BeritaFoto

Staf Ahli Rameyo: Ujung Tombak Perikanan Salah Satunya Adalah Budidaya Udang

Dibaca: 19 Oleh Selasa, 9 Februari 2021Februari 23rd, 2021Tidak ada komentar
Staf Ahli Rameyo: Ujung Tombak Perikanan Salah Satunya Adalah Budidaya Udang
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS 

SP-75/HUM/ROKOM/SET.MARVES/II/2021

Marves – Paiton, Sebagai negara maritim dengan potensi laut yang sangat besar, pemerintah terus mendorong pengembangan industri budidaya udang. Hal ini kemudian dituangkan dalam kebijakan RPJMN 2020-2024 sebagai major project, atau Proyek Prioritas Strategis untuk mendorong Indonesia sebagai produsen perikanan terbesar yang berkelanjutan.

Dalam mewujudkan Kebijakan tersebut diperlukan strategi implementasi yang tepat dan didukung oleh kemitraan peran serta swasta dan masyarakat. Untuk itu Staf Ahli Menteri Bidang Sosio-Antropologi Tukul Rameyo Adi melakukan kunjungan ke beberapa lokasi tambak dan hatchery udang di wilayah Paiton, Probolinggo, Jawa Timur pada hari Selasa (09-02-2021). Staf Ahli Rameyo menjelaskan “Tujuan kunjungan ini adalah untuk berdiskusi langsung dengan para pelaku budidaya udang untuk menghimpun masukan dari berbagai pengalaman dan permasalahan di lapangan.”
Adapun lokasi yang dikunjungi ialah Tambak Udang milik Dinas Kelautan dan Perikanan Probolinggo, pertambakan udang milik PT. Anugrah Berjaya Kraksaan (ABK), serta pembenihan udang milik Agape Hatchery.

“Ujung tombak perikanan salah satunya adalah budidaya udang. Namun program ini kemarin sempat terhalang Covid-19. Harus ada stimulan untuk menggerakkannya,” ungkap Staf Ahli Rameyo.

Baca juga:  Menko Luhut Kunjungi Indonesia Morowali Industrial Park

Saat ini, pemerintah tengah mengupayakan Indonesia untuk menjadi pengekspor udang terbesar di dunia dan menargetkan peningkatan 250% hingga tahun 2024. Untuk mewujudkannya, dibutuhkan pengetahuan di lapangan guna melakukan intensifikasi budidaya udang. Untuk menghasilkan industri budidaya udang yang baik, perlu didukung dengan pasokan benih dari hatchery handal yang berkelanjutan.

Staf Ahli Rameyo juga mengemukakan bahwa keberhasilan dan pelaksanaan budidaya udang ini diikutkan juga dengan kaidah keberlanjutan atau sustainability. “Indonesia sudah meratifikasi dan mengembangkan petajalan pembangunan berkelanjutan atau SDGs untuk lingkungan dan masyarakat yang makmur, mencakup dalam pengembangan budidaya udang,” terangnya.

Dengan adanya industri budidaya udang ini, pada akhirnya juga akan berdampak langsung terhadap ekonomi nasyarakat. Hal ini dikarenakan adanya pemberdayaan masyarakat dalam menjalankan industri budidaya udang.

Saat ini, selain tambak udang komersial yang diperuntukkan bagi industri dan perusahaan besar, ada pula tambak pendidikan. Tambak pendidikan ini merupakan learning center untuk penelitian dan pembelajaran terkait budidaya udang.

Menurut Staf Ahli Rameyo, perlu dilakukan strategi perencanaan yang realistis baik dari segi petambak (SDM), kebutuhan pasar maupun dari ketersediaan benih dan pakan. Masalah yang mungkin dihadapi dalam mengembangkan industri budidaya udang ialah terkait investasi dan pemodalan. Sejauh ini, guna menghemat pembiayaan, salah satu cara yang digunakan oleh petambak untuk mengembangkan udang ialah dengan metode kolam bulat (kolam milenial).

Baca juga:  Menko Luhut Mengadakan Pertemuan Dengan Kepala BKPM Dan Para Gubernur Serta Delegasi FMG

“Indonesia memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan industri budidaya udang. Namun, diperlukan strategi dan solusi yang tepat guna memastikan keberhasilannya,” ungkap Staf Ahli Rameyo.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel