BeritaFotoPenguatan Implementasi Reformasi Birokrasi

Susun Renstra 2020-2024, Kemenko Marves Adakan FGD

Dibaca: 252 Oleh Jumat, 28 Februari 2020Juni 18th, 2020Tidak ada komentar
Auto Draft
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

(SP-51/HUM/ROKOM/MARVES/VI/2020)

 

Marves-Wakatobi, Pembangunan Indonesia sebagai poros maritim dunia merupakan salah satu fokus Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves). Oleh karenanya, Kemenko Marves melalui Biro Perencanaan dan Investasi mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Pembangunan Kemaritiman dan Investasi Menuju Visi Indonesia Sebagai Pusat Peradaban Maritim Dunia. FGD tersebut dilaksanakan di Kabupaten Wakatobi, pada 27 – 29 Februari 2020.

“Tema FGD ini diharapkan dapat menjadi semangat kita bersama untuk dalam melaksanakan pembangunan di Bidang Kemaritiman dan Investasi” ucap Kepala Biro Perencanaan dan informasi Kemenko Marves, Arif Rahman, pada pembukaannya dalam FGD tersebut.

Menurutnya, FGD ini dilaksanakan dengan tujuan untuk membangun konsepsi bersama arah dan kebijakan pembangunan Kemaritiman dan Investasi mendukung penyusunan Rencana Strategis Kemenko Marves tahun 2020 – 2024.

“Saya harapkan FGD ini dapat menghasilkan saran dan masukan internal maupun eksternal terkait arah dan kebijakan pembangunan kemaritiman dan investasi” tambah Karo Arif.

Menurut paparan yang disusun oleh Tim Kemenko Marves, Indonesia merupakan negara kepulauan dengan lebih dari 17 ribu pulau yang tersebar di sepanjang garis katulistiwa. Sebagai negara dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia, Indonesia memiliki potensi kekayaan alam yang besar, salah satunya potensi ekonomi kelautan.

Baca juga:  Menko Luhut Rakor Pengadaan Rangkaian Kereta LRT Jabodebek di Kantor Maritim

Pada paparan Tim Kemenko Marves, diketahui bahwa potensi ekonomi maritim mencapai sekitar 1,33 Triliun US Dolar setiap tahunnya. Potensi tersebut berasal dari sektor energi, mangrove, perikanan tangkap, aquaculture, perikanan olahan, industri bioteknologi, dan industri jasa kemaritiman.

Pelaksanaan FGD ini erat kaitannya dengan upaya realisasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

“RPJMN menjadi panduan dan rencana dalam melangkah ke depan menuju Indonesia maju. RPJMN ini juga memuat peta jalan dan pencapaian target”, papar Kasubdit Perikanan Kementerian PPN/Bappenas, Rahmat Muliandra.

Menurut Kasubdit Rahmat, semua visi misi Menteri dan Kementerian mengacu pada RPJMN. Untuk itu dibutuhkan sinergi antara lintas Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah sehingga ada kesamaan gerak dan langkah.

Pada FGD tersebut disampaikan pula arahan Presiden Joko Widodo kepada Menko Kemaritiman dan Investasi, yaitu Melakukan terobosan-terobosan dalam rangka mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia, menangani hambatan-hambatan investasi, dan merealisasikan komitmen-komitmen investasi besar.

Tantangan dan kebutuhan Indonesia untuk mencapai poros maritim dunia, seperti yang dipaparan dalam FGD, adalah adanya perubahan peran pemerintah, kepastian adanya pembangunan berkelanjutan, ketahanan iklim dan circular economy.

“Sesuai tupoksinya, Kemenko memiliki peran dalam pengawalan program prioritas nasional dan upaya pencapaian target-target utama pembangunan yang tertuang dalam RPJMN 2020-2024” jelas Kasubdit Rahmat.

Baca juga:  Menko Luhut : Manajemen Sampah yang Baik Berkaitan dengan Kualitas SDM

Sebagai penutup, Karo Arif lantas menjelaskan, bahwa Kemenko perlu memperkuat peran koordinasi dan pengendalian program pembangunan untuk berada pada jalur yang tepat guna mencapai tujuan ekonomi.

“Semoga FGD ini dapat memberikan arah dan manfaat bagi kita dalam mengawal pembangunan kemaritiman menuju Visi Indonesia sebagai Pusat Peradaban Dunia” pungkas Karo Arif.

Biro Perencanaan dan Investasi
Setmenko Bidang Kemaritiman dan Investasi

 

 

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel