Berita

Sesmenko Agung: Pentingnya Strategi Komunikasi yang Baik Menyampaikan Informasi Soal Pandemi Kepada Publik

Dibaca: 39 Oleh Kamis, 15 Juli 2021Juli 16th, 2021Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 07 16 at 19.27.04
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

No.SP-435/HUM/ROKOM/SET.MARVES/VII/2021

Marves, Jakarta – Sekretaris Kementerian Koordinator (Sesmenko) Bidang Kemaritiman dan Investasi, Agung Kuswandono mengatakan bahwa saat ini Pemerintah Indonesia bersama-sama dengan berbagai pihak terus berusaha menyelesaikan dan menanggulangi pandemi covid-19 yang terjadi saat ini.

Guna mewujudkan itu, diperlukan penyebarluasan informasi yang edukatif dan baik kepada publik sehingga pesannya tersampaikan dengan baik. Karena itu, dibutuhkan strategi komunikasi terbaik dan jitu untuk mendukung rencana tersebut.

“Selain menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, seluruh masyarakat Indonesia juga harus peduli satu dengan yang lainnya dengan cara saling menjaga dan mengingatkan. Informasi terkait covid-19 kini juga menjadi perhatian masyarakat, khususnya dari Menko Marves yang kini ditunjuk sebagai koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Provinsi Jawa-Bali,” kata Sesmenko Agung dalam Workshop Penyusunan Strategi Komunikasi Pandemi Covid-19 digelar secara virtual, Jakarta, Kamis (14-07-2021).

Menurutnya, strategi komunikasi terbaik harus dimiliki oleh Pemerintah sebagai penyampai informasi dan strategi yang matang harus diolah dengan sedemikian rupa.

Sesmenko Agung menjelaskan kegiatan ini menjadi wadah untuk belajar kembali, khususnya mengenai pentingnya diseminasi informasi bagi masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan tanda bahwa besarnya keinginan Biro Komunikasi Kemenko Marves untuk beradaptasi dengan keadaan sekarang khususnya dalam menciptakan strategi terbaik di masa-masa pandemi seperti sekarang ini, demi masyarakat secara keseluruhan.

“Selain mempelajari lebih dalam tentang strategi komunikasi, saya berharap dapat dibahas pula mengenai bagaimana pola masyarakat dalam menerima dan mencari informasi terkini. Sehingga, diharapkan ke depannya workshop ini mampu meningkatkan efektivitas bagi Biro Komunikasi dalam menciptakan berbagai strategi komunikasi terlepas dari situasi pandemi saat ini,” ujarnya.

Baca juga:  Penandatanganan PK Tahun 2021 Lingkup Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif , Deputi Odo: Komitmen Menyatukan Visi Misi untuk Mencapai Target Nasional

Workshop ini menghadirkan Penasihat Khusus Menko Marves Bidang Komunikasi Ezki Tri Rezeki dan Tenaga Ahli Madya Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Dilla Amran sebagai pemateri. Dilla menyampaikan dalam penyusunan strategi komunikasi yang baik kepada publik, termasuk pandemi Covid-19 yang melanda saat ini, diperlukan monitoring atau pemantau secara berkala. Sehingga dapat diketahui dan dipahami isu apa yang akan disebarluaskan kepada khalayak ramai melalui kanal sosial media ada baik Facebook, Instagram, Twitter, dan lainnya.

“Harus ada pemantauan. Juga diperlukannya agenda setting isu yang
akan dibuat, agenda setting ini bisa dibuat secara harian maupun mingguan,” kata Dilla.

Dia mengungkapkan bahwa dalam situasi pendemi covid-19 ini berita bohong atau hoaks harus menjadi perhatian serius. Pasalnya, berita-berita bohong, khususnya covid-19 masih marak tersebar dan
ditemukan di berbagai platform media sosial, tak terkecuali aplikasi pesan
cepat seperti WhatsApp.

