Artikel dan Feature

Surga Tropis Dari Semenanjung Belitung

Dibaca: 113 Oleh Senin, 11 April 2022Juli 10th, 2022Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2022 03 27 at 9.00.19 AM
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves –  Belitung, Gugusan batu granit dan pantai yang biru kehijauan merupakan pemandangan indah yang dapat kita nikmati. Tanjung Kelayang memang memiliki sebaran batuan granit yang berumur 65 – 200 juta tahun yang lalu.

Tak heran, bila Tanjung Kelayang menjadi destinasi prioritas karena keunggulan geostrategis yang letaknya berada di Indonesia dan di antara negara-negara ASEAN. Meski berada di salah satu titik terjauh di Indonesia, Tanjung Kelayang berhasil masuk dalam tempat wisata yang favorit dan mendunia.

Tanjung Kelayang adalah semenanjung yang menjorok ke arah utara. Pantai pasir putihnya membentang kurang lebih 4 km hingga ke Pantai Tanjung Tinggi. Tepi pantainya menjadi tempat yang asik untuk bermain-main dan kamu juga bisa berenang di pantainya. Menarik bukan?

“Saat ini kami pemerintah daerah Belitung sepakat, kami fokuskan pada pengembangan pariwisata dan meninggalkan penambangan. Setelah kami semua (unsur pemerintah daerah) sepakat melakukan transisi ekonomi ke pariwisata,” jelas Annyta, Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung.

Baca juga:  Insiasi Kerja Sama dengan India, Indonesia Tidak Fokus Tawarkan Investasi ke Satu Negara Saja

Dengan fokus pada pariwisata untuk memberikan multiplier effect dengan mendorong sektor lain yang dimiliki Belitung khususnya di Tanjung Kelayang untuk berkembang. Seperti UMKM, usaha jasa, ekonomi kreatif, sehingga membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

Tak dapat dipungkiri pesona pantai Tanjung Kelayang memang memiliki keindahan yang menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Pasir putih yang sangat halus, air laut yang biru kehijauan dan batu-batu besar menambah keindahan pantai.

Modal besar ini yang bisa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah setempat agar dapat menjadi penopang kehidupan masyarakat pasca pelarangan penambangan timah. Selain wisata mangrove dan Geopark yang dimiliki, ada juga drive wreck. Wisata ini memiliki sensasi sendiri bagi para penyelam seluruh dunia untuk menjelajah dasar laut dengan pemandangan yang cantik dan menarik.

Bayangkan lokasi-lokasi selam dengan 200 site kapal karam yang ada di sekitar Belitung, menjadikan penjelajahan para penyelam lebih memacu adrenalin. Tak heran dengan kekuatan pariwisata ini membuat Tanjung Kelayang menjadi KSPN berdasarkan PP No. 50/2002, yang mengangkat konsep kawasan An Enviromentally and Socially Responsible Tourism Development (natural and cultural tourism).

Baca juga:  Yachters Apps Mempermudah Wisatawan Mengunjungi Indonesia

Gugusan Batu di Pantai Tanjung Kelayang.

Ada cerita menarik yang melatari nama Pantai Tanjung Kelayang yang berada di Kawasan Kecamatan Sijuk ini. Tanjung Kelayang diambil dari nama burung Kelayang atau burung Wallet yang setiap sore sering berterbangan di pantai. Kawanan burung Kelayang ini menarik karena bergerombol di pantai diantara gugusan batu-batu besar yang mencuri perhatian.

Bahkan, ada batu yang menyerupai kepala burung garuda. Menurut cerita rakyat setempat, batu tersebut memiliki kekuatan mistis, yang mana batuan ini tidak dapat bergeser dan tergerus oleh air. Memang sudah dipastikan hingga kini tidak ada perubahan dari struktur batuan tersebut.

Justru bukan nilai mistis yang berhasil membuat wisatawan berdatangan, tapi pada keindahan yang dipamerkan Pantai Tanjung Kelayang. Sepanjang pantai di bagian barat Tanjung Kelayang, tidak sepanjang sisi timur, karena di sisi barat terdapat lebih banyak batu granit. Pemandangan unik dari pantai sisi barat adalah tiga pulau kecil, kira-kira 300 meter dari bibir pantai. Dikombinasikan dengan bebatuan granit besar yang tersebar di permukaan laut, pemandangan di sisi Barat menjadi lebih menarik, terutama pada saat matahari terbenam.

Baca juga:  Pemerintah-Perguruan Tinggi Ramu Program Percepatan Pembangunan Danau Toba

Batuan raksasa ini merupakan warisan sejak zaman megalitikum. Bak melewati hutan batu, saat berjalan kita dikelilingi bebatuan raksasa dengan berbagai macam jenisnya. Jika diperhatikan dengan seksama maka ada batu yang menjulang tinggi, ada yang pipih, bulat bahkan ada yang kekar.

Semuanya terlihat memukau dengan degradasi warna laut yang enak dipandang mata. Makin masuk ke dalam hutan batu, rasanya kian semakin seru. Celah-celahnya makin sempit namun masih bisa dilalui manusia. Menarik dan sangat memuaskan berpetualang ke Pantai Tanjung Kelayang. Jadi tunggu apalagi? Yuk ke Tanjung Kelayang.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel