Maritim - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI

Soal Pembangunan, Menko Maritim: Boleh Kritik, Asal Membangun

By 21 Mar 2018 07:25Berita
Luhut
Maritim—Jakarta, Menko Maritim Luhut Pandjaitan mengungkapkan, nilai potensi kelautan Indonesia mencapai USD 1,3 triliun. “Mungkin baru dieksplorasi 8 persen, sehingga room (ruang) untuk berkembang masih sangat besar,” jelas Menko Luhut saat menjadi pembicara dalam seminar nasional tentang kemaritiman di Badan Pemeriksa Keuangan, Senin (19-3-2018).
Ada beberapa permasalahan di sektor kemaritiman yang menurut Menko Luhut perlu segera ditangani bersama. Pertama, masalah tentang lego jangkar di Batam, Kepulauan Riau. “Jumat saya di Batam itu mengintegrasikan mengenai jangkar kapal, ada 16 ribu kapal jangkar disana karena mereka tidak bisa memuat di Singapura, karena mereka reklamasi, itu jadi sudah menjadi terbatas tempatnya, dan masuk ke Indonesia,” bebernya.
Lego jangkar ini, tambah Menko Luhut, berpotensi mendatangkan pemasukan bagi negara. “Di Singapura  mereka bisa bayar 2000 dolar untuk lego jangkar sedangkan di kita itu tidak jelas, ini adalah masalah kita semua,” keluhnya. Hal ini. Lanjutnya, karena telah bertahun-tahun belum ada koordinasi antara pemangku kepentingan terkait. “Jadi ada rapat terpadu disana (Batam), ada 6 institusi yang disatukan, ada bea cukai, angkatan laut, kepolisian, Bakamla, semua masing-masing megang kendali sendiri,” tuturnya.  Menko Luhut berharap dengan pertemuan itu, masalah lego jangkar dapat diselesaikan bersama.
Lalu, masalah kedua adalah kurang integrasi antara lembaga pemerintah, sehingga permasalahan yang muncul jadi berlarut-larut. Diapun lantas mencontohkan tentang proyek pembangunan Kereta Api Ringan (LRT). “LRT  itu adalah (wewenang) kementerian perhubungan dibawah saya, jika tidak selesai LRT maka balik lagi pada kelingkungan hidup, pemerintahan Provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta, baru bisa diselesaikan.  kita buat  strukturnya itu sedemikian rupa, sehingga bisa diselesaikan,” bebernya.
Tak jarang penyelesaian sebuah proyek pemerintah memakan waktu yang lama karena masalah integrase tersebut. “Untuk itulah Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman itu dibentuk, dan  kadang-kadang orang bilang Pak Luhut nanganin semuanya, padahal dibawah koordinasi Kemaritiman itu ada 4 kementerian dibawahnya,” jelas Menko Luhut.
Lebih jauh, masalah ketiga, menurut Menko Luhut adalah sampah plastik laut. “Sekarang Teluk Jakarta begitu kotor, tapi kita asyik saling berbeda-beda pendapat,  padahal ada masalah didepan mata kita yang bisa membuat generasi kita menjadi generasi kuntet,” keluhnya. Berdasarkan hasil penelitian, jelas dia, plastik yang berubah menjadi micro plastic dimakan oleh ikan,  kemudian ikan itu dimakan oleh manusia. Apabila   perempuan hamil memakan ikan yang mengandung plastik mikro itu maka  hampir pasti pertumbuhan tubuh anaknya tidak akan sempurna.
“Jadi kalau kita membuang plastik sembarangan, kita juga membunuh generasi yang akan datang. Maka dari itu,  Sungai Citarum yang panjangnya 269 km menjadi target pemerintah  dan saya menjadi penanggung jawabnya,” beber Menko Luhut. Alasan pemerintah melakukan revitalisasi sungai terpanjang di Jawa Barat itu karena ada 27, 5 juta orang tinggal di sana. Lalu, ada tiga danau yang terdampak polusi Sungai Citarum, yakni Jatiluhur, Saguling dan Ciratak. Menurut dia, bila masalah ini tidak segera diselesaikan maka ekosistem laut akan tercemar.
Menko Luhut menyebutkan beberapa pencapaian sumber daya alam dan jasa kemaritiman tahun 2015-2017. “Sudah banyak yang dicapai akan tetapi, lebih banyak lagi masalahnya. Jadi kalau ada kritikan yang tidak membangun, karena tiga tahun itu tidak dapat menyelesaikan semua masalah, tapi saya menjadi komandan mempunyai landasan-landasan yang buat kita tetap maju kedepan,” tegasnya.  Terakhir, Menko Luhut menuturkan tentang pentingnya penyelesaian masalah secara bersama-sama. “Mari kita kerja sama, kita bangun teamwork, bahwa kalau ada kritik boleh, akan tetapi kritik-kritik yang membangun,” tegasnya. ***
POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Foto Program Suar Kemaritiman Siaran Pers Narasi Tunggal
Sort by
Suar Kemaritiman Edisi 16 – 17 Juli 2018
2018-07-17 12:38
Biro Informasi dan Hukum

1

Suar Kemaritiman Edisi 14 – 16 Juli 2018
2018-07-16 17:27
Biro Informasi dan Hukum

1

Kunjungan Menko Luhut ke PT PAL
2018-07-16 15:10
Biro Informasi dan Hukum

1

Menko Luhut “Perang Dagang Adalah Peluang”
2018-07-16 15:00
Biro Informasi dan Hukum

1

Menko Luhut Tinjau Dermaga Porsea di Balige
2018-07-13 13:07
Biro Informasi dan Hukum

1

Menko Luhut: “Danau Toba Kini Mempunyai Galangan Kapal”
2018-07-13 12:57
Biro Informasi dan Hukum

1

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Soal Pembangunan, Menko Maritim: Boleh Kritik, Asal Membangun