“Hoaks atau berita bohong cepat tersebar, apalagi di Twitter. Sejak pertama kali kasus Covid-19 muncul Januari 2020, sampai dengan tanggal 4 April 2021, lebih dari 1.500 hoaks sudah beredar,” sebutnya.

Baca juga:  Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan Memimpin Rakor Peningkatan Produksi Minyak Bumi Indonesia

Sisi lain, Penasihat Khusus Menko Marves Bidang Komunikasi Ezki Tri Rezeki menuturkan bahwa digitalisasi saat ini terus berkembang dengan cepat dan luas. Karena itu, penggunaan platform sosial media dalam komunikasi publik atau penyampaian informasi kepada publik harus dimanfaatkan keberadaannya.

“Medsos itu menjadi media nomor satu dibandingkan media lainnya. Format pemanfaatan medsos juga berbeda-beda, jadi kita harus tahu caranya,” ujarnya.

Penasihat Khusus Menko Marves Bidang Komunikasi itu berharap Kemenko Marves, khususnya Biro Komunikasi harus bisa memanfaatkan medsos dengan maksimal guna menyebarluaskan infomasi dan pesan penting kepada publik. Utamanya upaya penanggulangan dan pencegahan pandemi covid-19 di Indonesia lewat berbagai produk komunikasi publik yang dimiliki.

“Saya yakin di Kemenko Marves bisa membuat infografis. Yang paling penting juga jangan menunggu arahan, jangan tunggu rilis, harus ada inisiatif,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Biro (Karo) Komunikasi Kemenko Marves Andreas Dipi Patria, mengungkapkan bahwa Workshop Penyusunan Strategi Komunikasi Pandemi Covid-19 digelar untuk meningkatkan pemahaman dan wawasan terkait strategi komunikasi, khususnya dalam keadaan
pandemi Covid-19 di lingkungan Kemenko Marves.

“Hal ini kami lakukan untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas kita semua dalam menentukan strategi apa yang akan kita gunakan dalam penyampaian akan suatu hal, terutama informasi seputar
pandemi Covid-19, baik di lingkup internal maupun eksternal Kemenko Marves, yang tentunya dengan tidak melupakan tata nilai utama dan tujuan yang diharapkan,” kata Karo Andreas dalam laporannya.

Baca juga:  Menko Luhut dan Mentan Amran Bahas LBNF di Kantor Maritim

Karo Andreas menerangkan bahwa penyelenggaraan workshop ini
dilatarbelakangi kesadaran mengenai pentingnya strategi atau ilmu dalam berkomunikasi yakni mulai dari perencanaaan, taktik, hingga cara yang akan digunakan dalam menyampaikan suatu informasi. Sasaran informasi itu baik kepada internal maupun eksternal dengan memerhatikan seluruh aspek yang ada pada proses komunikasi itu sendiri, dengan tujuan mencapai apa yang diinginkan, terutama dalam penyampaian informasi kepada masyarakat di masa tentang  Pandemi Covid-19 saat ini.

“Seperti diketahui Pandemi Covid-19 sampai saat ini masih melanda di seluruh belahan dunia, termasuk di Indonesia. Mengenai hal tersebut, berbagai upaya tengah dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk ‘menyudahi’ pandemi ini, salah satunya dengan penerapan kebijakan PPKM Darurat yang tengah berlangsung sejak 3 Juli hingga 20 Juli mendatang,” jelasnya.

“Berkaca pada kebijakan tersebut, kita sebagai bagian dari pemerintah juga harus hadir kepada masyarakat untuk menjelaskan dan mengingatkan kembali mengenai pandemi Covid-19 itu sendiri, serta bagaimana cara yang bisa mereka lakukan dalam menjaga diri masing-masing agar terhindar dari virus tersebut,” tuturnya. Caranya, lanjut Karo Andreas antara lain dengan terus menyosialisasikan untuk tetap ‘di rumah saja’ atau wajib menggunakan dua masker jika memang harus keluar rumah.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemariman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel