Berita DeputiDeputi 6

Tekan Penyebaran Virus Covid-19 di Jawa Tengah, Kemenko Marves Lakukan Monitoring dan Evaluasi Tata Klinis, Tracing dan Teknis, serta Operasi Yustisi

Dibaca: 85 Oleh Selasa, 20 Oktober 2020Tidak ada komentar
Tekan Penyebaran Virus Covid-19 di Jawa Tengah, Kemenko Marves Lakukan Monitoring dan Evaluasi Tata Klinis, Tracing dan Teknis, serta Operasi Yustisi
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves – Semarang, Sebagai upaya pemantauan dan evaluasi penyebaran virus Covid-19 di Jawa Tengah, Kemenko Marves melalui Kedeputian Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan mengadakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Tatalaksana Klinis, Tracing dan Testing serta Pelaksanaan Operasi Yustisi di Semarang, 20 Oktober 2020. Pertemuan ini dilakukan terkait dengan meningkatnya jumlah kasus konfirmasi yang cukup signifikan dalam 7 hari terakhir, meskipun di sisi lain juga terdapat kenaikan pada angka kesembuhan.

“Sejak September, penanganan kasus kematian di Jawa Tengah sudah membaik. Namun, yang menjadi perhatian ialah penambahan jumlah kasus konfirmasi yang terus meningkat. Sebelumnya hanya di Kota Semarang, namun sekarang bergeser ke arah Kabupaten seperti Brebes, Kebumen, Sukoharjo, dan Wonosobo,” Ujar Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Septian Hario Seto.

Deputi Seto juga menerangkan bahwa saat ini penanganan kasus konfirmasi akan berfokus di sisi hulu, sesuai arahan Menko Marves. “Ada dua kegiatan utama, pertama Operasi Yustisi dan Simpati oleh TNI, POLRI, dan Satpol PP, serta yang kedua testing dan tracing tepat sasaran untuk cepat mendeteksi orang-orang positif dan mencegah menyebar lebih jauh. Kegiatan itu adalah kunci utama di sisi hulu. Mungkin dalam 1 – 2 minggu pertama saat penanganan tracing, penambahan kasus akan naik. Tapi setelah bisa dikontrol maka akan menurun secara signifikan karena bisa mencegah penularan dari orang-orang khususnya OTG,” Ujar Deputi Seto.

Baca juga:  Ditemani Deputi Ridwan, Menko Luhut Kembali Bahas Lanjutan Rakor LRT

“Kita harus cepat intervensi sesuai arahan Menko. Masalahnya, masih ada masyarakat yang tidak percaya adanya Covid. Hal ini lah yang menjadi hambatan dalam menerapkan perubahan perilaku masyarakat untuk menaati protokol kesehatan. Untuk pemantauan Operasi Perubahan Perilaku, kita juga gunakan heatmap melalui artificial intelligence (AI). Bila digunakan dengan optimal, memantau kasus aktif dan kluster dengan AI bisa menjadi efektif dan efisien karena hanya bermodal satu HP bisa memantau secara luas. Selain itu, dari arahan pusat isolasi itu tidak boleh mandiri di rumah tapi harus disediakan tempat khusus, namun belum seragam di daerah. Hal ini perlu diselaraskan antara arahan pusat dengan pelaksanaan di daerah” Ujar Asisten Deputi (Asdep) Strategi Percepatan dan Kebijakan Investasi Ferry Akbar Pasaribu selaku moderator pertemuan.

Untuk penguatan penanganan di Jawa Tengah, Rahmah selaku perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menyatakan telah dilakukan pemberdayaan masyarakat sampai di tingkat RT dan RW serta mengoptimalkan peran kelurahan siaga aktif melalui program Jogo Tonggo. Satgas Jogo Tonggo ini bertugas mendata setiap orang yang keluar masuk desa, memastikan dan update data siapa saja yang berstatus OTG, ODP, dan PDP, serta berkoordinasi dengan petugas kesehatan desa untuk pemeriksaan lanjut. Sementara mengenai Operasi Yustisi, saat ini sebagian besar sudah dilakukan pendisiplinan masyarakat namun terkadang masih banyak masyarakat yang menyepelekan dan menganggap Covid tidak berbahaya bahkan tidak ada.

Baca juga:  Kemenko Marves, KLHK dan PRAISE Kolaborasi Dukung Pencegahan Penyebaran Covid-19

Penasihat Menko Marves Bidang Penanganan Covid-19 Monica Nirmala juga turut memaparkan bahwa pemutusan rantai penyebaran sangat penting untuk diperhatikan. “Memutus rantai penyebaran perlu memperhatikan timeline infectious agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran, karena pada saat presymptomatic (belum muncul gejala) sudah bisa menularkan virus ke orang lain. Untuk itu, upaya tracing harus terus dilakukan dan terhubung dengan upaya isolasi untuk memaksimalkan hasil,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan hari ini, telah disiapkan pula tim tracing yang akan memantau dan mengevaluasi langsung di beberapa daerah di Jawa Tengah yang mengalami kenaikan tren kasus Covid-19, meliputi Semarang, Kebumen, Wonosobo, dan Brebes. Tim tracing ini kemudian akan melakukan pemantauan dan evaluasi di dinas kesehatan serta fasilitas kesehatan di kota terkait pada tanggal 19 – 23 Oktober 2020.

Biro Komunikasi

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel