Berita DeputiDeputi 4

Terus Kawal Modernisasi Pertanian, Deputi PLK Kemenko Marves Tinjau Pabrik Alsintan di Jawa Timur

Dibaca: 15 Oleh Rabu, 28 April 2021Tidak ada komentar
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

No.SP-280/HUM/ROKOM/SET.MARVES/IV/2021

Marves – Surabaya, Untuk mendukung program ketahanan pangan melalui pengembangan food estate dan peningkatan produktifitas pertanian, pertanian Indonesia perlu bertransformasi menjadi pertanian modern. Sebagai upaya modernisasi dan efisiensi proses pertanian, keberadaan alsintan tidak hanya meringankan biaya produksi petani, namun juga menghemat waktu dan mengatasi keterbatasan tenaga tani. Untuk itu, Deputi Bidang Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan mengadakan rangkaian kunjungan kerja ke tiga industri produsen alat dan mesin pertanian yang berlokasi di Gresik Jawa Timur, pada (26-04-2021).

Kunjungan ini merupakan klarifikasi lapangan sebagai kelanjutan rapat koordinasi yang dipimpin oleh Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi pada tanggal 16 April 2021 untuk melihat langsung kesiapan SDF industri manufaktur berserta portofolionya. “Kesenjangan kebutuhan dan jumlah unit alsintan yang tersedia di lapangan menjadi salah satu kendala dalam mewujudkan pertanian Indonesia yang modern”, ungkap Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan, Nani Hendiarti dalam pembukaannya.

Dalam Kunjungan kerja kali ini Deputi Nani yang didampingi oleh Penasehat Menteri Bidang Kebijakan Inovasi dan Daya Saing Industri Prof. Satryo Brojonegoro, pengusaha Edward Wanandi, Asdep Pengelolaan DAS dan Konservasi Sumberdaya Alam M. Saleh Nugrahadi. Selain itu, turut hadir perwakilan BPPT dan perwakilan PT Pindad. Ada tiga perusahaan yang dikunjungi yaitu PT Barata, PT Om Hwahaha (Futata) dan PT Tri Ratna Diesel.

Baca juga:  Kemenko Marves Fokus Mendorong Kolaborasi Antar K/L Agar Program Tol Laut Terus Berakselerasi

Pada kesempatan pertama dari kunjungan ini, PT Barata menegaskan kesiapannya untuk mendukung program Alsintan dengan menunjukkan karyanya berupa traktor roda empat dengan gear box hasil manufaktur di Barata. Traktor yang dibangun menggunakan mesin penggerak 40 hp dan 50 hp yang dipasok oleh PT Boma Bisma Indra yang sedang melakukan alih teknologi dengan Doosan Korea. Prototipe Engine Doosan juga diperlihatkan di Barata.

Industri kedua yang dikunjungi adalah PT Om Hwahaha atau lebih dikenal dengan merek dagang Futata. Selain memperlihatkan kemampuan manufaktur dan desainnya, pimpinan sekaligus pendiri PT Om Hwahaha juga menyampaikan berbagai pendapat terkait kontroversi mengenai Standar Nasional Indonesia, masalah program pemerintah, dan kendala kredit usaha rakyat yang kurang didukung perbankan. Deputi Nani menyampaikan Kemenko Marves akan berusaha mencarikan solusi untuk kendala tersebut sehingga industri alsintan Indonesia dapat lebih bersaing dengan produk serupa dari China.

Kunjungan terakhir ke PT Tri Ratna Diesel memperlihatkan fasilitas dari proses manufaktur sampai dengan assembly beserta demo hasil produknya. PT Tri Ratna adalah satu-satunya perusahaan dalam negeri yang bukan modal asing yang telah memproduksi mesin diesel berukuran 8 hp, 9 hp, 11 hp dan 27 hp. Untuk Tri Ratna Diesel, masalah yang lebih mendesak dibandingkan dengan peningkatan kualitas adalah peningkatan produktivitas, optimasi logistik, serta bagaimana strategi supaya dapat menurunkan harga jual sehingga dapat bersaing dengan produk China.

Baca juga:  Mari Kita VOTE Video Wonderful Indonesia di kompetisi UNWTO

Di akhir kunjungannya Deputi Nani beserta Penasehat Prof Satryo menyampaikan rasa apresiasinya terhadap kesiapan dan kemampuan industri alsintan yang dikunjungi dan berharap dengan mengetahui akar masalah sebenernya akan dapat ditemukan solusi yang baik untuk semua.

“Pemerintah akan mendorong kemandirian alsintan nasional dengan kebijakan alokasi pendanaan, pembaharuan definisi tingkat kandungan lokal dalam negeri, serta pelarangan dan pembatasan impor alsintan,” tegasnya. Sehingga, Deputi Nani mengharapkan hal ini mampu menciptakan dampak berantai, salah satunya adalah menumbuhkan iklim yang kondusif bagi perkembangan industri alsintan dalam negeri, baik perusahaan yang sudah mapan maupun industri kecil dan menengah.

Biro Komunikasi

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel