Berita DeputiDeputi 6

Tingkatkan Investasi pada Sektor Pendidikan, Kemenko Marves Fokus pada Peningkatan Kualitas SDM

Dibaca: 22 Oleh Jumat, 26 Maret 2021Tidak ada komentar
Tingkatkan Investasi pada Sektor Pendidikan, Kemenko Marves Fokus pada Peningkatan Kualitas SDM
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

No. SP-194/HUM/ROKOM/SET.MARVES/III/2021

Marves – Bandung, Pemerintah tengah gencar meningkatkan investasi khususnya di sektor pendidikan, terlebih lagi sebagai upaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akibat pandemi Covid-19. Melalui PEN,  Undang-Undang Penciptaan Kerja (UUPK) dan vaksinasi, pemerintah berupaya untuk memulihkan ekonomi Indonesia.

Investasi di sektor pendidikan ini berguna untuk menambah modal dalam perbaikan infrastruktur. Kemudian investasi yang masuk juga dinilai dapat mengurangi kemiskinan, meningkatkan kesehatan, dan mengurangi kejahatan yang disebabkan tingginya produktivitas masyarakat.

Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan, Septian Hario Seto saat membuka Diskusi Kelompok Terpumpun/ FGD peluang dan tantangan investasi di sektor pendidikan pada Kamis (25-3-2021), mengatakan bahwa terdapat dua model yang dapat digunakan.

Pertama, institusi pendidikan dapat bekerja sama langsung dengan sektor industri. Hal ini sangat berpengaruh perannya dalam memenuhi skill tenaga kerja yang dibutuhkan oleh industri.

“Jadi perguruan tingginya dapat dedicated kepada pemenuhan tenaga-tenaga kerja yang ada pada industri tersebut,” ungkapnya.

Kedua, Indonesia membuka peluang kepada pihak-pihak perguruan tinggi di luar negeri untuk membuka cabangnya di Indonesia. Namun, ada beberapa persyaratan yang perlu diperhatikan demi kualitas pendidikan yang mumpuni, seperti kualitas dosen serta sarana dan prasarana.

Baca juga:  Pemerintah Lakukan Uji Fingerprint Terkait Pencemaran Minyak di Pantai Nongsa, Batam

“Jangan sampai dosen-dosen yang dikirim ke Indonesia kelas 3 atau yang baru direkrut, sehingga akan berbeda jauh dari yang diharapkan,” tambahnya.

Strategi yang disiapkan dalam meningkatkan investasi di sektor pendidikan, yakni penyediaan tenaga kerja yang relevan dengan perkembangan teknologi 4.0. Penyediaan tenaga kerja, sebaiknya memiliki kreatifitas yang tinggi dan memiliki kemampuan untuk bekerja sama.

Dalam FGD tersebut, Prof. Hikmahanto Juwana, Rektor Univ. Jenderal Achmad Yani dan Guru Besar Hukum Internasional UI juga menyebutkan terdapat peluang dan tantangan investasi di sektor pendidikan.

Menurutnya, peluang investasi dalam dan luar negeri dapat masuk ke Indonesia ke berbagai lini pendidikan di Indonesia. Namun, akan ada tantangan yang akan dihadapi, salah satunya berbagai aturan di bidang pendidikan sangat over-regulated.

Dengan pasar Indonesia yang dinilai cukup besar yang dapat mengundang banyak investor masuk, Prof. Hikmahanto berharap masyarakat Indonesia dapat berkompetisi di dunia pendidikan.

“Mengundang investor dari luar negeri, bagaimana anak muda di masa depan memiliki level of competitiveness”, ungkapnya.

Baca juga:  Kemenko Marves Kunjungi Siak untuk Gali Jejak Budaya Melayu Sebagai Pilar Budaya Bahari

Tercatat Indonesia telah masuk ke fase pemulihan ekonomi pada tahun ini. Beberapa Lembaga Internasional, seperti IMF, bank dunia, dan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi memperkirakan global tumbuh pada kisaran 4-5,5 persen pada tahun 2021.

“Ini adalah momentum yang baik, khususnya di sektor pendidikan. Agar bidang pendidikan setelah pandemi Covid-19 kembali pulih”, ungkap Asdep Investasi Bidang Jasa, Farah Heliantina.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

 

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel