Berita DeputiDeputi 1

Tindaklanjuti MoU tentang Kerja Sama Maritim di Bidang Industri Jasa Anjungan Lepas Pantai, Kemenko Marves Inisiasikan Percepatan Penyusunan Dokumen Implementing Arrangement (IA)

Dibaca: 92 Oleh Jumat, 12 November 2021Tidak ada komentar
IMG 9075
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS
No.SP-721/HUM/ROKOM/SET.MARVES/XI/2021

Marves – Bandung, Kemenko Marves melalui Deputi Bidang Koordinator Kedaulatan Maritim dan Energi menggelar rapat percepatan penyusunan Implementing Arrangement (IA) sebagai dasar pelaksanaan Pilot Project Decommissioning Anjungan Migas Attaka-I, Attaka-UA, dan Attaka-EB pada hari Jumat (12-11-2021) di Bandung.

Sebelumnya, pada tanggal 13 Oktober 2021, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi bersama dengan Menteri Samudera dan Perikanan Republik Korea telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang Kerja Sama Maritim di Bidang Industri Jasa Anjungan Lepas Pantai. Sebagai tindak lanjut dari penandatanganan MoU tersebut, dibutuhkan sebuah dokumen tambahan untuk mengimplementasikan MoU tersebut menjadi sebuah produk hasil kerja sama.

“Seperti yang telah dibahas pada diskusi-diskusi sebelumnya, kedua belah pihak telah setuju untuk mengambil project decommissioning anjungan migas Attaka-I, Attaka-UA, dan Attaka-EB di Kalimantan Timur sebagai pilot project. Sebagaimana yang telah kita persiapkan bersama sejak beberapa bulan terakhir perlu segera finalisasi dokumen Implementing Arrangement (IA) yang mengatur hak dan kewajiban dari semua pihak yang terlibat dalam tataran pelaksanaan pilot project,” tutur Asisten Deputi (Asdep) Navigasi dan Keselamatan Maritim Nanang Widiyatmojo kala membuka pertemuan.

Baca juga:  Jelang Simposium APGN, Lombok Terus Dibenahi

Sebagai informasi, decommissioning anjungan migas adalah kegiatan untuk menutup fasilitas dan memulihkan kondisi lingkungan sekitar fasilitas, yang merupakan salah satu tahapan dalam siklus proyek minyak dan gas bumi.

Selanjutnya, Asdep Nanang juga menyebutkan bahwa telah dilaksanakan survei bersama kondisi lapangan ke Anjungan Migas Attaka-I, Attaka-UA, dan Attaka-EB pada tanggal 8-11 November 2021 oleh Kemenko Marves (diwakili oleh Kepala Bidang Keselamatan Maritim), SKK Migas, PT. PHKT, dan PT. KHAN (kontraktor pemenang tender dari pihak Republik Korea).

“Pelaksanaan survei lapangan ini kami lakukan lebih awal dengan tujuan untuk mempercepat pelaksanaan pilot project,” tutur Asdep Nanang.

Kepala Bidang (Kabid) Keselamatan Maritim Sandi Nurhadi kemudian melaporkan hasil survei tersebut. “Berdasarkan hasil survei, di sana kondisinya masih baik dan tidak mengandung limbah, sehingga dinilai aman untuk dilakukan penenggelaman,” tuturnya.

Selanjutnya, Kabid Sandi membuka sesi diskusi terkait pembahasan dan evaluasi draf dokumen Implementing Arrangement bersama dengan seluruh partisipan yang hadir, baik secara daring dan luring.

“Melalui rapat hari ini, kami sudah mendapatkan banyak masukan guna memaksimalkan penyusunan IA hingga lampirannya,” tutur Kabid Sandi.

Baca juga:  Capaian Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dalam RPJMN 2019

“Selanjutnya, semoga dokumen ini bisa segera diproses penandatanganannya dan disampaikan ke level Menteri,” sambung Kabid Sandi.

Diskusi yang dilaksanakan secara hybrid ini turut diikuti oleh perwakilan dari Kementerian Keuangan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian ESDM, Kementerian Perhubungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, SKK Migas, BMKG, PT Pertamina (Persero), serta PT Pelindo IV (Persero).

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

 

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel