FotoBerita DeputiDeputi 3

Tanggapi Isu Kerusakan Pantai, Kemenko Marves Monitor Pembangunan Infrastruktur di Kawasan Pantai Bali

Dibaca: 15 Oleh Sabtu, 5 Desember 2020Januari 13th, 2021Tidak ada komentar
Tanggapi Isu Kerusakan Pantai, Kemenko Marves Monitor Pembangunan Infrastruktur di Kawasan Pantai Bali
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves – Bali, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) melalui Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi melakukan tinjauan lapangan dengan tujuan untuk merespons isu dan masalah terkait abrasi pantai, identifikasi struktur bangunan, serta monitoring revitalisasi kawasan pantai di Provinsi Bali (05-12-2020). Peninjauan lapangan dilakukan oleh Asisten Deputi (Asdep) Infrastruktur Dasar, Perkotaan, dan Sumber Daya Air Kemenko Marves Rahman Hidayat dan didampingi oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida, juga Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar.

“Kita perlu segera mengadakan pertemuan dan berkoordinasi lebih lanjut untuk membahas mengenai abrasi yang terjadi di pantai Provinsi Bali. Pantai yang mengalami abrasi harus menjadi perhatian khusus agar cepat kita tindak lanjut,” ujar Asdep Rahman dalam kunjungannya di lapangan.

Beberapa kawasan pantai di Provinsi Bali memang mengalami abrasi, di antaranya Pantai Kuta sebagai salah satu destinasi pariwisata, juga beberapa pantai lainnya. Isu yang mengemuka adalah abrasi pantai dan beach nourishment juga terjadi di Pantai Kuta, Sanur, Gianyar, dan Karangasem.

Baca juga:  Menko Luhut Hadiri Rapat Blended Finance

Kepala BPSPL Denpasar Permana Yudiarso menyatakan bahwa beliau telah menghimpun data dari Bidang Sumber Daya Air dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Jembrana Tahun 2018. Hasil yang ditemukan adalah terdapat berbagai macam titik abrasi di beberapa pantai di Provinsi Bali.

“Dari 76 kilometer garis pantai yang ada di wilayah Jembrana, 20,63 km diantaranya mengalami abrasi di 22 titik pantai. Adapun rinciannya, di wilayah Kecamatan Pekutatan terjadi abrasi sepanjang 2,8 kilometer di 6 titik pantai, yakni di Pantai Pengeragoan, Pantai Gumbrih, Pantai Pangyangan, Pantai Pekutatan, Pantai Pulukan, dan Pantai Medewi. Kemudian, di wilayah Kecamatan Mendoyo terjadi abrasi sepanjang 3,55 kilometer di 4 titik pantai, yakni di Pantai Rambut Siwi, Pantai Yehembang, Pantai Penyaringan, dan Pantai Delod Berawah. Di Kecamatan Jembrana terjadi abrasi di 3 titik pantai dengan panjang total 3,5 kilometer, yakni di Pantai Yeh Kuning, Pantai Air Kuning, dan Pantai Perancak. Selanjutnya, di Kecamatan Negara terjadi abrasi sepanjang 7 kilometer di 5 titik pantai, yakni di Pantai Muara Sowan, Pantai Pengambengan, Pantai Cupel, Pantai Baluk Rening, dan Pantai Pebuahan,” tuturnya saat memberikan paparan dalam kunjungan tersebut.

Baca juga:  Meeting Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan dengan Sekjen Guang Xi

Walaupun begitu, terdapat beberapa lokasi yang sudah mulai digerakkan untuk menuntaskan masalah abrasi. Aditya selaku perwakilan dari BWS Bali-Penida menyampaikan bahwa dari total panjang pantai di Bali sejumlah 633,3 kilometer, 215,8 kilometer di antaranya mengalami abrasi. Pihaknya pun telah melakukan penanganan di 108 kilometer.

“Pada tahun 2021, anggaran akan kami gunakan untuk menangani abrasi di sekitar pantai lembeng-purnama Gianyar dan Buleleng. Sementara, untuk penanganan abrasi di Pantai Pebuahan Jembrana diagendakan untuk dilakukan pada tahun 2022 atau 2023 karena saat ini masih terkendala status tanah negara di sepanjang pantai yang dimanfaatkan oleh masyarakat tanpa izin, sementara masyarakat menolak untuk direlokasi di lokasi yang lebih aman. Untuk itu perlu dukungan dari Pemerintah Daerah untuk penyelesaian lahan ini,” bebernya menambahkan paparan Kepala BPSPL Permana.

Selanjutnya, telah dilakukan juga peninjauan langsung ke lokasi proyek pengendali banjir bagian hilir Tukad Unda di Desa Tangkas, Kabupaten Klungkung. Di sana terdapat program penataan dan normalisasi sungai yang diharapkan mampu memberi manfaat dalam mengurangi risiko bencana banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tukad Unda yang menjadi salah satu pusat kegiatan pariwisata internasional di Bali. Nantinya akan dibangun Pusat Kebudayaan Bali seluas 171 hektar di Gunaksa yang terintegrasi dengan Tukan Unda, Marina-Gunaksa, dan Nusa Penida Hub, serta Pelabuhan Penyeberangan Gunaksa ke Nusa Penida. Hal ini juga sudah ditindaklanjuti oleh Presiden Joko Widodo dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR).

Baca juga:  Deputi Bidang Kedaulatan Maritim Pimpin Rapat Koordinasi Peluncuran Pemutakhiran Peta Indonesia 2017

Menutup kunjungannya Asdep Rahman menyatakan bahwa seluruh permasalahan yang terjadi mengenai abrasi pantai dan pembangunan di Bali harus diselesaikan bersama-sama. Oleh karena itu, diperlukan pertemuan koordinasi lebih lanjut untuk membahas penyelesaian persoalan pantai di Provinsi Bali, khususnya terkait Pantai Kusamba dan sekitarnya, termasuk revitalisasi Pelabuhan Gunaksa sehingga dapat berfungsi dengan baik dan secara terintegrasi mendukung pengembangan infrastruktur sekitarnya

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel