BeritaFoto

Seluruh Tata Kelola Kemenko Marves Segera Bertransformasi Menjadi Tata Kelola Digital Berbasis Elektronik

Dibaca: 209 Oleh Jumat, 14 Februari 2020Juni 18th, 2020Tidak ada komentar
Auto Draft
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

(SP-35/HUM/ROKOM/MARVES/VI/2020)

 

Marves– Bogor, Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) bergerak cepat dengan mempersiapkan dan mengatur strategi untuk memasuki era digitalisasi di seluruh Kementerian dan Lembaga (K/L).

Terbaru, Kemenko Marves melalui Biro Perencanaan dan Informasi melaksanakan Rapat Koordinasi Pengelolaan Data dan Informasi Tahun 2020, dengan mengambil tema Data dan Informasi Demi Penguatan Pembangunan Kemaritiman dan Investasi.

“Saya mengapresiasi dan turut bangga, sebab forum ini bertujuan untuk menjadikan segala tata kelola di Kemenko Marves, baik itu arsip, persuratan, dan bahkan bahan paparan Pak Menko Luhut dan para pimpinan menjadi berbasis elektronik. Digitalisasi itu juga agar mudah untuk diakses kapan saja, makanya kita undang K/L yang sudah terlebih dahulu leading, agar kita dapat berbagi segala sesuatunya mengenai tata kelola berbasis elektronik,” ujar Sekretaris Kemenko Marves, Agung Kuswandono dalam sambutan dan arahannya kepada para peserta Rakor, dihelat di Bogor, Kamis (13-02-2020).

Sesmenko Agung lalu menegaskan, agar seluruh pihak di lingkup Sekretariat Kemenko Marves (Setmenko) agar bersiap diri dengan sebaik-baiknya. Ia juga mengatakan, bahwasanya ini adalah kegiatan besar dan sangat strategis, bahkan menurutnya, tata kelola berbasis elektronik akan menjadi back bone di Kemenko Marves.

Baca juga:  Menko Luhut Soal Reklamasi: Kalau Ada yang Salah Kita Perbaiki

“Ini adalah proyek besar, perlu diperhatikan bagi seluruh pihak, bukan hanya termasuk Pokja yang sudah dibentuk, tapi seluruh lingkup Setmenko agar bergerak. Dan ada beberapa aspek penting yang harus menjadi perhatian lebih, di antaranya, regulasi, struktur organisasi, sumber daya manusia yang kompeten dan tepat, sarana dan prasarana, serta yang tidak kalah penting adalah anggarannya, agar aspek-aspek ini diperhatikan dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh,” tegasnya.

Sebagai informasi, rencana pengembangan Sistem Informasi Marves akan mencakup, Penetapan Road Map/Master Plan, Penguatan SDM, Pemenuhan Infrastruktur, Peningkatan Kualitas Data dan Sistem Informasi, Aplikasi yang saling terintegrasi, serta kerja sama dan sharing informasi pengelolaan data dan sistem informasi antar-K/L. Sebagai dasar peraturan adalah, Instruksi Presiden No 3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan E-Government, kemudian Peraturan Presiden No 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), dan terakhir adalah Peraturan Presiden No 92 Tahun 2019 tentang Kemenko Marves.

Sebelumnya, Kepala Biro Perencanaan dan Informasi Kemenko Marves, Arif Rahman menjelaskan mengenai kondisi dan juga progres pengelolaan data dan dan infomasi di Kemenko Marves. Menurutnya, saat ini Kemenko Marves telah memiliki road map atau dokumen sebagai dasar dalam hal pengembangan data dan sistem informasi, dan juga memiliki puluhan aplikasi, walaupun standarnya masih belum seragam.

Baca juga:  Sebuah Catatan di Awal Tahun

“Masih ada hal yang perlu ditingkatkan, seperti infrastruktur yang masih perlu ditingkatkan atau disesuaikan, dan untuk personil sudah dalam proses yang lebih baik lagi melalui arahan Pak Sesmenko untuk membentuk gugus tugas. Lalu optimalisasi tata kelola sistem informasi, melalui kebijakan, penataan infrastruktur dan layanan aplikasi. Oleh karenanya, kami mengundang dari berbagai K/L, dengan harapan mendapatkan referensi dan pembekalan untuk Pokja yang akan melaksanakan tugas itu,” jelas Karo Arif.

Ia juga menyatakan, dengan memfokuskan untuk pengembangan teknologi informasi, maka tentunya akan sangat membantu dalam menjalankan tugas organisasi dalam struktur seperti apa pun.

Adapun, tujuan dari penyelenggaraan Rakor ini adalah sharing data pengelolaan dari narasumber dengan adanya pembekalan kepada Pokja yang komposisinya 80 persen adalah kaum milenial, terdiri dari 3 sub pengelolaan data, bahan paparan dan integrated system.

Rakor yang akan dilaksanakan selama tiga hari hingga tanggal 15 Februari 2020 ini juga turut mengundang para perwakilan dari berbagai K/L yang dinilai memiliki pengalaman lebih dalam hal tata kelola berbasis elektronik, ada 4 narasumber utama dari Kemenkominfo, Kemenpan-RB, BPPT dan Bea Cukai. Kemudian turut hadir pula perwakilan dari 7 K/L dibawah koordinasi Kemenko Marves, yaitu Kemenhub, Kemenparekraf, Kemen ESDM, KKP, Kemen LHK, Kemen PU-Pera, dan BKPM, serta BIG.

Baca juga:  Menko Maritim Luncurkan Data Rujukan Wilayah Kelautan Indonesia

Biro Perencanaan dan Informasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel