan budaya maritim, namun paling tidak terdapat tiga hal yang harus dijadikan sebagai program utama.

“Pertama, adalah membangun kembali literasi, terutama literasi bahari. Kedua, yaitu menyiapkan paggung-panggung khususnya kepada generasi muda, untuk mengaktivasi atau mengkulturisasi budaya maritim nusantara. Dan yang ketiga, bahwa ini semua harus bisa menjadi inovasi nasional yang berbasis kepada budaya maritim Indonesia,” tambah SAM Rameyo.

Budaya nusantara telah menjadi pondasi pembangunan Indonesia paling tidak lima tahun ke depan.

“Kita telah berhasil memasukkan ke dalam agenda nasional, yaitu dalam rangka pengembangan dan pemanfaatan kekayaan budaya untuk memperkuat karakter bangsa dan kesejahteraan rakyat. Nah, adapun strategi yang harus kita lakukan yaitu melalui Pengembangan Budaya Bahari dan Literasi Maritim, Gerakan Cinta Laut, Gerakan Indonesia Bersih, dan Pengembangan Sumber Daya Maritim,” ujar SAM Rameyo.

Melalui kesempatan ini, ia juga menyampaikan bahwa di era digital seperti sekarang ini, literasi kebudayaan Indonesia juga dapat dibungkus menjadi sebuah inovasi yang sangat keren.

Baca juga:  Menko Luhut: Kerja Sama Dengan UEA Adalah Terbesar Yang Disepakati Dalam Waktu Singkat

“Seperti di film Moana, itu kapal cadiknya adalah budaya Indonesia. Jagoannya itu saja perempuan yang mengingatkan kita pada syair nenek moyangku seorang pelaut dan bawa ayam jago di kapal. Budaya ini kan milik Indonesia. Kedua, ada namanya Aquaman, ini senjatanya serupa banget trisula zaman Majapahit. Aquaman juga menyebutkan di akhir film, mulai detik ini tidak ada lagi bangsa darat dan bangsa air, semuanya adalah satu kesatuan. Bukannya itu konsep tanah air kita ya? Konsep yang hanya Indonesia yang punya,” tambahnya.

Revitalisasi kebudayaan bahari khususnya terkait literasi perlu sekali untuk didorong ke depannya.

“Jangan sampai kita yang punya budaya, namun teman-teman kita dari negara lain yang memanfaatkannya. Dimulai dari literasi apapun, media sekarang sudah banyak macamnya. Kita siapkan panggung dan aktornya adalah generasi muda Indonesia,” harap SAM Rameyo.

Mengakhiri paparannya, ia menjelaskan pandangannya mengenai sebuah kapal.

“Bahwa kapal adalah sebuah wahana, namun sejatinya untuk kembali menjadi bangsa samudra adalah kembali menjadi bangsa yang bergotong-royong,” pungkasnya.

Baca juga:  Soal Kerusakan Terumbu Karang, Kemenko Maritim harap disediakan Pilotage dan Guide di Raja Ampat

Turut hadir pula sebagai narasumber yaitu Peneliti Senior PMB LIPI Dedi Supriadi dan Ketua Umum Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia Muhammad Riza Adha Damanik.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

 

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel