FotoBerita DeputiDeputi 3

Sudah Masuk PSN, Kemenko Marves Bahas Percepatan Pengerjaan SPAM Benteng-Kobema di Provinsi Bengkulu

Dibaca: 18 Oleh Senin, 28 Desember 2020Tidak ada komentar
Sudah Masuk PSN, Kemenko Marves Bahas Percepatan Pengerjaan SPAM Benteng-Kobema di Provinsi Bengkulu
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves – Jakarta, Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) terus mendorong percepatan pembangunan seluruh infrastruktur di dalam negeri, termasuk Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Benteng Kobema (Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu, dan Seluma/Benteng-Kobema) di Provinsi Bengkulu yang masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

Terkait ini, Asisten Deputi (Asdep) Infrastruktur Dasar, Perkotaan, dan Sumber Daya Air Kemenko Marves, Rahman Hidayat melakukan rapat koordinasi (Rakor) dan kunjungan lapangan untuk memantau dan membahas hal-hal yang dianggap penting yang selama ini masalahnya belum terselesaikan. Ia menyampaikan bahwa keberadaan SPAM Benteng-Kobema dimulai dengan kesepakatan bersama antara Bupati Bengkulu Tengah, Bupati Seluma, Kota Bengkulu, Gubernur Bengkulu, Ditjen SDA, dan Ditjen Cipta Karya pada 2019 lalu.

Ihwal perizinan pemanfaatan air atau pengambilan air untuk pengelolaan sudah selesai pada tahun 2018 dan pembebasan lahan untuk bendungan (intake) sudah selesai yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui BBWS Sumatera VIII. “Kemudian pipa transmisi sepanjang 23 km sudah dibangun dan tersisa 5 Km, akibat ada bencana alam dan juga pembebasan lahan,“ kata Asdep Rahman di Jakarta, Senin (28-12-2020).

Baca juga:  Kemenko Marves Dukung Penuh Pengembangan Pariwisata dan UMKM

Rahman menjelaskan saat ini pembangunan instalasi pengolahan air (IPA) sudah masuk tahap Detail Engineering Desain (DED) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) juga sudah selesai pada 2020. Pada IPA ini terdapat 11 titik offtaker atau tempat keluarnya air dan tersisa dua lokasi yang belum dibebaskan. Adapun total panjang pipa distribusi adalah 65 Km sudah selesai tahap DED.

“Permasalahan utama adalah menyelesaikan SP3 atau perjanjian kerja sama antara Kabupaten Bengkulu Tengah, Kabupaten Seluma, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, dan Kemeterian PUPR. Sebelumnya sudah diadakan pertemuan koordinasi namun belum mendapatkan titik kesepakatan mengenai tarif air curah yang akan dikeluarkan oleh tiga pemda tersebut sebagai offtaker dari semua kriteria persyaratan SPAM hanya tarif yang belum terlengkapi,“ ungkapnya.

Pemprov Bengkulu, kata Rahman, sudah mengusulkan harga rincian air untuk Kabupaten Bengkulu Tengah sebesar Rp1.600/m3, Kota Bengkulu sebesar Rp2.000/m3, dan Kabupaten Seluma sebesar Rp1.700/m3. Sedangkan usulan Pemda Bengkulu Tengah ialah Rp800/m3, Kota Bengkulu Rp1.600/m3, dan Kebupaten Seluma sebesar Rp1.400/m3. Adanya perbedaan ini membuat selisih harga jual itu hingga kini belum menemui kata kesepakatan antara semua pihak.

Baca juga:  Hadiri Launching GIB, Menko Luhut: Lupakan Politik, Fokus Peduli Sampah

Diketahui harga jual air sekarang di Kabupaten Bengkulu Tengah sebesar Rp2.500/m3 merupakan harga jual terendah, jika harga yang diusulkan oleh Provinsi disetujui maka bisa tercapai kesepakatan tetapi jika tidak disetujui maka Provinsi Bengkulu akan selalu mensubsidi tarif air.

“Berdasarkan harga usulan pemerintah provinsi maka tiga tahun pertama disubsidi oleh pemerintah provinsi, tetapi tidak terlalu besar masuk tahun keempat sudah bisa menutupi biaya produksi,“ terangnya.

Perbedaan penentuan harga ini, lanjut Asdep Rahman terus mengalami stagnasi, namun kini sudah mulai berjalan membaik. SPAM Benteng-Kobema ini berada di Bengkulu Tengah yang akan memenuhi kebutuhan air di Kabupaten Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu, dan Kabupaten Seluma. Pada SPAM Benteng-Kobema tahun 2020 Pemerintah Provinsi sudah mengalokasikan anggaran untuk kegiatan yang terdiri dari pembebasan lahan, pendampingan penyusunan review feasibility study (FS), AMDAL, dan DED kegiatan Accelerating Infrastructure Delevery Through Better Engineering Project (ESP).

Adapun perencanaan tahun 2021 adalah terkait penyusunan dokumen rencana, kebijakan, strategi, dan teknis SPAM serta penyediaan lahan untuk pengembangan SPAM lintas kabupaten/kota.

Baca juga:  Menko Luhut : Maksimalkan Pemanfaatan Aspal Buton dan Kurangi Impor Aspal Minyak

“SPAM regional Benteng-Kobema dapat masuk dalam PSN atau Major Project nomor 33 tentang akses air minum perpipaan (10 juta sambungan rumah), sehingga ini seharusnya menjadi perhatian pemerintah Provinsi Bengkulu. Jika melihat time schedule terkesan lambat dalam pelaksanaannya, dimana pengerjaannya mulai tahun 2021 hingga 2029, artinya sangat lama, sehingga bagaimana kita mencari solusi untuk percepatan-percepatan dalam memangkas waktu pengerjaan SPAM Bengkulu,“ pungkas dia.

Adapun kegiatan Asdep Infrastruktur Dasar, Perkotaan, dan Sumber Daya Air Kemenko Marves ini telah dilakukan pada Selasa-Sabtu (15-19 Desember 2020) guna memantau Sistem SPAM Benteng-Kobema di Provinsi Bengkulu.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel