BeritaFotoPublikasi

Tingkatkan Kapasitas Penyusun Kebijakan, Kemenko Marves Adakan Knowledge Sharing

Dibaca: 83 Oleh Rabu, 4 Agustus 2021Agustus 10th, 2021Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 08 04 at 13.27.11
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS
No.SP-487/HUM/ROKOM/SET.MARVES/VIII/2021

Marves-Jakarta, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) mengadakan Knowledge Sharing tentang System Thinking dan System Dynamics pada Rabu Pagi (04-08-2021). Kegiatan tersebut diadakan untuk melengkapi pemahaman dalam penyusunan kebijakan untuk penyusun kebijakan sebagai bagian dari fungsi utama Kemenko Marves.

“Melaksanakan penyusunan kebijakan tentu kita buat tertulis tapi cara berfikirnya berasal dari hal yang kita lakukan, makanya saya tidak bosan-bosan mengingatkan kita untuk menerapkan corporate value kita,” tutur Sekretaris Kemenko Marves, Agung Kuswandono.

Menurutnya banyak dinamika yang menjadi patokan dalam mengambil keputusan atau menyusun kebijakan.

“Kebetulan dinamika yang paling popular sekarang ini adalah terjadinya pandemi covid-19, tapi bukan hanya itu saja. Sebagai bagian dari pemerintahan, kita juga sudah biasa berhadapan dengan dinamika setiap lima tahunan, pemerintahan berganti,” tambahnya.

Dalam menghadapi dinamika yang terjadi, menurut Sesmenko Agung terdapat unsur perubahan yang perlu diadaptasi. Dirinya mencontohkan situasi pandemi yang mengharuskan para pegawai untuk beradaptasi dengan usur perubahan dan dinamika yang ada.

Baca juga:  Menko Luhut: Untuk Mobil Listrik Jangan Bergantung Pada Impor

“Selama ini kita melihat bagaimana kinerja yang berjenjang dalam pengelolaan kebijakan dimana Pak Menko Marves sebagai ujung terakhir yang tentu didukung dengan output-output kebijakan yang dihasilkan dari bapak/ibu dibawahnya,” terang Kepala Biro (Karo) Perencanaan, Arif Rahman.

Dirinya kemudian menjelaskan bahwa pihaknya di Biro Perencanaan salah satunya bertugas mengawal kinerja Kemenko Marves yang memiliki tusi menyelesaikan isu-isu kemaritiman dan Investasi akan berorientasi pada bagaimana sebuah isu tersebut diselesaikan.

“Berkaitan dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia pegawai dalam hal penyusunan kebijakan, Biro Perencanaan telah beberapa kali menyelenggarakan acara. Terakhir kami bekerja sama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk penyusunan kebijakan,” jelas Karo Arif.

Kegiatan Knowledge Sharing tentang System Thinking dan System Dynamics ini menurut Karo Arif, merupakan upaya peningkatan kapasitas penyusunan kebijakan.

Pakar system dynamics, Dr.Ir. Muhammad Tasrif, sebagai narasumber pada kegiatan tersebut mengaku terkejut dengan luasnya peran yang diemban oleh Kemenko Marves.
“Saya sangat terkejut melihat peran Kemenko Marves ini ya. Ada tentang kemaritiman, kedaulatan energi, juga ada Investasi juga,” tuturnya.

Baca juga:  Kemenko Maritim : Otoritas Penegak Hukum Perlu Lebih Dilibatkan

Dirinya kemudian menantang para peserta sharing knowledge untuk membuka wawasan baru dalam melaksanakan analisis kebijakan. Karena menurutnya penerapan system thinking dan dynamics dalam menganalisis suatu kebijakan akan membuka pemahaman baru.

“Tadi Pak Sesmenko menyampaikan fenomena yang dihadapi oleh Kemenko Marves ini sangatlah kompleks, bahkan ada yang abstrak. Sebagai contoh apa yang dimaksud dengan kedaulatan energi? Karena dari pengalaman saya di bidang energi, tidak ada konsep kedaulatan energi. Yang dimaksudkan berdaulat oleh Kemenko Marves yang seperti apa,” jelas pakar system dynamics tersebut.

Muhammad Tasrif kemudian menjelaskan bahwa dalam menyusun permodelan kebijakan, seorang penyusun kebijakan perlu menjawab tiga pertanyaan. Yaitu, apa-apa sajakah kebijakan atau strateginya, sebegara besarkah kebijakan-kebijakan tersebut, dan bagaimanakah penjadwalan kebijakan tersebut.

“Untuk itu hari ini kita belajar mendapatkan ilmu dan pencerahan dari narasumber. Tapi jangan lupa yang paling penting adalah setelah menyerap ilmunya, harus dilaksanakan dan diterapkan dalam kegiatan pekerjaan sehari-hari,” sambung Sesmenko Agung.

Dalam penutupannya, Karo Arif sebagai inisiator kegiatan mengutarakan perlunya diskusi lanjutan dengan kasus-kasus actual yang dihadapi dalam keseharian pekerjaan di unit kerja masing-masing.

Baca juga:  Indonesia Serukan Isu Kelautan Masuk Dalam Penyusunan Instrumen Perubahan Iklim

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel