BeritaBerita DeputiDeputi 1

Siapkan Pertemuan Tingkat Menteri, AIS Forum Adakan Pertemuan Tingkat Pejabat Tinggi Secara Virtual

Dibaca: 80 Oleh Rabu, 11 November 2020November 13th, 2020Tidak ada komentar
Siapkan Pertemuan Tingkat Menteri, AIS Forum Adakan Pertemuan Tingkat Pejabat Tinggi Secara Virtual
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves – Jakarta, Pemerintah Indonesia melalui Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi bersama dengan United Nations Development Program (UNDP) kembali menggelar pertemuan Tingkat Pejabat Tinggi ke-5 Archipelagic and Island States (AIS) Forum. Pertemuan yang diadakan pada Selasa, (10-11-2020) ini memiliki tujuan utama untuk mempersiapkan penyelenggaraan pertemuan Tingkat Menteri ke-5 yang akan diadakan pada Rabu, (25-10-2020) mendatang.

Karena Pandemi Covid 19, pertemuan kali ini diadakan secara virtual dan dihadiri oleh 23 negara partisipan dan 3 organisasi internasional. Pertemuan ini dipimpin oleh Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Odo Manuhutu, dan Wakil Residen UNDP Indonesia Sophie Kemkadze. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral, Febrian Alphyanto Ruddyard. Delegasi Indonesia terdiri dari perwakilan berbagai K/L terkait.

“Telah berfokus ke beberapa program yang menitikberatkan pada penelitian dan inovasi, Sekretariat AIS Forum juga terus mengembangkan Indeks Ekonomi Biru dan kerangka Keuangan Biru, demi mendorong inovasi melalui riset dan pengembangan serta kewirausahaan,” ungkap Deputi Odo.

Dalam sambutannya, Deputi Odo juga menekankan bahwa Pandemi Covid 19 harus membuat negara pulau dan kepulauan bersatu, menguatkan kerja sama, dan menyinergikan berbagai peraturan dan instrumen ekonomi untuk melawan kemerosotan ekonomi dunia. AIS Forum harus terus berfokus pada empat tantangan utama sehingga berbagai inovasi akan terus bermunculan dan dapat melewati krisis ini. Berbagai negara partisipan bersepakat pula terhadap usulan tersebut, dimana krisis ini tidak hanya melanda beberapa negara saja, tetapi seluruh dunia harus bahu membahu agar dapat kembali pulih dari situasi yang ada.

Mengutip beberapa masukan perwakilan negara partisipan seperti Jepang dan Sri Lanka, kedua negara sepakat bahwa pengembangan ekonomi biru dapat meningkatkan kemajuan ekonomi berbagai negara dan menciptakan lanskap kewirausahaan yang lebih maju dan berkembang.

Tahun ini, diskusi Forum, akan difokuskan pada empat tema utama, yaitu pembangunan laut berkelanjutan, kerja sama strategis ekonomi biru, konektivitas digital biru, dan investasi kelestarian laut. “Menyeimbangkan seluruh empat tema utama ini harus dilakukan untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan dalam iklim ekonomi yang positif demi melawan tantangan Covid 19 bersama,” Lanjut Deputi Odo.

Dibagi menjadi enam agenda utama, seluruh perwakilan negara partisipan mendapatkan waktu untuk memberikan masukannya terkait empat tantangan utama, dan juga persiapan penyelenggaraan Pertemuan Tingkat Menteri mendatang. Diskusi di dalam forum berjalan dengan baik dan maksimal, walaupun terhalang oleh perbedaan waktu dan tempat.

Diharapkan, hasil dari pertemuan forum ini akan memperkuat kerjasama dari AIS Forum dalam menciptakan berbagai inovasi dalam bidang ekonomi dan kelautan, khususnya dalam menghadapi tantangan pandemi yang sedang melanda.

Biro Komunikasi

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Baca juga:  Kemenko Kemaritiman dan Kedubes AS Ajak Pelajar dan Komunitas Blogger Perangi Sampah Laut

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel