BeritaDeputi 2

Serap Ikan Nelayan, Pemerintah Optimalkan Pasar Online dan Ekspor di Masa Pandemi

Dibaca: 128 Oleh Rabu, 3 Juni 2020Tidak ada komentar
Sinkronisasi Data Dikebut, Pemerintah Segera Salurkan BLT untuk 1 Juta Nelayan
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves – Jakarta, Wabah corona virus (Covid-19) yang melanda Indonesia sejak awal Maret 2020 telah memberikan dampak signifikan terhadap subsektor industri perikanan tangkap nasional.

Pandemi Covid-19 membuat permintaan dari luar negeri menurun sekitar 40% dan menyebabkan gudang penyimpanan penuh sehingga membuat perusahaan mengurangi persediaan bahan baku. Selain itu, pembatasan transportasi dan pekerja di pabrik mengurangi kapasitas penyerapan ikan dari nelayan dan juga pengurangan output produksi sekitar 10%.

Meski dihadapkan pada suasana tidak menentu, Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Safri Burhanuddin mengaku optimis industri perikanan Indonesia bisa segera bangkit dengan menyasar pasar online.

“Kita salah satu negara dengan potensi perikanan yang luar biasa. Memang saat ini kondisi pasar turun, tapi kalau kita memanfaatkan tekonologi, seharusnya tidak masalah. Pasar online luas, kita melihat potensi dari perikanan. Ini peluang yang besar untuk kita manfaatkan bersama,” kata Deputi Safri dalam Dialog Indonesia Bicara bertema Produksi Perikanan Nasional di Tengah Pandemi, Rabu (03-06-2020) malam.

Baca juga:  Latih Calon Negosiator Muda, Pemerintah Gelar FGD Delimitasi Batas Maritim

Selain mengincar pasar online, pemerintah juga terus berupaya membuka pasar ekspor. Deputi Safri mengatakan, pemerintah telah melakukan ekspor ikan ke sejumlah negara meski masih dalam masa pandemi.

“Ekspor ikan kemarin sempat terhenti, sekarang sudah jalan lagi. Ekspor ikan kita selama 2 minggu sampai 3 minggu ini sudah mulai terbuka lagi, karena beberapa negara sudah mulai membuka. Sekitar 40 sampai 60 persen kita sudah mulai ekspor,” terangnya.

Karena itu, Deputi Safri mengatakan pemerintah sangat mengharapkan dukungan dari semua pihak agar roda ekonomi nelayan tetap berputar. Pemerintah, lanjut Deputi Safri, juga terus berupaya membuka akses pasar domestik maupun luar negeri agar hasil tangkapan nelayan bisa terserap.

“Tugas pemerintah menjamin kelancaran produk mereka sampai ke pembeli. Jika restoran mulai dibuka awal Juli, kemampuan menyerap pasar itu akan kami beritahukan. Jangan sampai ada ikan yang tidak termanfaatkan atau terbuang,” ucapnya.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel