Maritim - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI

Terbukti Hemat, Warga Bontang Pilih Gunakan Jaringan Gas Bumi

A7F040D8-E360-4965-8729-BEF413536A3F

Maritim – Kaltim, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman melalui Asisten Deputi (Asdep) Sumber Daya Mineral, Energi dan Nonkonvensional Amalyos beserta perwakilan dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) meninjau langsung progres pembangunan jaringan gas (jargas) untuk rumah tangga yang dimulai dari lokasi stasiun metering dan instalasi sambungan jargas yang dibangun pada tahun anggaran 2017-2018 di Bontang, Kalimantan Timur, Rabu (27/02). Melalui jargas ini, lebih dari 8000 warga Kota Bontang sudah tidak lagi menggunakan tabung gas untuk kebutuhan sehari-hari.

“Jadi dimulai dari stasiun meteran ini gas bumi didistribusikan ke jaringan gas di kota Bontang yang pelaksanaan selanjut dilakukan oleh PT. Bontang Migas dan Energi (BME), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Bontang yang diberikan tugas oleh pemerintah Kota Bontang untuk melaksanakan tata kelola jargas rumah tangga. Pada periode 2017 – 2018, diproyeksikan 13.000 an sambungan rumah tangga yang dapat menggunakan gas bumi untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga, dan ini dapat menggantikan penggunaan tabung gas LPG yg pada saat-saat tertentu terjadi kelangkaan pasokan dan masyarakat cukup sulit untuk mendapatkannya,” urai Asdep Amalyos di lokasi.

Asdep Amalyos menjelaskan, setelah 13.000-an pembangunan jargas, saat ini sedang dilakukan proses evaluasi sehingga diharapkan nantinya sambungan yg telah terbangun dapat berfungsi sesuai yang diharapkan.

“Memang ada laporan yg masuk ke kami, di beberapa sektor/tempat yang telah dibangun jargas tersebut sampai saat ini belum berfungsi karena pembangunan jaringan di beberapa area rumah tangganya itu masih bermasalah. Itu kan harus saling terkoneksi. Jadi pada tahun 2017 dan 2018 itu ada 8.000 dan 5.000 sambungan yang dikerjakan oleh kontrakor yang berbeda, dan di beberapa sektor sampai saat belum fungsional ataupun terkoneksi. Nah itu yang kita coba koordinasikan dengan pihak-pihak terkait dan sedang diusahakan untuk segera diatasi,” jelasnya.

Namun terlepas dari itu, Asdep Amalyos memaparkan bahwa adanya gas bumi ini sudah sudah sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Bontang karena dapat menggantikan penggunaan tabung gas baik yang ukuran 3 kg, 5,5 kg ataupun yang ukuran 12 kg, khususnya di Kota Bontang. karena terbukti jauh lebihefisien dan sangat hemat pembiayaannya.

“Sebagai gambaran, kalau rumah tangga di sini misal dalam sebulan menghabiskan minimal 2 tabung gas 12 kg, itu senilai Rp 230.000 biayanya, namun dengan menggunakan gas bumi ini biaya yang dikeluarkan per rumah tangganya jauh kebih hemat, hanya Rp 50.000- Rp 60.000/ bulan. Jadi sangat membantu sekali, dan ibu ibu rumah tangga sangat senang sekali dengan jargas ini,” ungkapnya.

“Karena Bontang salah satu daerah penghasil migas, jadi di sini kegiatan industri, listrik dan sebagainya memanfaatkan tenaga gas. Maka pada tahun 2019, pemerintah merencanakan membangun lagi 12.000-an sambungan,” pungkas Asdep Amalyos.

Selain berkunjung ke stasiun metering, Asdep Amalyos dan rombongan juga mengunjungi beberapa warga yang sudah memanfaatkan jaringan gas bumi. Salah satu pengguna jargas, warga Rusunawa Api-Api, Bontang, Yeni, mengungkapkan gas bumi ini sangat membantunya, baik biaya maupun waktu.

“Gas bumi ini hemat sekali. Saya 2 bulan pakai, bayar hanya Rp 70.000, kalau dulu saya pakai tabung gas yang 5kg, sebulan lebih dari 1 tabung, dengan satu tabungnya Rp 28.000- Rp 30.000. Sebulan saja saya bisa habis biaya hampir Rp 100.000 dengan tabung gas, kalau gas bumi ini hemat sekali”, ujar Yeni.

Selain hemat, Yeni menjelaskan bahwa gas bumi lebih mudah didapatkan dan lebih mudah untuk pembayarannya, yakni hanya dengan ke Kantor Pos terdekat.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Terbukti Hemat, Warga Bontang Pilih Gunakan Jaringan Gas Bumi