FotoBerita DeputiDeputi 4

Terus Dukung Pemanfaatan Biomassa, Kemenko Marves Kunjungi Kalimantan Barat

Dibaca: 13 Oleh Sabtu, 1 Mei 2021Mei 5th, 2021Tidak ada komentar
Terus Dukung Pemanfaatan Biomassa, Kemenko Marves Kunjungi Kalimantan Barat
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Siaran Pers

No.SP-305/HUM/ROKOM/SET.MARVES/V/2021

Marves, Kalimantan Barat – Penggunaan Biomassa sebagai alternatif bahan bakar fosil kini terus digencarkan oleh berbagai pihak, khususnya Pemerintah. Sesuai dengan UU Cipta kerja dan Paris Agreement yang telah di konversikan, Indonesia berkewajiban untuk terus mendayagunakan energi ini sebagai alternatif ini disamping penggunaan bahan bakar fosil. Untuk itu, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi terus mengawal pemanfaatan biomassa dan penyelenggaraan Hutan Tanaman Industri (HTI) dengan melakukan kunjungan pengayaan data potensi pengelolaan dan pemanfaatan biomassa di Kalimantan Barat pada 29 Maret-1 Mei 2021.

“Kunjungan ini diharapkan mampu memberikan gambaran jelas bagi kami terkait dinamika di lapangan mengenai pemanfaatan energi biomassa,” buka Asisten Deputi Pengelolaan Produk Kehutanan dan Jasa Lingkungan, Farianna Prabandari di lokasi kunjungan pertama. Menurutnya, Kemenko Marves yang juga berkunjung bersama beberapa Kementerian Lembaga terkait juga asosiasi lainnya mengharapkan adanya aksi nyata terkait penggunaan energi biomassa ini.

Bersama dengan Kementerian ESDM dan Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Asdep 2 melakukan kunjungan kerja ke beberapa tempat. Pertama, PLTbm Siantan menjadi tujuan awal. Di PLTbm ini, dijelaskan bahwa mereka telah beroperasi selama 4 tahun, dan memproduksi 15 Megawatt. PLTbm swasta ini memanfaatkan cangkang sawit sebagai bahan baku utama. Mereka juga menegaskan bahwa mereka siap untuk berinvestasi lebih jauh di berbagai daerah di Kalimantan Barat dengan berbagai kesempatan yang ada.

Baca juga:  Rapat Koordinasi Pengembangan Kawasan Pariwisata Danau Toba Bandara Silangit

Selanjutnya, tim gabungan melanjutkan perjalanan ke PLTU Sanggau milik PLN yang juga sudah melakukan proses co firing sebanyak 15% dari total keseluruhan menggunakan cangkang sawit. “Tetapi, sampai saat ini proses co firing tersebut masih terhenti karena kendala cangkang sawit yang sulit untuk ditemukan, karena bahan baku tersebut lebih banyak yang di ekspor,” ungkap Mintaria, Manager PLN Unit Layanan PLTU Sanggau. Cangkang sawit memiliki nilai ekspor yang tinggi, sehingga banyak pemasok yang lebih memilih untuk menjualnya ke pasar tersebut. Selain itu, akses menuju PLTU yang sulit dijangkau ini juga menambah harga bahan baku yang ada. Inventarisasi permasalahan ini menjadi salah satu masukan baik bagi tim gabungan terkait kunjungan kerjanya.

Melanjutkan di hari kedua, tim gabungan menggelar Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pembahasan Rancangan Provinsi Kalimantan Barat sebagai calon Pilot Project Nasional untuk Pengembangan Biomassa Energi di Universitas Tanjungpura. Rakornis yang turut mengundang banyak pemangku kepentingan mulai dari kementerian, lembaga, institusi pendidikan hingga asosiasi terkait ini secara keseluruhan membahas rencana model bisnis dan persiapan wilayah Kalimantan Barat kedepannya sebagai pilot project. “Universitas bukan hanya tempat belajar dan mencetak prestasi, tetapi juga harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, salah satunya dengan berpartisipasi aktif dalam pembangunan seperti ini,” ungkap Rektor Universitas Tanjungpura, Prof. Dr. Garuda Wiko dalam sambutannya. Rakornis berjalan baik dan kondusif dengan banyaknya masukan serta saran yang mampu menjadi bahan kajian selanjutnya bagi pembangunan ini.

Baca juga:  Menko Marves Rapat Tentang Nelayan

Selain itu, kunjungan kerja dilanjutkan ke PLTbm Harjohn Timber, yang tidak hanya memiliki Pembangkit Listrik, tetapi juga menjadi plywood suplier sehingga memudahkan mereka untuk mendapatkan bahan baku. “Situasi pandemi sesungguhnya menjadi waktu yang sulit bagi kami, permintaan yang begitu menurun menjadikan pasar begitu lesu,” ungkap Suroso selaku Manager Kelistrikan. Ia berharap, Pemerintah mampu menguatkan kebijakan agar industri biomassa dapat memiliki nilai yang menguntungkan.

Terakhir, kunjungan kerja dilakukan ke PLN UIW Kalimantan Barat. Disini, tim gabungan banyak berdiskusi terkait teknis dari penerapan energi biomassa di berbagai PLN di Kalimantan Barat. “Kami sejatinya siap menyediakan apapun kebutuhan kelistrikan masyarakat Kalimantan Barat, kami akan menjalankan amanat UU demi masyarakat,” ungkap Ari Dartomo, General Manager PLN Kalimantan Barat. Sehingga, metode apapun termasuk co firing akan diterapkan dengan maksimal. Mereka juga menyarankan agar tim gabungan berkunjung ke Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan di Jakarta untuk menambah referensi serta membuka diskusi lanjut mengenai pemanfaatan energi biomassa.

Baca juga:  Menko Luhut Menghadiri Working Luncheon on Indonesia Financing Scheme

Kunjungan kerja ini telah memberikan referensi baru bagi Kemenko Marves dan tim gabungan khususnya dalam praktek nyata yang ada. Diharapkan, pembangunan ini mampu berproses dengan maksimal dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat sekitar.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel