Berita DeputiDeputi 6

Targetkan Peningkatan Produksi Nasional Udang Vaname, Kemenko Marves Gelar Rakor Alih Lahan Tambak di Mesuji

Dibaca: 38 Oleh Kamis, 18 Maret 2021Maret 19th, 2021Tidak ada komentar
Targetkan Peningkatan Produksi Nasional Udang Vaname, Kemenko Marves Gelar Rakor Alih Lahan Tambak di Mesuji
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

No.SP-172/HUM/ROKOM/SET.MARVES/III/2021

Marves – Bandar Lampung, Pemerintah telah mencanangkan target produksi Udang Vaname sebanyak 1,29 juta ton. Untuk mencapai target tersebut, berbagai upaya peningkatan budidaya udang ini dilakukan salah satunya dalam aspek infrastruktur produksi yakni penambakan udang.

Untuk mempercepat pengembangan salah satu situs penambakan Udang Vaname di Provinsi Lampung, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) melalui Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan menggelar rapat koordinasi Alih Lahan Tambak PT Central Proteina Prima (CPP) ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji pada Rabu (17-03-2021).

Rakor ini secara khusus membahas tentang alih lahan Pertambakan Mandiri Bumi Dipasena di Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung, yang akan dikembangkan menjadi kanal inlet outlet.

“Rapat koordinasi pada hari ini bertujuan mengantarkan keabsahan dokumen-dokumen hukum dan persyaratan dokumen ketetapan terkait proses pengalihan PT. CPP ke BBWS,” jelas Asisten Deputi Investasi Strategis Bimo Wijayanto selaku pemimpin rakor.

Asdep Bimo memaparkan bahwa pada saat ini, Bumi Dipasena memiliki total panjang irigasi sepanjang 1.300 km yang terdiri dari kanal inlet (air masuk untuk budidaya) dan kanal outlet (air keluar untuk budidaya dan sarana transportasi air). Akan tetapi, baik kanal inlet maupun outlet existing saat ini membutuhkan pengerukan karena adanya pengendapan lumpur maupun abrasi.

Baca juga:  Rapat Lanjutan tentang Perkembangan Gunung Agung Bali

Kualitas dan kuantitas produksi Udang Vaname ditentukan oleh kualitas air, yang dipengaruhi oleh kondisi kanal inlet outlet. Karena itu, tersedianya infrastruktur inlet outlet ini merupakan penentu kuantitas dan kualitas produksi Udang Vaname.

“Saat ini ada total 3.391,09 hektar lahan yang dikuasai oleh PT CCP dan memiliki sertifikat. Serta 2,109 hektar yang belum bersertifikat,“ ujar Direktur PT. Central Proteina Prima Tbk Arman Zakaria Diah dalam kesempatan yang sama.

Tindak lanjut dari rakor ini adalah kelengkapan data pendukung, pengarahan dan audit dokumen, penyusunan linimasa kerja, koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk alokasi biaya dan penyerahan dokumen risalah lelang oleh PT CPP ke Kementerian PUPR melalui Ditjen SDA, sebagai alas hak untuk pencatatan kepemilikan ke BPN.

Turut hadir dalam rakor ini perwakilan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, Kementerian Keuangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Lampung, Kantor Pertanahan Kabupaten Mesuji, Kantor Pertanahan Kabupaten Tulang Bawang dan Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung.

Baca juga:  Kemenko Marves Kawal Realisasi Investasi di Pelabuhan dan Kawasan Industri Kuala Tanjung

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel