Berita

Sosialisasi GBBS, DWP Kemenko Maritim Kunjungi SDN 1 Pamarican Serang

Dibaca: 57 Oleh Senin, 15 Mei 2017Juli 12th, 2018Tidak ada komentar
Sosialisasi GBBS, DWP Kemenko Maritim Kunjungi SDN 1 Pamarican Serang
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Maritim – Serang, Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman melakukan sosialisasi Gerakan Budaya Bersih dan Senyum (GBBS) di SDN Pamarican 1, Serang, Banten, Senin (15/5/2017). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Penasehat DWP Kemenko Maritim, Devi Pandjaitan.

Kedatangan rombongan DWP disambut hangat para guru maupun siswa didik. “Anak-anak kami datang berkunjung. Senang tidak?,” sapa Devi yang langsung disambut gembira oleh para siswa.

Dalam sosialisasi GBBS ini, Devi yang juga selaku Istri Menko Maritim (Luhut B. Pandjaitan) menjelaskan bahwa kondisi negara yang rentan dengan sampah plastik di Indonesia yang menjadi penghasil plastik nomor dua di dunia setelah China. Dengan alasan itu, Devi pun memberikan pengarahan atas bahayanya sampah plastik.

“Anak-anak, plastik itu berbahaya. Kalau anak-anak habis minum membuang plastiknya sembarangan, sampah plastiknya bisa sampai 200 tahun baru habis,” ungkap Devi sambil menunjukkan kemasan botol minuman plastik.

Dijelaskan, seperti sampah plastik yang telah tertimbun dalam tanah dikhawatirkan akan terkontaminasi dengan tanaman sayur-sayuran. Sehingga sayuran tersebut akan berdampak buruk terhadap kesehatan jika dikonsumsi manusia.

Baca juga:  Kemenko Marves Matangkan Protokol Keamanan dan Keselamatan Daerah Pariwisata Super Prioritas Labuan Bajo

“Sayuran dimakan yang tercemari plastik bahaya tidak?,” tanya Ibu Devi seketika dijawab ‘tidak’ oleh para siswa seolah sudah mulai paham tentang bahaya sampah plastik.

“Makan sayur begitu lama-lama ginjalnya rusak. Karena ibu-ibu hamil makan sayur ada plastiknya akan menjadi sakit,” sambungnya.

Terkait hal itu, Devi mengajak agar para siswa untuk tidak membawa dan menggunakan tempat air minum berbahan plastik. Sebagai gantinya, pengurus DWP telah menggantikan botol minuman berbahan olium kepada siswa di SD Pamarican tersebut.

Lebih lanjut, Devi juga memberikan pengetahuan umum dan sosial di hadapan para anak didik. Devi pun meminta agar para guru lebih meningkatkan sosialisasi tentang penanganan sampah plastik berikut pengetahuan bahwa Indonesia sebagai negara kemaritiman.

Devi dan bersama pengurus DWP turut memberikan sumbangan berupa 6 buah tempat sampah organik dan non-organik, buku-buku, bola, dan 2 Peta Negara Kesatuan Republik Indonesia di SDN Pamarican.

“Banyak murid-murid yang cerdas. Kami bersyukur sekali kami membawa peta, muda-mudahan guru-gurunya akan lebih menerangkan sebetulnya di mana pulau-pulau di Indonesia,” harapnya.

Baca juga:  Menko Luhut dan Direktur IMF serahkan bantuan: "Kami tidak lupakan Lombok"

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel