PublikasiArtikelRegulasi Kemaritiman

Tingkatkan Kapasitas Jurnalistik, Media Sosial dan rencana peluncuran blue print pengelolaan IT, Biro Perencanaan dan Informasi Gelar Pelatihan

Oleh 04 Jul 2019 Juli 7th, 2019 Tidak ada komentar
Tingkatkan Kapasitas Jurnalistik, Media Sosial Dan Rencana Peluncuran Blue Print Pengelolaan It, Biro Perencanaan Dan Informasi Gelar Pelatihan
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Maritim–Depok, Dalam rangka meningkatkan kemampuan dan keterampilan bermedia sosial, menulis siaran pers, serta rencana peluncuran blue print pengelolaan IT, Biro Perencanaan Dan Informasi Kemenko Bidang Kemaritiman selenggarakan pelatihan pada Hari Rabu-Jumat (3-5 Juli 2019) di Depok. Jawa Barat.

Kepala Biro Perencanaan dan Informasi Suparman mengatakan harapannya agar tidak hanya Bagian Sistem Informasi dan Humas, namun seluruh karyawan dapat memanfaatkan sosial media dengan baik. “Kami harap, rekan-rekan lain dapat membantu membangun branding Kemenko Bidang Kemaritiman melalui kinerja yang didiseminasikan melalui media sosial,” ujarnya saat memberikan pengantar di Depok, Kamis (4-9-2019). Selain itu, Kabiro Suparman juga meminta agar unit kerja lainnya dapat memiliki keterampilan menulis siaran pers sederhana.

Sehari sebelumnya, Bagian Sistem Informasi dan Humas Kemenko Bidang Kemaritiman menghadirkan dua narasumber yang merupakan praktisi media massa dari Liputan6.com Elin Yunita Kristanti dan media sosial dari Upnormal Pingfan Tuhu Nugroho Dewanto.

Kepada peserta yang hadir, Elin memberikan materi tentang teknik dasar menulis siaran pers. “Yang paling penting, buat judul semenarik mungkin, kalau perlu bantu dengan foto yang informatif atau beri penjelasan dalam bentuk materi visual,” jelasnya. Saat ini menurutnya, humas harus adaptif terhadap perubahan zaman sehingga tidak lagi melulu menonjolkan siaran pers dalam bentuk narasi saja.

 

Tingkatkan Kapasitas Jurnalistik, Media Sosial Dan Rencana Peluncuran Blue Print Pengelolaan It, Biro Perencanaan Dan Informasi Gelar Pelatihan

 

Tak hanya memberikan wawasan tentang teknik praktis menyusun siaran pers, Elin yang kini menjabat sebagai wakil pemimpin redaksi Liputan6.com juga memberikan tips membuat berita dengan memanfaatkan kata kunci untuk mengoptimalisasi mesin pencari (search engine optimization). “Untuk meningkatkan traffic kunjungan ke website maritim, kita perlu tetapkan kata kunci spesifik yang tidak terlalu rumit,” jelasnya.

Setelah mendapatkan wawasan tentang tips dan trik penulisan siaran pers yang menarik, para peserta diberikan informasi mengenai etika bermedia sosial. “Saat ini, tanpa melalui pelatihan, seorang warganet sudah bisa berlaku selayaknya jurnalis yang bisa memberikan informasi kepada masyarakat, tapi ekses negatifnya adalah informasi-informasi itu terkadang sulit dicek kebenarannya,” ujar Tuhu Nugroho.

 

Namun, disisi lain keuntungan dari aktivitas media sosial apabila dilakukan oleh seluruh pegawai Kemenko Bidang Kemaritiman, menurut Tuhu dapat membantu mengkampanyekan program kerja Kemenko.

Hal ini, disambut baik oleh Kepala Bagian Sistem Informasi Dan Humas, Anjang Bangun Prasetio pada kesempatan yang sama. “Apabila seluruh pejabat dan karyawan Kemenko Bidang Kemaritiman mau menjadi pengikut seluruh kanal media sosial Kemenko, maka selain akan menambah jumlah pengikut, potensi jangkauan setiap postingan berita akan menjadi lebih besar.

Untuk memudahkan peserta, tim pengelola media sosial Kemenko Bidang Kemaritiman memberikan panduan secara langsung untuk mengaktivasi media sosial dan menjadi pengikut media sosial Kemenko Bidang Kemaritiman.

Pada kesempatan tersebut juga disampaikan progres dan sosialisai mengenai Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), dengan mengundang narasumber dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Erfani Ahmad, yang menjelaskan mengenai tata cara penyelenggaraan pemerintahan berbasis elektronik. Menurutnya, dalam SPBE ada indikator dan target yang dibebankan kepada kementerian dan lembaga, serta diawasi langsung oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi. “Nantinya, Tim Pengarah SPBE adalah perwakilan pejabat di kementerian yang bertugas mengarahkan, mengendalikan dan evaluasi SPBE, termasuk perumusan kebijakan dan penerapan SPBE di kementerian,” ujarnya.

Adapun kebijakan internal SPBE di Kementerian dan Lembaga, mengacu pada Peraturan Menteri PAN-RB No 5 Tahun 2018. kemudian ada juga Instruksi Wapres Jusuf Kalla yang menegaskan mengenai pentingnya akselerasi penerapan SPBE di seluruh kementerian dan lembaga di Indonesia.

Diujung acara peserta memperoleh materi capacity building kehumasan, antara lain pelatihan jurnalistik, teknik fotografi, videografi sekaligus review bermedsos yang bijak untuk meningkatkan branding Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.

Biro Perencanaan dan Informasi

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman

 

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel